Presiden Jokowi Kenakan Pakian Adat Sasak Saat Pidato Kenegaraan

Selalu ada hal yang menarik perhatian dan unik dilakukan Presiden Ir. H. Joko Widodo, pada setiap kesempatan. Baik sikap dan busana berpakiannya. Saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI. Presiden mengenakan pakian adat suku Sasak sebagai busana pilihannya.


Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi,  mengenakan busana adat Sasak, Lombok NTB, yang didominasi warna emas dan hitam. Tampak dari ujung kepala Jokowi mengenakan Capuk atau Sapuk yang terbuat dari bahan songket benang emas dengan sentuhan warna hitam pada ikat kepala (sapuk penyebetuan orang Sasak, Lombok)

Presiden tampak gagah dan Serasi dengan Baju pegon berwarna kuning keemas an polos tanpa bermotif.  Dipadu dengan Leang atau Dodot dari kain songket motif subahnale dengan dominasi warna hitam dan emas dan memasang memaja (pisau kecil) yang terselip di dada, dan pin dengan rantai merah putih di sebelah kiri.

Sementara itu, Ibu Negara Iriana Widodo mengenakan baju kurung berwarna putih dihiasi selempang kain batik bermotif coklat dengan rambut yang disanggul.


“Tadi banyak yang menanyakan kepada saya, pakian yang saya kenakan ini dari daerah mana? “Nunas nurghe tiang matur (mohon maaf saya sampaikan), ini pakaian dari Sasak, Nusa Tenggara Barat. Dari bumi Sasak,” ucap Jokowi dengan tepuk tangan peserta sidang.


Kemudian lanjutnya dengan mengucap Bahasa Sasak “Berembe kabar pelungguhde senamian (bagaimana kabar Anda semuanya),” sapanya dengan terpatah-patah.

Sedangkan Wakil Presdien RI, Jusuf Kalla (JK) menggunakan baju adat betawi dengan beskap hitam. Sebelumnya, saat menyampaikan pidato Sidang Tahunan, Jokowi mengenakan jas biru yang membalut kemeja putih dan dasi berwarna merah.

Presiden yang terpilih kembali untuk kedua kalinya memimpin bangsa Indonesia ini, menegaskan tentang keberagaman suku, adat istiadat, bahasa  yang ada di Indonesia. Ia mengajak masyarat Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat para pendiri bangsa ini,  bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta atau  pulau Jawa, tetapi Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.

Sehingga Menurut Jokowi, pembangunan yang dilakukan harus terus indonesiasentris, dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara. Termasuk Provinsi NTB. Selama periode pertama kepemimpinannya pria asal Solo Jawa Tengah ini, kerap kali mengunjungi NTB. Geliat pembangunan di NTB menjadi perhatian khususnya.


Jokowi kembali mengingatkan masyarakat , bahwa Indonesia maju bukan hanya karya Presiden bukan, Lembaga Eksekutif, Lembaga Legislatif ataupun Yudikatif saja, tetapi keberhasilan Indonesia merupakan karya para pemimpin agama para budayawan para pendidik , pelaku usaha, buruh, pedagang, inovator , petani,  nelayan dan UMKM serta tentu saja karya seluruh anak bangsa Indonesia.

Indonesia merupakan rumah dari beragam warga yang berbeda latar belakang baik agama, ras, suku budaya, yang hidup dengan rukun. Dia menyampaikan semua anak bangsa bisa berkarya, bergerak dan berjuang mewujudkan mimpi dan cita-cita membangun bangsa.

"Perbedaan juga bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu. Dalam persatuan itulah, kita menemukan energi yang mahadahsyat, untuk menggerakkan seluruh tenaga, pikiran, dan tetesan keringat untuk kemajuan Indonesia. Dalam persatuan itulah, kita menemukan solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi antarsesama anak bangsa.


"Saya yakin jika kita sepakat dengan satu visi Indonesia Maju kita mampu melakukan lompatan kemajuan, lompatan untuk mendahului kemajuan bangsa lain," kata Jokowi.

Sementara itu, ketua PC NU Kota Mataram dan Tokoh Budaya Sasak Fairuz Abadi, menyampaikan bahwa Presiden Jokowi Widodo telah mengingatkan bahwa Pulau Lombok Provinsi NTB merupakan bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia.

Tentunya, lanjut Fairuz busana adat Suku Sasak Lombok NTB menjadi pilihan favorit orang nomor satu di Indonesia ini saat menyampaikan pidato kenegaraan. “Sebagai masyarakat NTB kita patut berbangga,” tutur Fairuz.

Busana adat Sasak Lombok ini juga memantik UMKM di NTB terutama produksi tenun lokal di NTB untuk tetap berkarya dan terus menghasilkan inovasi produk-produk tenun sebagai busana yang sudah menasional.


Pesan ini menjadi pembangkit semangat masyarakat Lombok dalam membangun daeranya, usai dilanda gempa bumi setahun yang lalu. Juga mengisaratkan geliat pembangunan di NTB dalam rangka mengembalikan dunia pariwiata. Pesan dan program capian Presiden Jokowi baik yang telah dilaksanakan dan yang akan datang selaras dengan Misi NTB Gemilang, dibawah kepemimpinan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah.

Dalam sidang tahunan MPR/DPR/DPD tahun  2019 ini, Jokowi menyampaikan tiga kali pidato dihadapan anggota MPR/DPR/DPD dengan dihadiri pula oleh  mantan Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri, hingga istri mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gusdur), Sinta ‎Nuriyah Wahid, Wapres terpilih periode 2019-2024, Ma'ruf Amin, dan mantan Cawapres ‎Sandiaga Uno. Foto setpres.setneg (Edy-Tim Media Diskominfotik NTB)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru