Hariadi Pembuat Kompos Asal Sembalun

KM. Pohgading Timur – Sembalun mungkin kita sudah tidak asing mendengarnya karena Desa Sembalun sering di kunjungi oleh para wisatawan dari dalam negri maupun luar negrai karena keindahan yang dimiliki dari pusuk sembalun sampai bukit-bukit yang ada disembalun.

Biasanya pemuda yang ada di sembalun menjadi pemndu para wisatawan yang berkunjung bahkan ada juga yang membuat blog untuk menarik wisatawan yang akan berkunjung ke sembalun. 

Pemuda yang satu ini beda dari pemuda-pemuda yang berasal dari sembalun tidak menjadi pemandu wisata, akan tetapi pemuda yang satu ini adalah pembuat kompos untuk para petani yang ada di kecamatan sembalun.

Hariadi pemuda sembalun kegiatanya membuat kompos dari kotoran ternak yang di campur dengan dau paitan serta daun bamboo yang banyak di sekitaran gudang pebuatan kompos, pemanfaat hasil produksi yang dilakukan oleh saudara Hariadi, S.PT hampir sekecamatan Sembalun, papran yang di jelaskan sangat menarik dan membat para dewan juri sangat semanagat menggali informasi tentang kepeloporan yang di geluti sejak 2015 samapai saat ini. 

Pada awal mulai melakukan kepeloporan yang dilakukan sampai saat ini dia tidak lepas dari cemohan ejekan dari teman-teman pemuda bahkan warga sekitar karena kepeloporan yang diakukan adalah bergelut dengan kotoran ternak yang selalu membuat aroma yang tidak sedap bagi warga sekitar.

Akan tetapi semangat hariadi tak pernah pudar memberikan keyakina kepada warga sekitar dengan kegiatan yang dilakukan ini. Sampai akhirnya memberikan bukti bahwa apa yang dilakuakn adalah bisa bermanfaat bagi warga sekitar. 

Berawal penggunaanya di lahan pribadi yang dimiliki oleh orang tuanya hariadi menggunakan kompos buatannya dan mendapatkan hasil di atas rata-rata penghasilan warga sembalun ukan hanya sekali bahkan sudah sering mendapatkan hasil panen sayur lebih tinggi dari rata-rata, maka warga setempat mulai melirik apa yang dilakukan oleh hariadi dan warga mulai membeli pupuk kompos yang di buat. 

Perhatian pemeritah setempat sampai saat ini tidak pernah ada, namun hariadi tetap semangat dan gigih dalam mengembangkan pupuk kompos yang di buatnya. Sejak tahun 2017 hariadi selalu mendapatkan pesanan dari para petani yang ada disekitar dengan jumlah yang sanagat lumanayan banyak 100 ton/bulan dengan biaya yang sangat minim. 

Dari sinilah hariadi mulai dikenal oleh warga sekitar dan para pemuda mulai mengikuti jejeaknya berkecimpung membuat pupuk kompos. Sampai saat ini pemuda yang bersama hariadi sekitar 22 orang untuk mencukupi kebutuhan para petani dalam menyiapkan pupuk kompos. 

Bukan hanya membuat kompos akan tetapi membimbing para perternak yang ada di sekitarnya agar mendapatkan hasi produksi ternak yang cukup lumayan di bandingkan dengan cara beternak yang biasanya.

Sampai saat ini kegiatan yang digagas oleh hariadi berjalan lancar pekerja yang 22 orang berpeghasilan dari pembuatan kompos bukan hanya itu saja melainkan desa samblun lawang bebas dari aroma yang tidak sedap karena sebagian besar kotoran sapi sudah di olah menjadi kompo baik kotoran yang masih hijau maupun yang sudah kering.

Semoga saja tahun ini bisa di buktikan prodak kompos yang di buat dengan memnggunakan hasil uji laboraturium di BPTP NTB karena sampai saat ini hariadi belum mengurus legalitas dari prodak kompos yang di buatnya.
By. Badri_asa

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru