Usaha Diantara Puing

KM. Sambang Kampung- Sambil membersihkan tempat kerja barunya M. Amin berharap ada pelanggan yang mau mampir di tempat yang sangat sederhana ini. Senyumnya yang khas menggambarkan bahwa dia masih kuat untuk mencari nafkah untuk keluarganya meski usianya sudah senja yaitu 70 tahun. Kulit keriputnya membuktikan bahwa dia sudah mampu melampau masa demi masa, derita demi derita, bahagaia demi bahagia.

Diantara puing rumahnya yang hancur dia masih mampu mencari nafkah untuk menyambung hidupnya. Gempa yang meluluh lantahkan desanya di Menanga Baris membuat hamper seluruh hartanya hancur dan tidak bersisia. Untunglah alat tambal ban nya masih dapat dipergunakan untuk mencari nafkah.

Dia tidak ingin larut dalam kesedihan pasca gempa dan tidak mau hanya mengandalkan bantuan untuk melanjutkan kehidupannya. menurut Amin kita hidup pasti banyak cobaan dan cobaan itu harus di hadapi dengan keikhlasan bukan dengan kesedihan yang berlarut-larut.

Dia melanjutkan ceritanya bahwa sebagai penambal ban ditekuninya sejak tahun 1958 waktu itu mobil masih menggunakan selengger yaitu mobil dihidupkan dengan melilitkan tali pada mesin dan ditarik sehingga mesin tersebut hidup. Sebelumnya lokasi tambal ban di depan SDN 2 Labuhan Lombok namun karena lokasi tambal ban itu sudah di sewakan maka dia pindah ke Menanga Baris.

Gempa yang terjadi membuatnya hampir mematahkan semangatnya seolah-olah tidak ada lagi harapan untuk melanjutkan kehidupannya namun setelah seminggu gempa berlalu dia mulai menyadarinya bahwa hidup harus terus berjalan maka dia pun bangkit dari segala kekhawatirannya. Dia mulai mempersiapkan alat yang digunakan untuk usaha dan kini usahanya membuahkan hasil meski dilakukan di antara puing-puing rumahnya.

Hasil yang diperolehpun sangat lumayan setiap harinya bisa mendapatkan Rp 75.000. hal ini dapat membantu untuk membeli kebutuhan keluarganya. Sekarang Amin sangat bersyukur bahwa dengan menambal ban dia dapat membangun rumah yang sudah roboh. Semoga dengan usaha ini membuat Amin dapat memenuhi kebutuhannya meskipun usahanya dia antara puing-puing.(Uyik)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru