"Senyum Kencana" Cahaya Kecil di Ujung Selatan

“Penguatan Kualitas Pelayanan Untuk Keselamatan dan Kesejahteraan” (Catatan Inspiratif Bidan Praktik Mandiri Senyum Kencana) (Tulisan ini didedikasikan sebagai Bentuk Ucapan Selamat kepada BPM Senyum Kencana di bawah pimpinan Ibu Hj. Ummi Kalsum, S.ST., M.M.Kes. Juara II Lomba BPM Tingkat Nasional Tahun 2017 ditulis oleh Ulva Nalaraya,22/0/2017.

BPM-Bidan Praktik Mandiri "Senyum Kencana" Hj. Ummi Kalsum, S.ST., M.M.Kes. Begitulah, papan praktik yang terpampang di Jalan Raya Sumbawa-Lunyuk KM 19 Simpang Sebasang Dusun Makmur Desa Semamung Moyo Hulu adalah Ibu Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sumbawa selama periode (2008-sekarang) merupakan pimpinan BPM yang popular ini.

Bidan senior yang telah malang melintang di dunia kebidanan ini, mendirikan BPM "Senyum Kencana" sejak tahun 2006, setahun sebelum saya menjadi anak angkat Beliau. Berbekal knowledge, skill, dan attitude serta relasi yang mumpuni sosok yang biasa saya panggil “Ibu” ini begitu familiar di banyak kalangan. Sebab, tak hanya di bidang kesehatan/ kebidanan, namun juga kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lain yang tentu saja menjadi faktor eksternal seseorang “diminati” publik baik pribadi dan “jasa” yang ditawarkan dalam bahasan klisenya.


foto bersama Asisten I Setda Sumbawa 

Tepat, April 2017 BPM "Senyum Kencana" meraih penghargaan sebagai Juara 1 Lomba BPM Tingkat Kabupaten, menyusul bulan Mei 2017 menyabet penghargaan sebagai Juara 1 di Tingkat Provinsi pada bidang lomba yang sama. Hal yang sangat membanggakan,


Poto bersama Wakil Gubernur NTB 

BPM "Senyum Kencana" ini meraih Juara 2 Tingkat Nasional dengan menyisihkan 32 BPM terbaik lainnya dari 32 Provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini membuat BPM Senyum Kencana ramai dikunjungi dari berbagai kalangan.

Termasuk menjadi pusat studi banding Kabupaten/Kota lainnya, bahkan pulau lain selain wilayah Sumbawa. dengan antusias dan penuh respek berbagai kalangan memberi apresiasi cukup memuaskan pada BPM ini. Mulai dari tata letak, kerapian, administrasi, ide-ide, terobosan, dan sebagainya yang akhirnya cukup banyak yang diadopsi untuk BPM-BPM lain dan fasilitas kesehatan lainnya. Menilik lebih jauh, semoga BPM ini mampu menjadi inspirasi segenap Bidan Sumbawa, NTB dan Indonesia sehingga mampu bersaing di pasar dunia. Selamat pada BPM Senyum Kencana atas kerja kerasnya.

Tak hanya menjadi inspirasi untuk para Bidan, namun menjadi inspirasi penting tulisan ini. BPM Senyum Kencana terdiri dari: 1 ruang tunggu pasien, 1 ruang ANC (Pemeriksaan Kehamilan),1 ruang INC (ruang persalinan), 1 ruang nifas (setelah ibu melahirkan), 1 ruang KB (Keluarga Berencana), 1 ruang Laboratorium, 1 ruang PI (Pencegahan Infeksi), 1 Kamar Mandi. Dilengkapi juga dengan perpustakaan mini di samping kolam, halaman yang luas, dan suasana yang asri menjadikan pasien dan keluarganya semakin merasa betah dan nyaman berlama-lama di sini.

Selain itu dilengkapi juga dengan alat, obat-obatan, sarana, dan prasarana lainnya dalam penanganan dan pemeriksaan ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas, bayi baru lahir, bayi, balita, pra sekolah, sekolah, remaja, dewasa, dan lanjut usia. BPM ini melayani masyarakat 24 jam sehari, dan 7 x 24 jam perminggunya (TANPA LIBUR).


BPM "Senyum Kencana" merekrut tenaga antara lain: 5 orang bidan, 1 orang perawat, 1 analis, dan 1 tenaga administrasi. Selain itu, BPM Senyum Kencana juga mempunyai program inovasi. Program inovasi tersebut, antara lain: 1. Kelas Cahaya Hati Merupakan kelompok majelis taklim beranggotakan ibu-ibu, yang kegiatannya meliputi: pengajian/ siraman rohani berbasis religi dan kesehatan, dan lain-lain. 2. Day Of Lansia Merupakan penghargaan kepada para lansia, yang sedang menjalani masa tua agar selalu bahagia dan dinikmati 3. Remaja HEBAT Menjadi Remaja HEbat dan BermartabAT, dengan mendirikan kelas remaja yang aktif.

Beranggotakan remaja di bawah binaan BPM Senyum Kencana dan setiap bulannya memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada remaja lainnya, menjadi konselor sebaya tentang pentingnya kesehatan reproduksi, narkoba, seks bebas, personal hygiene, pendewasaan usia pernikahan, dan lain-lain. 4. Pelayanan KB Gratis, pemeriksaan, pengobatan, dan pelayanan kesehatan gratis lainnya pada momen-momen tertentu, misalnya: HUT Senyum Kencana, HUT Pimpinan "Senyum Kencana" HUT IBI, HUT Kesehatan, HUT Sumbawa, HUT NTB, dan momen-momen spesial lainnya. Kilas balik perjuangan jatuh bangun, maju mundur, dan merangkak hingga berlari BPM ini tak lepas dari upaya sinergitas doa dan usaha yang sepadan.

Semangat yang tak pernah pudar, serta asas KETULUSAN dan KEIKHLASAN menjadi fundamentalis BPM ini. Bahwa, suatu masa, Allah SWT akan membayar harga TULUS dan IKHLAS kita melebihi EKSPEKTASI yang sebelumnya tak terbayangkan (Ulva Nalaraya). Ingin mengenal lebih jauh filosofi mendalam BPM Senyum Kencana?

Pembaca yang budiman, menjejaki filosofi SENYUM KENCANA-CAHAYA KECIL DI UJUNG SELATAN seperti harapan semua, dapat digeneralisasikan bahwa kesejahteraan wanita adalah kesejahteraan bangsa Indonesia. Betapa tidak, dari wanita, lahir generasi-generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan bangsa ini.

Dengan tempaan tangan-tangan wanita, generasi bangsa dididik untuk mencari jati diri yang tidak mudah, mendampingi mereka hingga mengantarkan mereka mencapai kesuksesan. Jika para wanita Indonesia sedemikian berharganya untuk bangsa ini, bagaimana dengan bidan sebagai penjaga siklus kehidupan wanita? .

Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dengan perilaku yang sehat. Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai salah satu indikator kesehatan ibu dewasa ini masih tinggi di Indonesia dan masih jauh berada di atas angka kematian ibu negara-negara ASEAN lainnya.

Lebih memprihatinkan lagi, sejak 10 tahun terakhir ini AKI dan AKB di Indonesia berada pada tingkat yang tertinggi di antara negara berkembang di dunia dan belum menunjukkan adanya kecenderungan untuk menurun walaupun sudah cukup banyak intervensi dalam bentuk berbagai macam program yang dilakukan.

SDM disadari memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya untuk membuat seluruh komponen dan sistem pelayanan kesehatan secara sempurna. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa menjelang abad ke-21 sangat pesat dan berpengaruh pada berbagai segi kehidupan manusia termasuk kesehatan.


Pendekatan dan penyelesaian masalah kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat mengalami perubahan yang sangat mendasar baik dalam sifat maupun kualitasnya. Sesuai dengan paradigma kebidanan, profesi ini memandang fenomena yang ada dengan mempertimbangkan keterkaitan yang timbal balik antara komponen-komponen kebidanan, manusia, lingkungan/masyarakat dan kesehatan dengan spesifikasi kesehatan dan serta kesejahteraan ibu dan anak.

Bentuk pelayanan kepada masyarakat yang semula menekankan pada pelayanan/asuhan medik akan bergeser kepada pelayanan kesehatan secara umum dimana pelayanan kebidanan merupakan salah satu bagiannya. Pergeseran demikian ini mempunyai implikasi yang luas baik pada pengembangan sistem kesehatan, maupun pada pengadaan tenaga kesehatan termasuk tenaga kebidanan. Bidan adalah salah satu profesi dalam bidang kesehatan.

Bidan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan kebidanan (kesehatan reproduksi) kepada perempuan sejak remaja putri, calon pengantin, masa pra-hamil, ibu hamil,Bidan adalah salah satu profesi dalam bidang kesehatan. Bidan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan kebidanan (kesehatan reproduksi) kepada perempuan sejak remaja putri, calon pengantin, masa pra-hamil, ibu hamil, bersalin, nifas, masa interval, klimakterium dan menopause, bayi baru lahir, anak balita dan prasekolah.

Selain itu Bidan juga berwenang untuk memberikan mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanannya termasuk pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Karena hanya melalui pelayanan berkualitas, yang terbaik dan terjangkau yang diberikan oleh Bidan, kepuasan klien baik kepada individu, keluarga maupun masyarakat dapat tercapai. Perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi serta meningkatnya pendidikan dan taraf hidup masyarakat adalah kondisi yang tidak bias dihindari oleh pelaku usaha di belahan dunia manapun. Khususnya dalam dunia kesehatan, sikap kritis akan kesadaran tentang hak-hak klien harus disikapi dengan bijak oleh setiap petugas kesehatan termasuk Bidan Praktik Mandiri (BPM) di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.

Langkah konkrit yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan khususnya Bidan adalah memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat sehingga baik dirinya maupun kliennya dapat terlindungi dari tindakan-tindakan yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, maka dibutuhkan suatu upaya perubahan dari yang belum “baik” menjadi “baik”, dari yang “belum terstandar” menjadi “terstandar”. Bidan Praktik Mandiri (BPM) berkualitas merupakan jawaban dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Bidan Praktik Mandiri memiliki identitas professional yang mencerminkan kualitas sebagai seorang Bidan yang handal, terampil, cekatan, inisiatif, ulet, dan mahir dalam pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Bidan Praktik Mandiri wajib mengikuti standar pelayanan kebidanan sesuai dengan ketentuan Permenkes 1464 tahun 2010.

Pelayanan berkualitas sudah saatnya menjadi pilar bagi setiap Bidan, dimanapun ia bekerja termasuk Bidan Praktik Mandiri (BPM). Hal ini juga berkenaan dengan akan diterapkannya system legislasi yakni registrasi, sertifikasi, dan lisensi melalui proses penilaian dan pemantauan terhadap mutu pelayanan Bidan secara berkesinambungan. Permasalahan di atas merupakan tantangan bagi IBI yang harus segera dituntaskan agar target khususnya keberlangsungan program dapat diwujudkan.

Komitmen dan keseriusan yang dituangkan dalam berbagai kebijakan dan aktivitas menjadi faktor penentu keberhasilan IBI dalam mempertahankan dan bahkan meningkatkan berbagai pencapaian program dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di Indonesia. Bidan Praktik Mandiri adalah suatu program strategis yang mencakup: Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan dalam lingkup Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi, Merk dagang/ brand, Mempunyai standar kualitas, unggul, khusus, bernilai tambah, lengkap, dan memiliki hak paten, rekrutmen tenaganya juga lebih ketat dengan kriteria, sistem, dan proses standar yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan, menganut prinsip pengembangan diri atau self development, dan semangat tumbuh bersama melalui dorongan dari diri sendiri, mempertahankan dan meningkatkan kualitas, dapat memuaskan klien beserta keluarganya.

Sistem standarisasi kualitas pelayanan BPM (Bidan Praktik Mandiri) memberi penekanan pada kegiatan monitoring dan evaluasi serta pembinaan dan pelatihan yang rutin dan berkesinambungan. Setiap tahun anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) semakin bertambah. Hingga akhir tahun 2012 jumlah anggota IBI sudah lebih dari 125.000 orang.

Tiga puluh persen (30%) diantaranya adalah Bidan Praktik Mandiri (BPM) yang menyediakan pelayanan kesehatan ibu dan bayi seperti layanan pemeriksaan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, dan perawatan bayi. Seluruh pelayanan tersebut harus diberikan secara berkualitas dan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

BPM memberikan pelayanan kesehatan reproduksi dan KB berkualitas terbaik dengan tarif relatif terjangkau. Artinya, bidan selalu memperhatikan dan peduli terhadap keadaan sosial ekonomi klien, apalagi dewasa ini BPM telah mengadakan MoU dengan BPJS, sehingga masyarakat semakin lebih mudah mengakses pelayanan BPM.

Masyarakat yang kurang/tidak mampu tetap mendapat pelayanan berkualitas. Sikap SERVICE BPM Senyum Kencana dalam memberikan pelayanan, antara lain: Self Awarness : menanamkan kesadaran Enthusiasm : melayani dengan tulus Reform : selalu memperbaiki pelayanan Value : memberikan nilai tambah Impressive : memberikan kesan positif Care : menunjukkan perhatian Evaluation : evaluasi kinerja pelayanan Pembaca yang budiman, petugas pelaksana yang kompeten, peningkatan kualitas tenaga kesehatan, praktik pelayanan terbaik, kemitraan dengan pelaksana program kesehatan setempat dan kesinambungan kinerja akan menjadi tumpuan dan tujuan intervensi untuk mengembangkan kualitas pelayanan kesehatan yang komprehensif.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang prima, dibutuhkan banyak segmen yang harus ada demi kelangsungan kerja Bidan sebagai ujung tombak dan lini terdepan kesehatan masyarakat. Segmen-segmen tersebut, antara lain: sumber daya nakes (bidan, etc) yang kompeten dan profesional secara knowledge, skill, dan attitude; sarana dan prasarana yang mendukung jalannya tugas seperti alat-alat kesehatan, dll; adanya kerja sama lintas sektoral yang berjalan dengan baik; peran pemerintah sebagai penentu kebijakan, baik dalam hal yang bersentuhan langsung dengan nakes misalnya kesejahteraan bidan maupun yang tidak langsung misalnya konsisten dan terobosan-terobosan baru kebijakan yang pro kesehatan, khususnya ibu anak; juga peran serta masyarakat untuk ikut pro aktif menemukan permasalahannya dan membantu memecahkannya dengan upaya preventif yang berkesinambungan atas nama kesadaran dan kepekaan publik.

Dengan dukungan lingkungan yang baik dan memperhatikan multi aspek seperti, lingkungan fisik, psiko-sosial, biologis, dan lingkungan budaya; perilaku yang bersifat holistik dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan; pelayanan kebidanan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas; serta keturunan yang sedikit tidak mempengaruhi kualitas manusia.

Semua hal tersebut berusaha diterapkan para bidan Indonesia agar dapat mencapai goals yang diharapkan. Para bidan terus berbuat dan terus berkarya untuk wanita, untuk daerah dan negeri ini. Bidan hadir di tengah multidimensional perbedaan masyarakat yang sangat kompleks. Bidan dituntut untuk dapat bekerja dan berbuat maksimal apapun kondisi masyarakat kita sekarang ini.

Harus mampu menyatu dengan napas masyarakat, berbaur dan melebur dalam ikatan emosional yang baik dengan keluarga Indonesia. Pelayanan kebidanan berada di mana-mana dan kapan saja selama ada proses reproduksi manusia. Pelayanan kebidanan adalah pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diberikan kepada ibu dalam kurun waktu masa reproduksi dan bayi baru lahir.

Bahkan, masyarakat dewasa ini cukup mempunyai justice positif terhadap kesehatan wanita-waita Indonesia bahwa setiap ada kelahiran pasti ada bidan. Dengan segenap keterbatasan di lapangan dan tantangan kehidupan yang juga kian kompleks, Bidan terus berupaya memberikan pelayanan dalam setiap siklus kehidupan wanita dengan harapan, kesehatan wanita Indonesia akan menjadi pembuka jalan bagi kesejahteraan hakiki wanita Indonesia, bangsa Indonesia.

Pelayanan tersebut meliputi, pelayanan pranikah, antenatal, intranatal, postnatal, bayi baru lahir, balita, anak, pra sekolah, sekolah, pubertas/ remaja, dan seterusnya serta keluarga berencana. Dalam melaksanakan tugasnya, bidan melakukan kolaborasi, konsultasi, dan rujukan sesuai dengan kondisi klien, kewenangan, serta kemampuannya.

Perkembangan pelayanan kebidanan menuntut kualitas bidan yang handal dan profesional serta upaya pemantauan (monitoring) pelayanan. Bidan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya tidak hanya kemampuan klinis sebagai bidan tetapi juga kemampuan untuk berkomunikasi, konseling, dan kemampuan untuk menggerakkan masyarakat desa dalam meningkatkan taraf kesehatan yang cukup banyak. Bidan diharapkan tetap mampu bersikap bijaksana bersikap dan bertindak.

Pembaca yang budiman, bidan adalah mitra perempuan, bersama perempuan, pendamping perempuan, memberikan pelayanan kepada perempuan, berinteraksi dengan perempuan, dekat dengan perempuan, juga pemberdaya perempuan. Bidan harus berdaya lebih dahulu sebelum memberdayakan perempuan. Pada abad millenum ini bidan menjadi bidan global dan perempuan global yang lekat dengan karakter bidan idaman. Bidan memberdayakan perempuan, untuk meningkatkan kualitas perempuan dalam mengambil keputusan dan kemampuan untuk menyiapkan generasi penerus.

Bidan pada era ini dituntut mempunyai kemampuan klinik kebidanan, mampu memberdayakan perempuan melalui pendidikan kesehatan, kemampuan kepemimpinan, sensitif gender, pelayanan sepenuh hati dan altruistik, berpenampilan prima, cerdas, dapat memecahkan masalah dan dapat menjadi bidan pada tatanan global, menjadi sahabat perempuan, mengembangkan diri dan belajar untuk meraih masa depan yang membuat keseimbangan di dalam hidup berkarya.

Peran perempuan dalam tatanan dunia global telah mengalami perubahan paradigma, mengikuti nilai-nilai dalam masyarakat yang dipacu dalam tembusan informasi dan menandainya batas-batas negara, keterbukaan dan berlakunya pasar bebas melahirkan prinsip-prinsip egalitarian, yang menekankan kesamaan hak untuk meraih prestasi. Wanita bukan lagi dilihat karena ia dilahirkan sebagai seorang wanita, tetapi dilihat dari apa yang telah dilakukannya dan prestasi apa yang telah dicapai. Status yang dilekatkan pada dirinya lebih merupakan hasil kerja/ usaha daripada karena nasib/ takdirnya yang terlahir sebagai wanita.

Perempuan di era global ini melihat bahwa mereka juga mempunyai aspirasi dan kesempatan yang sama dengan kaum pria. Hal itu membuat perempuan masa kini lebih asertif, mandiri, dan juga mempunyai banyak keahlian yang dulu dianggap hanya dimiliki pria. Keahlian perempuan yang paling menonjol adalah keahlian dalam menyiapkan anak untuk masa depan.

Disini perempuan memiliki kesadaran bahwa kualitas dan anak sangat tergantung dari dirinya dan pola asuh yang telah ia berikan. Sehingga dapat saya katakan bahwa kesehatan wanita adalah jaminan awal kesejahteraan bangsa. Karena wanita memiliki banyak sisi yang harus diperhatikan secara menyeluruh dan ditangani dengan serius. Wanita merupakan makhluk bio-psiko-sosial-kultural dan spiritual yang utuh serta unik yang memiliki kebutuhan dasar yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Bidan dituntut mempunyai karakter alam yang kompleks. Memberikan segenap pengabdian pada masyarakat, bidan berusaha selalu dekat dengan perempuan dan bayinya sehingga mengetahui keadaan dan kebutuhan mereka, bidan berusaha menempatkan semua pasien pada keleluasaan berpikir dan berpendapat serta memberikan pencerahan dengan derajat dan martabat yang sama, bidan sanggup membangkitkan semangat pasien ketika sedang mengalami kesulitan dengan pencahayaan yang jelas, bidan mampu membantu mengatasi masalah/ memfasilitasi, tidak menyulitkan pasien, dan menjadi sumber fasilitator segala bantuan, bidan berusaha memiliki keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat dan mampu menampung semua pendapat perempuan dan komunitasnya, bidan tampil berani menegakkan kebenaran dan aturan hukum yang berlaku tegas dan tuntas tanpa membeda-bedakan kelas sosial, suku bangsa, kelompok tertentu dan lainnya, bidan memaksakan dan memaksimalkan dirinya menjadi teladan bagi masyarakat disekelilingnya.

Perlu kita pahami, bahwa perubahan paradigma kebidanan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, membuat Bidan sebagai tenaga kesehatan yang diharapkan berada pada lini terdepan seharusnya membuat kita terpacu dan termotivasi meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan yang kita berikan.

Bidan dengan segala kompetensi, skill, dan intelegensi yang dimiliki harus mensinergikan lebih akumulatif dengan sikap dan kematangan berperilaku yang matang pula. Bidan sangat diharapkan mampu melakukan pendekatan-pendekatan menyeluruh dengan semua elemen masyarakat, seperti pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan lain, sesama Bidan, dan sesama masyarakat. Selain itu, dalam melaksanakan tugasnya berpegang teguh pada filofosi etika profesi dan aspek legal, bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan keputusan klinis yang dibuatnya, senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan mutakhir secara berkala, menggunakan cara pencegahan universal untuk mencegah penularan penyakit dan strategi pengendalian infeksi, menggunakan konsultasi dan rujukan yang tepat selama memberikan asuhan kebidanan, bekerja sama dengan petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan Ibu dan keluarga, melakukan advokasi terhadap pilihan Ibu dalam tatanan pelayanan. Keep spirit Senyum Kencana Kebanggaan, Bertahanlah Mempertahankan Cahaya Kecil Bumi Selatan! Semangat Para Bidan Sumbawa-NTB dan Indonesia. The world need midwives now and forever.__(joko)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru