Kisah Inspiratif Dari Lere

(KM.Sarangge ) Dihadapan peserta lokakarya Serah Terima Program Simbo (Sehat Ibu Dan Anak Mbojo) yang diselenggarakan Surf Aid dan Bapppeda Kabupaten Bima, Sudarmin, Ketua Tim Penggerak PKK desa Lere Kecamatan Parado berkisah tentang keadaan desanya yang berubah menjadi desa ODF ( Open Defecation Free) sebuah kondisi lingkungan desa dimana masyarakatnya sudah tidak ada lagi yang buang air sembarangan. Wabah penyakit yang sering melanda Lere adalah diare dan muntaber.

Diceritakan Sudarmin, desa Lere yang berjarak 15 Kilometer  dari ibu kota Kecamatan Parado kondisinya memang terisolir dengan kondisi jalan yang rusak dan tanjakan-tanjakan yang cukup terjal. Sebelum Lere mendapatkan sentuhan program dari Surf Aid, warga desanya sering buang air di sungai, di kebun dan di parit-parit kampung. Jumlah kepala keluarga di Lere sebanyak 239 dan di desa itu terdapat 215 rumah. Dari jumlah rumah tersebut hanya 40 rumah yang memiiki jamban keluarga.

Pada tahun 2013, pihak Surf Aid masuk di di desa Lere dan terus menerus memberikan penyuluhan tentang pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat. Dirinya bersama Surf Aid melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk membuat jamban keluarga. Untuk mengalirkan air menuju Lere dan supaya pasokan air bersih bisa mencapai Lere, maka diupayakanlah pemasangan pipa sepanjang 8 kilometer dengan bantuan dana dari Aurf aid dan swadaya gotong royong masyarakat.

Hasilnya, pasokan air bersih mengalir ke Lere dan setiap rumah memiliki jamban. Pada bulan November 2015, desa Lere meraih juara I lomba PHBS(Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) Tingkat Kabupaten Bima dan meraih juara II pada Lomba yang sama di tingkat Provinsi NTB. Lere ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Desa ODF ( Open Defecation Free). Desa bebas buang air besar sembarangan.(alan)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru