Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

 

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN

KISAH KE-11

Suatu hari Abdullah bin ja’far r.a. melewati sebuah kebun buah-buahan di Madinah al Munawwaroh yang dijaga oleh seorang hamba dari Habasyah. Abdullah bin Ja’far melihat hamba itu sedang makan di hadapan seekor anjing yang duduk di depannya. Setiap kali si hamba itu memasukkan sepotong makanan ke mulutnya, ia melemparkan sepotong yang sama besar kepada anjing itu. Ibnu Ja’far terus memperhatikannya. Setelah selesai makan, Ia menghampiri hamba itu lalu bertanya, “Siapa majikanmu?”

Hamba itu menjawab bahwa pemiliknya adalah keluarga sahabat Utsman r.a. .

Ja’far berkata, “Saya melihatmu berbuat aneh.”

“Apa?” kata si hamba itu.

Kata Ja’far, “Setiap potongan makanan yang kamu makan, lalu kamu memberikan sepotong lainnya kepada anjingmu.”

Hamba itu berkata, “anjing ini telah menemani saya bertahun-tahun, maka saya harus memberikan bagian yang adil dari makanan saya.”

Ibnu Ja’far r.a. berkata, “Seekor anjing dapat diberi makanan yang lebih rendah mutunya.”

Hamba itu berkata, “Saya malu di hadapan Allah swt. Saya makan sementara itu salah satu makhluk-Nya memandang saya dengan pandangan lapar.”

Setelah peristiwa itu, Abdullah bin ja’far r.a. menemui keluarga sahabat Utsman r.a. dan berkata, “Aku datang untuk memohon kebaikan kalian.”

Mereka bertanya, “Beritahu kami kebaikan apa itu?”

Ia menjawab, “Juallah kebun kalian itu kepadaku.”

Mereka berkata, “Kami akan sangat senang jika dapat menghadiahkan kebun itu kepadamu. Terimalah kebun itu sebagai hadiah.”

“Tidak, aku harus membelinya, “ sahut Ibnu Ja’far r.a. .

Akhirnya disepakatilah harga kebun itu dan dibeli oleh Ibnu Ja’far r.a. , lalu Ia berkata, “Aku juga ingin membeli hamba pekerja kebun itu.”

Namun mereka menjawab, “Maafkan kami, hamba itu telah tinggal bersama kami sejak kanak-kanak. Akan sangat sulit bagi kami untuk berpisah dengannya.”

Ibnu Ja’far r.a. terus mendesaknya sehingga akhirnya Ia mendapatkan hamba itu bersamanya. Setelah selesai melakukan jual beli itu, Ibnu Ja’far r.a. berkata kepada hamba itu, “Aku telah membeli kebun ini dan juga dirimu.”

Hamba itu berkata, “Selamat, semoga Allah swt. Memberkahimu. Saya hanya merasa sedih karena harus berpisah dengan tuan saya yang telah memelihara saya sejak kecil.”

Abdullah bin Ja’far r.a.  berkata, “Aku memerdekakanmu, dan kebun ini pun saya hadiahkan kepadamu.”

Mendengar hal itu, hamba itu berkata, “Jika demikian, saya mohon agar Engkau bersaksi bahwa saya mewakafkan kebun itu bagi Keturunan Utsman r.a. .”

Abdullah bin Ja’far r.a. berkata, “saya sangat terkejut mendengarnya, lalu saya pulang dan mendo’akan agar Allah swt. Memberkahinya.” (Musamiraat)

 

(Disadur dari buku Fadhilah sedekah, karya Maulana Muhammad Zakariyya alkandhalawi rah,a., 2002, 493-494) sumber foto ; net

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru