Belajar Bahasa Inggris Geratis di Smart Course

KM. Sukamulia - Smart Course, drmikianlah nama wadah kecil-kecilan yang didirikan oleh saudara Sahlim, S. Pd. Wadah ini didirikan sebagai salah satau sarana belajar untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berbahasa Inggris. Al-hasil, setelah dijalankan selama 3 bulan, Smart Course dapat menarik perhatian dan minat masyarakat Desa Sambik Elen untuk memperdalam pemahaman berbahasa Inggris. Masyarakat Sambik Elen juga memberikan apresiasi yang baik terhadap penyelenggaraan Smart Course tersebut sebab peserta yang telah mengikuti kursus selama 3 bulan terseut, kini sudah bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, baik dengan teman-temannya maupun dengan wisatawan manca Negara.

Pendiri Smatr Corse terinspirasi untuk mendirikan wadah tersebut karena wilayah Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu wilayah pariwisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan manca negara dan adanya program Pemerintah Desa Sambik Elen untuk membuka Tracking Center di sekitar jalur pendakian Sambik Elen.

Saya terinspirasi mendirikan wadah kecil-kecilan ini karena melihat Desa Sambik Elen yang potensial untuk mengembangkan pariwisata. Hal lain yang menyebabkan saya terinspirasi untuk mendirikan wadah ini adalah adanya program Pemerintah Desa Sambik Elen untuk membuka jalur pendakian Gunung Rinjani melalui jalur Sambik Elen. Lemahnya kemampuan berbahasa Inggris anak-anak sekolah yang berasal dari desa ini juga menginspirasi saya untuk membuka kursus geratis dengan pola pembelajaran yang santai, pepar Sahlim, S. Pd.

Lebih detail pendiri Smart Course menceritakan bahwa tujuan khusus didirikannya wadah tersebut adalah untuk mempersiapkan siswa SMP/MTs dan SMA/SMK yang ada di sekitar Desa Sambik Elen dalam menghadapi ujian nasional, khsusunya pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Tujuan umum dilaksanakannya Smart Course adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bertutur sama dengan menggunakan bahasa Inggris, serta untuk mempersiapkan masyarakat setempat dalam menyongsong rencana pendirian Tracking Center Rinjani di Sambik Elen, serta memperisapkan generasi muda setempat gunaa menyongsong persaingan global khususnya dalam bidang ekonomi, yakni Ekonomi Asia Eropa yang sebentar lagi akan terealisasi.

Untuk mengikuti kegiatan Smart Course, pengelola sekaligus pendiri Smart Course tidak memungut biaya sepeserpun kepada setiap peserta didik, yang artinya kegiatan pembelajaran atau kurusus Bahasa Inggris di Smart Course tidak dipungut biaya alias geratis. Hal inilah yang membuat peserta didik semakin termotivasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Teknik pembelajaran yang dikembangkan oleh pengelola Smart Course adalah Teknik Belajar Aktif dan Menyenangkan. Dimana, ketika proses pembelajaran berlangsung, setiap peserta dituntut untuk aktif berrbicara menggunakan Bahasa Inggris dan iklim  belajar yang dikembangkan adalah iklim berlajar yang santai dan menyenangkan. Teknik yang dikembangkan ini membuat peserta tidak mudah bosan dan cepat memahami materi pelajaran dan al-hasil, setelah satu bulan mengikuti pembelajaran di Smart Course, pesera belajar bisa bertutur sapa menggunakan Bahasa Inggris, baik ketika belajar ataupun ketika peserta berada di lingkungan tempat tinggal mereka.

Untuk meningkatkan perbendaharaan kata, pengelola Smart Course membuat Hand Book yang dibagikan kepada setiap partisipan Smart Course. Buku tersebut diberi judul “Vocabulary Book” yang berisi 700 suku kata Bahasa Inggris, lengkap dengan cara membaca dan artinya di dalam Bahasa Indonesia. Dengan dibuatnya Hand Book ini maka setiap partisipan diharapkan mampu mengucapkan kata dalam bahasa Inggris dan dengan demikian mereka mudah berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar.

Untuk berkomunikasi, partisipan dituntut untuk tidak takut salah dalam bertutur dengan menggunakan Bahasa Inggris, baik pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung ataupun ketika mereka berkomunikasi dengan sesame partisipan dan orang-orang asing (tamun manca negara) yang kerab berlalu lalang di sekitar wilayah Bayan.

Pengelola dan Partisipan Smart Course menyepakati aturan di dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Setiap partisipan dituntun untuk on time (mengikuti pembelajaran sesuai dengan jadwal) yang telah disepakati, 2) Bagi partisipan yang datang terlambat dikenai denda sebesar Rp. 2.000,- sedangkan partisipan yang tidak hadir tanpa keterangan (confirmations) dikenai denda sebesar Rp. 5.000,- pada setiap pertemuan, 3) setiap partisipan diwajibkan menyerahkan 5 kosa kata sebelum pembelajaran dimulai pada setiap pertemuan, apabila partisipan tidak menyerakan 5 kosa kata tersebut maka partisipan tidak diizinkan untuk mengikuti pembelajaran, 4) Seiap partisipan tidak diperbolehkan menggunakan Bahsa Sasak pada saat pembelajaran berlangsung dan apabila partisipan melanggar aturan ini maka ia akan dikenai saksi berupa satu kali pukulan pada telapak tangannya, dan 5) Setiap partisipan dituntut untuk mengikuti kegiatan study tour sesuai dengan jadawal yang disepakati. Dengan adanya aturan-aturan tersebut maka partisipan Smart Course sangat disiplin dalam mengikuti segala kegiatan yang diprogramkan oleh pendiri wadah tersebut.

Pendiri berinsprasi mendirikan Smart Course sejak ahir tahun 2014 dan teralisasi pada bulan Februari 2015. Untuk merealisasikan hal tersebut, Sahlim, S. Pd selaku pendiri sekaligus pengajar Smart Course mengajak siswa-siswi MTs. Maraqitta’liamt Lenggorong untuk mengikuti kursus bahasa Inggris yang diselenggarakan di MTs. Maraqitta’limat Lenggorong. Awal-nya, ada 8 orang peserta didik yang mengikuti kursusu bahasa Inggris yang diselenggarakan tersebut. Delapan orang peseserta didik tersebut merupakan alumni MTs. Maraqitta’limat yang saat ini sedang menempuh pendidikan Menengah Atas di beberapa sekolah menengah atas yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Bayan.

Dua minggu kemudian, partisioan Smart Course bertambah menjadi 10 orang dan hingga saat ini terdapat 24 orang peserta didik yang sebagian berasal dari Dusun Lenggorong dan Dusun Sambik Elen Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. beberapa orang partisipan lainnya berasal dari Torean Desa Loloan. Perlu diketahui, bahwa partisipan Smart Course bukan hanya siswa-siswi MTs./SMP dan MA/SMA/SMK, namun peserta didik Smart Course juga berasal dari kalangan masyarakat umum yang bekerja sebagai Porter (Buruh Gunung). Dari 24 orang peserta kursus, terdapat 6 orang dari tingkat SMP/MTs, 10 orang dari tingkat SMA/SMK/MA, 2 orang dari tingkat mahasiswa, dan 6 orang masyarakat Lenggorong yang bekerja sebagai Porter.

Untuk sementara, kegiatan pembelajaran Smart Course dilaksanakan di gedung MTs. Lenggorong Desa Sambik Elen. Dalam satu minggu dilaksanakan enam kali pertemuan (Senin – Sabtu). Kegiatan pembelajaran ini berlangsung pada malam hari, mulai dari pukul 19.30 Wita – 22.30 Wita. Perlu juga diketahui bahwa selama ini partisipan Smart Course telah melaksanakan parktik sebanyak 6 kali dan bahkan pada bulan Agustus lalu, mereka dibawa praktik ke Gunung Rinjani. Dari beberapa kali praktek itu dapat dinilai bahwa partisipan Smar Course sudah bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris, khususnya dengan tamu-tamu manca negara.

Sejak awal bulan Oktober lalu, Smart Course melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan system roling atau disebut dengan istilah back to home. System pembelajaran ini diterapkan atas permintaan peserta kursus dengan tujuan supaya keakraban peserta kursus semakin meningkat sebab dengan program Back to Home tersebut peserta kursus dapat mengetaui rumah masing-masing temannya. Program ini dilaksanakan selama 24 hari, dimana pembelajaran dilaksanakan di rumah masing-masing peserta secara bergantian. Dan sejak tanggal 10 Noveber 2015, program pembelajaran kembali dilaksanakan di tempat semula (MTs. Maraqitta'limat Lenggorong).

Sebagaimana diceritakan pada bagian sebelumnya, Smart Course juga dilaksanakan di Dusun Kokok Putik Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SMK NW Kokok Putik Desa Bilok Petung dengan jadwal satukali dalam seminggu yaitu pada setiap hari Kamis, pukul 15.00 – 17.30 Wita dengan aturan yang sama dengan Smart Course yang diselenggarakan di Dusun Lenggorong.

Smart Course yang diselenggarakan di Dusun Kokok Putik berlangsung sejak awal bulan April 2015 dengan partisipan sejumlah 37 orang yang kesemuanya merupakan warga Dusun Kokok Putik yang memiliki minat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Sedangkan Smart Course yang diselenggarakan di Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur diselenggarakan sejak pertengahan bulan Mei 2015 dengan partisipan yang berjumlah 28 orang. Ke 28 orang partisipan tersebut berasal dari siswa-siswi SDN 10 Pohgading dan beberapa SMP/MTs, serta SMA yang berada di sekitar wilayah Kecamatan Pringgabaya.

Demikianlah segelumit kisah inspiratip yang dapat kami suguhkan pada artikel kali ini, semoga kisah ini dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi warga atau pencinta Kampung Media yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris supaya melaksanakan hal yang sama guna meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris warga sekitarnya sebab bahasa Inggris memiliki peranan yang sangat penting dalam menyongsong persaingan global, khususnya di dalam bidang ekonomi. Terimakasih atas kunjungannya, mohon maaf atas segala kekurangan dan salam dari kampung.

_By. Asri The Gila_ [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru