Setia Jualan Es Serut

KM. Sukamulia – Allah menciptakan banyak jalan untuk manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mendapatkan kebutuhan itu manusia harus memiliki kemampuan dan skill tersendiri sesuai dengan bidang yang ingin ditekuninya. Berdagang adalah salah satu jalan yang ditempuh oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Terkait dengan hal tersebut, artikel kali ini akan mengisakan tentang seseorang yang setia dan tetap semangat dalam menjalankan usaha yang digelutinya. Orang tersebut bernama Suaib yang setiap harinya bekerja sebagai penjual Es Serut. Suaib adalah warga Pringgarata Barat Desa Pringgarata Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Laki-laki berusia 60 tahun ini telah lama menggeluti usaha sebagai penjual Es Serut di depan Masjid Nurul Huda Desa Pringgarata tepatnya di depan kios Azzahra. Menurut pengakuan Suaib saat penulis berkunjung ke tempat jualannya beberapa hari yang lalu, ia sudah menggeluti pekerjaan sebagai penjual Es Serut sejak ia masih muda, yaitu pada tahun 1974 dan hingga saat ini ia tetap menggeluti pekerjaan itu dengan penuh semangat dan tanpa merasa bosan. Lauar biasa yach… ternyata Suaib adalah tipe seorang pedagang yang sangat setia. Selain setia berjualan Es Serut, Suaib juga sangat setia dengan lokasi tempatnya berjualan. Ia mengisahkan bahwa sejak tahun 1974 ia menjual Es Serut di tempat itu bersama 8 orang temannya. Namun semakin tahun, temannya semakin berkurang dan sejak tahun 2009 hingga saat ini hanya beliau yang masih bertahan menjual Es Serut, sedangkan teman-temannya yang lain sudah beralih profesi dengan menggeluti pekerjaan lain. Alasan kawan-kawannya berhenti menjual Es Serut adalah karena banyaknya pedagang Es Buah, Jus dan jenis es lainnya di sekitar mereka berjualan. Banyaknya pedagang es itu membuat pendapatan Suaib dan kawan-kawannya semakin menurun dan ahirnya 8 orang kawannya itu berhenti berjualan dan alih profesi. Hanya saya yang bertahan sebab saya yakin bahwa pekerjaan ini adalah jalan terbaik untuk saya mendapatkan rizki dan saya yakin lewat usaha ini Allah menitip rizki untuk saya, papar Suaib. Prinsip Suaib hebat juga ya… atas prinsip itulah, Suaib bertahan sebagai penjual Es Serut. Laki-laki separuh bayan ini juga menceritakan kepada saya bahwa ia sempat putus harapan dari usaha yang digelutinya sebab Es Serut yang dibuatnya sempat mengalami kebangkerutan karena kurangnya jumlah pembeli. Hal itu menyebabkan Suaib memutuskan untuk merantau ke Kalimantan. Suaib, mengaku bahwa ia meninggalkan pekerjaan yang sudah digelutinya selama puluhan tahun lamanya itu karena pembeli Es Serut yang dibuatnya sangat kurang sehingga pada pertengahan tahun 2012, ia pergi ke Kalimantan untuk mencari nafkah di sana. Sesampai di Kalimantan, laki-laki itu bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan sebesar satu juta per bulan. Setelah enam bulan bekerja sebagai buruh pabrik, Suaib merasa bahwa bekerja sebagai buruh pabrik sangat melelahkan sedangkan pendapatannya tidak sesuai dengan tenaga dan waktu yang dihabiskannya sebab ketika ia masih sukses berjualan Es Serut di Lombok, setidaknya setiap bulan ia mendapatkan penghasilan bersih sekitar 1,5 hingga 2 juta pada setiap bulannya. Karena saya merasa bahwa penghasilan saya tidak sebanding dengan tenaga yang saya keluarkan maka saya memutuskan untuk pulang ke Lombok dan kembali kepada usaha saya sebagai penjual Es Serut, kisah laki-laki berpenampilan sederhana itu. Sejak awal tahun 2013, Suaib kembali menjual Es Serut di tempat yang sama (di sekitar Masjid Nurul Huda) hanya saja lokasinya agak bergeser sebab lokasi berjualannya yang dulu ditempati oleh penjual nasi sehingga ia berpindah lokasi ke sebelah barat masjid, tepatnya di pinggir jalan raya dan lokasi itu ia tempati hingga saat ini. Menurut pengakuan beliau, sejak berpindah lokasi itu, Es Serut yang dijualnya lumayan laku. Beliau juga mengaku bahwa sejak saat itu hingga sekarang, setiap harinya ia bisa memperoleh uang sejumlah 300 hingga 400 ribu dan dari hasil itu beliau bisa mendapatkan untung sekitar Rp. 100.000 hingga Rp. 140.000 per hari. Sedangkan pada hari-hari besar, seperti lebaran dan hari besar lainnya, beliau dapat memperoleh untuk hingga Rp. 200.000/hari. Wah, wah… wahhh, lumayan juga ya, saya jadi kepengen jualan Es Serut seperti bang Suaib, heeee. Saya semakin penasaran sama usaha yang digeluti oleh bang Suaib sehingga saya terus mengork keterangan dari beliau. Suaib bercerita bahwa dari modal Rp. 100.000, beliau dapat memperoleh untung sejumlah Rp. 40.000 hingga Rp. 50.000. Mendengar cerita itu, saya-pun bertanya mengenai resep jualannya. Ternyata, Suaib mempunyai resep yang sederhana, yaitu mendapat untung sedikit tapi jualan lancar dan agar jualannya selalu digemari oleh pembeli maka Suaib sangat mengutamakan rasa. Untuk satu mangkok Es Serut, Suaib hanya menjualnya dengan harga Rp. 3.000,- dan sejak tahun 2013, beliau tidak pernah berganti resep, dimana Es Serut yang dijualnya dibuat dari bahan es batu yang diserut, roti gabus, mutiara, santan kelapa, air gula dan susu. Es Serut bang Suaib memang enak kok, saya saja sampe ketagihan menikmati Es Serut tersebut makanya setiap saya lewat di Pringgarata, saya selalu menyempatkan diri untuk mampir di warung Es Serut bang Suaib. Saya sendiri, mulai mampir di Es Serut bang Suai sejak pertengahan tahun 2014 dan sejak itu saya ketagihan menikmati jualannya bang Suaib. Kalau saudara penesaran, silahkan saja berkunjung ke tempat jualannya bang Suaib, heheeeee. Perlu juga penulis ceritakan bahwa Suaib adalah ayah dari 6 orang anak dan anaknya yang terahir baru berusia 5 tahun. Suaib membiayai hidup anak dan istrinya dari hasil berjualan Es Serut, sedangkan istrinya hanya bekerja membantunya membuat Es Serut dan juga sering menemaninya berjualan. Suaib mengaku bahwa dari hasil jualan Es Serut, ia merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dan bahkan hasilnya itu juga digunakan untuk membiayai sekolah 5 orang anak-nya. Atas dasar itu, Suaib tidak bosan terhadap pekerjaan itu dan bahkan ia berkata bahwa ia akan tetap berjualan Es Serut selama ia sehat sebab usaha yang digelutinya itu sudah dianggap sebagai pekerjaan yang menyenangkan dan juga menguntungkan bagi diri dan keluarganya. Es Serut yang dijualnya juga sudah menjadi kebutuhan bagi warga sekitar sehingga jika satu hari saja Suaib tidak keluar berjualan maka pelanggan setianya akan bertanya-tanya tentangnya. Heheeee, Suaib hebat juga yach… tetap semangat bang Suaib, insyaallah jualannya akan selalu lancar. Pencinta Kampung Media yang budiman, dari kisah bang Suaib tadi, kita bisa mengambil beberapa pelajaran, yakni 1) jikita mempunyai sebuah pekerjaan maka kita harus tekun dan selalu semangat dalam melakukan pekerjaan itu, 2) jangan mudah berputus asa, 3) lakukanlah pekerjaan itu dengan baik dan penuh keikhlasan, 4) bagi para pedagang, agar barang dagangannya tetap lancar dan laku maka janganlah terlalu mengambil banyak keuntungan, artinya ambil saja keuntungan yang kecil sebab itu lebih baik dari pada mengambil untung besar tetapi barang dagangan tidak lancar, dan 5) setialah pada pekerjaan yang kita geluti sebab Allah mencintai orang-orang yang bersabar dan tidak banyak mengeluh. Waduhhhhhh, kok saya kayak seorang penasehat saja yach ?, tetapi tidak apa-apalah, hidup ini-kan harus saling memperingati sebab orang yang beruntung adalah orang-orang yang mau saling nasehat menasehati untuk kebaikan. Pembaca yang budiman, demikianlah segelumit kisah tentang seseorang yang setia pada pekerjaanya dan semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Terimakasih atas kunjunannya, mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dan Salam dari Kampung. _By. Asri The Gila_ () 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru