Pernikahan di Surga

KM TNC. Cerita minggu ini. Lelaki itu sedang duduk di atas dipan yang berada di tepi sungai yang permai sambil menikmati susu madu dari sebuah wadah yang terbuat dari emas. Usiannya sekitar 30-33 tahun, wajahnya tampan, pakaiannya indah berwarna hijau dan terbuat dari sutera yang tebal.

Dihadapannya, duduk perempuan yang sangat mempesona. Wajahnya berseri-seri, paranya sangat cantik jelita, kulitnya putih mulus tak bernoda sedikitpun seperti wanita yang lama dipingit. Matanya bercelak, jelita laksana mutiara, cemerlang laksana telur burung unta yang tersimpan baik.

Setelah mengenal lebih jauh, lelaki itu mengetahui itu ternyata masih perawan, tidak pernah disentuh oleh siapapun dan dimanapun. Usiannya sebaya dengannya, sekitar 30-33 tahun dan tubuhnya pun sama tinggi dengannya, sekitar 60 hasta. Sikapnya sangat sopan, akhlaknya sangat baik sungguh indah bagaikan keindahan permata yakut dan marjan.

Mereka kemudian dinikahkan dan ternyata bukan hanya dengan perempuan luar biasa ini saja lelaki ini dinikahkan. Masih banyak perempuan-perempuan luar biasa yang kemudian dinikahkan pula hingga mencapai 70 bahkan bisa lebih. Segala yang diinginkan di tempat ini serba boleh dan serba bisa karena pernikahan ini terjadi di dalam surga.

“Dan kami nikahkan mereka dengan bidadari” (QR. Ad-Dukhaan:45).

“Dari Mu’azd bin Jabal sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “para penghuni surga masuk surga dalam keadaan tubuh berseri, bercelak, berusia tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun” (HR. Ahmad). Alamsyah [] -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru