Abang Sono Inspirasi

Disudut malam ini, kenangan terindah meninggalkan makna hanya sekejap. Perkenalan sehari  membawa arti dalam seratus tahun, sebab cerita hidup beliau telah menitipkan pesan melewati cobaan dalam menghadapi masa depan yang misteri.

Hidup dalam kesederhanaan, kesendiriannya tidak membuat ia menyerah untuk menyelesaikan masa studi di perguruan tinggi universitas mataram. Dalam kondisi yang serba minim tak membuat semangatnya pudar. Perjuangan keras bergelumut dengan buku selama hampir 6 tahun akhirnya terlunaskan.

Yach Namanya Suswanto pangilan akrab abang sono yang kini telah Wisuda, Kedua orang tuanya meninggal sejak ia masih kecil, terpancar hangat dalam melihat potret orang lain yang berdekatan bersama orang tuanyanya. Banyangan seorang bapak ibu seakan ada dalam meramaihkan acara ini, ketika dulu bapak selalu memberikan nasehat baik juga ibu yang selalu mendidik untuk menjadi orang besar agar berguna bagi bangsa dan orang banyak.

Tidak terasa jarum jam itu terus berlari dan berganti hari selama 15 tahun lebih ia di besarkan memberi jawaban pada kesederahaan yang ada sehingga ia mampu berakhir dalam pendidikan Stata S1 Tehnik eletron di universitas mataram. sebelumnya rencana orang tua anggkat serta keluarga besarnya ingin hadir meramaikan wisudanya. Namun Dalam perjalanan dari tempat tinggal NISA kabupaten dompu menuju kota mataram terpupus di tengah jalan, tahun ini tuhan belum berpihak dengannya kesuksesan besar menyelesaikan kuliah tidak memberikan nikmat kegembiraan untuk dirasakan, melainkan diberikan cobaan besar yang harus di hadapin, dalam duka ia terus menangis atas kepergian ponakaan yang menjadi bagian pelengkap hidupnya dulu.

Rencana lama dalam cerita, ketika bencana besar (kecelakaan) yang kini membawa kepergian adinda rahmat ramadhan untuk selamahnnya meninggalkan dunia. Ponaan yang selalu setia bersamanya dalam tawa maupun duka menjadi pelekap dalam kekurangannya. setelah lama menahan lapar menyisipkan uang jajan untuk masuk dalam tabungannya. Selama dua tahun lamannya ia menambung, hanya ingin melepaskan rindu dalam janji. Tabungan itu niatnya ingin membeli Smart Hanpone terkini yang kirasan harga Rp 500.000 agar ia terlihat keren dan tidak tertinggal dalam dunia Modernisasi kekinian juga kesan yang ingin ia temukan dalam kebersamaanya dengan sang kaka, paling tidak ia ikut pergi jalan-jalan ke sengigi atau ke MOLL-Mataram tetapi kini hanya terkubur dalam cerita dulu.

Hingga kini abang sono belum pernah memberikan kegembiraan hangat yang dirasakan oleh adiknya itu, dalam acara wisudahnya tahun ini memang tidak ada rasa bahagia dalam tubuhnya melihat beberapa teman yang seangatan dulu pergi melewatinya, entah itukah jawaban dari semua ini ??

Berakhir mendapatkan pengharaan tinggi belum cukup untuk Abang sono hentikan langkah, keseriusan menangis dalam kepergian adinda rahmat tidak menyenangkan ia dalam jiarah kubur. Sebab semuanya siah-siah tanpa arti. Berdo’alah kepergiannya dan teruslah berjuang untuk mencapai tingkatan derajat dalam hidup. Intelektual persaingan masih terus ada dan sarjana pengangguran dinegri ini terus meningkat lapangan pekerjaan pun sangat minim untuk dihentikan langkah ini.

Apapun yang terjadi hari ini bersabarlah, Memang tidak muda tetapi bersabarlah yang menbuat anda damai dalam kesulitan, dan upayamu lebih lancar untuk sukses walaupun ada masalah.

Kesunyian malam dalam kesendirian aku mengingat kehadiranmu. (29/03/2015) - 05

 

 

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru