Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN

KISAH KE-60

Suatu ketika, Khalifah Harun ar Rasyid rah.a. sedang dalam suatu perjalanan haji. Ia berhenti beberapa hari I kufah. Pada saat keberangkatannya dari kufah, banyak orang yang berkumpul di pinggiran kota untuk melihat iring-iringan Khalifah. Di antara mereka ada seorang ahli zuhud terkenal, Bahlul rah.a. (di panggil Bahlul orang gila) duduk diatas sebuah gundukan di luar kota. Anak-anak biasa berkumpul menggoda bahlul rah.a. mengejek dan melempar batu kearahnya. Ketika Khalifah lewat dihadapannya, anak-anak lari. Bahlul memanggil Amirul Mukminin dengan lantang, “Amirul mukminin! Amirul Mukminin!”

Mendengar seruan itu, Harun ar Rasyid menaikkan tirai Haudhah hewan kendaraannya, melihat keluar dan berkata, “Labbaik, wahai Bahlul, apa yang engkau inginkan?”

Bahlul rah.a. berkata, “Amirul Mukminin! Ada seseorang menceritakan kepadaku dari Qudamah r.a. bahwa, Ia melihat Rasulullah saw. Pergi berhaji, di mina mengendarai seekor unta dengan Haudhah sederhana di atas punggungnya.  Tanpa menghalau orang-orang atau menyingkirkan mereka dari jalan. Tanpa berkata, ‘awas menepilah, Rasulullahsaw. Akan lewat’ Wahai Amirul Mukminin, akan jauh lebih baik bagimu, jika Engkau juga berkendaraan dengan penuh rendah hati, daripada berpawai dengan keangkuhan.”

Harun ar Rasyid menangis mendengar kata-kata ini, Ia berkata, “Nasehatilah Aku lebih lagi, wahai Bahlul. Semoga Allah memberkahimu.”

Kemudian Bahlul membaca dua bait syair, yang artinya; “Benar, engkau adalah seorang raja penguasa dunia. Semua orang menunjukkan kesetiaannya padamu! Lalu bagaimana? Esok kamu akan dibaringkan dikubur sebagai rumahmu. Dan dari segala arah, orang-orang akan melemparkan debu ketubuhmu menutupimu.”

Khalifah menangis keras mendengarnya. Ia berkata, “Bahlul, nasehatilah lagi.”

Bahlul berkata, “Amirul Mukminin, jika Allah swt. Mengaruniakan kemakmuran dan keindahan jasmani kepada seseorang, lalu ia menggunakan hartanya di jalan Allah, dan melindungi kecantikannya dari dosa, maka namanya akan dicatat dalam daftar Allah sebagai golongan orang-orang yang shaleh.”

Harun ar Rasyid berkata, “Kamu telah menasehatiku dengan baik. Kamu patut mendapat hadiah.”

Bahlul berkata, “Kembalikanlah hadiah itu kepada mereka yang telah membayarmu (pajak). Aku tidak menginginkan hadiah apapun darimu.”

Harun ar Rasyid bertanya, Seandainya Ia berhutang kepada orang lain, Ia ingin membayarnya atas nama bahlul. Bahlul menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, utang tidak dapat menyelesaikan utang (uang milikmu itu pun amanah kaum muslimin. Dengan demikian, itu adalah utangmu kepada mereka). Pertama bayarlah dulu apa yang menjadi kewajianmu kepada masyarakat, kemudian pikirkan utang orang lain.”

Khalifah berkata, “Dapatkah Aku menetapkan tunjangan atasmu untuk melengkapi segala keperluanmu?”

Bahlul rah.a. berkata, “Kita berdua adalah hamba allah. Aneh, jika Ia memberimu segala keperluanmu lalu tidak memberiku keperluanku.” Kemudian Harun ar Rasyid menurunkan tirai haudhahnya dan meneruskan perjalanannya. (Raudh)

Telah diketahui umum bahwaharun ar Rasyid sangat sering menangis jika ada suatu nasehat ditujukan kepadanya. Pada suatu hari, Ia dalam suatu perjalanan haji, Ia telah berjumpa dengan Sa’adun (si gila). Sa’adun membacakan kepadanya beberapa bait syair yang artinya: “Walaupun Engkau dijadikan sebagai Raja penguasa dunia, Engkau tidak akan dapat lari dari kematian, dan meninggalkan dunia ini untuk para musuhmu. Walaupun hari ini wajahmu tersnyum, esok hal itu pasti akan membuatmu bersedih.”

Mendengar syair ini, harun ar Rasyid terguncang menangis hingga jatuh pingsan. Sampai-sampai Ia tidak dapat menunaikan tiga Shalat Fardhu tepat pada waktunya. Raudh)

Harun ar Rasyid memiliki sebuah cincin yang berstempel tulisan: “ALAZOMATU WAL KUDROTU LILLAH” “Segala kebesaran dan Kekuasaan hanya milik allah semata.”

Menunjukkan bagaimana pandangannya terhadap ke-Agungan dan Kekuasaan Allah swt. Yang tak terbatas.

 

 

(DisadurdaribukuFadhilahsedekah, karyaMaulana Muhammad Zakariyyaalkandhalawirah,a., 2002, 547-549) sumberfoto ; net

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru