perilaku anak cerminan perilaku orang tua

"Jangan pernah melakukan sesuatu yang tidak baik di depan anakmu!" Pesan dan nasehat ini terdengar sepele dan remeh, namun maknanya sangat besar. Kebanyakan orang tua selalu menyalahkan anak tentang perilaku tidak baik yang dilakukan anaknya, tanpa mencari tahu darimana sumber atau asal perbuatan yang tidak baik itu mereka tiru. Kadang kita sebagai orang tua sering tidak sadar melakukan perbuatan dan berucap yang tidak baik di depan anak -anak, nah.... perbuatan itu akan direkam dan disimpan anak di dalam memori jangka panjang mereka. dan sewaktu - waktu ingatan itu akan mereka  keluarkan melalui perbuatan yang sama seperti yang telah mereka rekam. so... para orang tua mari kita jaga tutur kata dan perbuatan kita di depan anak - anak kita. semoga cerita di bawah ini akan menjadi renungan kita sebagai orang tua bahwasanya tidak semua perbuatan anak tercipta dari lingkungan dan teman - temannya, namun juga kebanyakan perilaku anak - anak merupakan cerminan dari perilaku orang tuanya.

Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi di sana. Setiap anak mendapatkan peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.

Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakan acara itu. Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan ssebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga nelayan, dengan jala yang di sampirkan di bahu. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran sebagai pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.

Tiba kini akhir dari pementasan tersebut. Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan hadiah. Setiap anak tampak berdebar hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdo’a, supaya Pak Guru akan menyebut nama mereka, dan mengundang ke atas panggung untuk menerima hadiah. Para orangtua pun ikut berdo’a, membayangkan anak mereka menjadi yan terbaik.

Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebut sebuah nama. Ahha… ternyata, anak yang menjadi pak tua pemarahlah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. “Aku menang…”, begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling , menatap seluruh hadirin. Mereka bangga.

Pak guru memberikan hadiahnya, dan bertanya kepada anak tersebut, “Nak, peranmu sebagai seorang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini?”. Sang anak menjawab, “Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada ayah saya di rumah. Karena, dari Ayah lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayahlah saya meniru perilaku ini. Ayah berteriak kepada saya, maka, bukan hal yang sulit untuk menjadi pemajar seperti Ayah.”

Begitupun kedua orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnya mereka merasa bangga, kini keadaanya berubah. Seakan, mereka berdiri sebagai terdakwa, di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dalam perilaku mereka.

Semoga cerita di atas yang dikutip dari file:///D:/CERITA%20INSPIRASI/INTERMEZO/cerita-motivasi-anak-sekolah.html dapat membuat kita sebagai para orang tua berintropeksi, sehingga dikala anak - anak kita melakukan atau berbicara yang kurang baik kita tidak menyalahkan mereka 100%. Namun melihat kembali asal dari perbuatan dan ucapan itu, siapa tahu itu berasal dari perbuatan dan ucapan kita yang terekam oleh mereka. Semoga kita semua menjadi orang tua yang bisa diteladani oleh anak - anak kita. Amin. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru