Pacarku:Abang, Kapan Kau Akan Menikahiku?

Secara medis, ternyata pernikahan di usia muda sangat di anjurkan karena dua alasan ini, alasan yang pertama:peningkatan resiko depresi Wanita 5X(lima kali) lebih tinggi akan di alami Wanita usia tua dibandingkan Wanita usia muda pada mereka yang belum menikah; Dan alasan yang kedua mengacu pada alasan yang pertama, diamana:menikah di usia muda dapat menghindari bahaya depresi tersebut bagi kaum wanita saat memiliki anak nanti. Akan tetapi, pernikahan tidak begitu saja di anjurkan pada setiap pemuda ataupun pemudi sebelum memenuhi beberapa aspek yang telah dituliskan dalam syari’at agama.

Pernikahan memang telah layak menjadi pemikiran saya untuk langkah saya selanjutnya, apalagi pada bulan Oktober 2014 kemarin saya baru saja merayakan ulang tahun saya yang ke-25, saya baru saja menyelesaikan studi S1 di salah satu perguruan Tinggi di Lombok, dan saat ini saya sedang bekerja di salah satu Lembaga Pendidikan di Mataram. 3 Tahun belakangan ini saya menjalani hubungan jarak jauh atau apa yang di sebutkan dengan Long Distance Relationship(LDR). Allhamdulillah segala puji bagi Allah, Wanita yang saya pacari begitu spesial dan memiliki keperibadian yang begitu baik menurut saya dimana saat ini dia masih duduk di bangku kuliah semester V(lima), Dia begitu membuat saya kagum atas tutur dan perilakunya sehingga wajar saja sesekali saya mulai membicarakan tentang langkah Kami selanjutnya yaitu Pernikahan. Kami memang jarang memiliki kesempatan untuk bertemu sebagaimana pasangan biasanya, yang bisa bertemu dan jalan-jalan minimal sekali dalam seminggu, tapi tidak bagi kami. Kalaupun  bertemu, kami hanya bisa duduk di ruang tamu kemudian kemudian berbagi bercerita tentang karir dan keseharian kami masing-masing, dan itu sudah menjadi kebahagiaan yang sempurna bagi kami untuk kami kenang saat kami kembali ke dunia kami masing-masing. Saya rasa benar apa yang pernah dikatakan orang-orang, “Saling Percaya adalah kunci daripada kesetiaan”, ya.., kami memang saling percaya sehingga kami mampu bertahan dan terus saling mencinta, bermimpi bersama dan menjaga perasaan yang kami miliki satu sama lain lewat komunikasi, hal itu yang membuat kami masih saling memimpikan.

Entah kenapa pada tiga bulanan terakhir ini, Hampir setiap hari mengungkapan keinginannya untuk dinikahi, pada dasarnya kami memang sama-sama menginginkan itu sejak awal. Sebagai Pria, saya harus bijak untuk meredam keinginan yang Dia inginkan namun belum bisa saya turuti, meskipun padahal keinginan saya-pun begitu besar untuk menikahinya. Saya berfikir apa yang diinginkannya sangat wajar, saya sangat memahaminya. Mungkin Dia telah sedikit mulai bosan merasakan kerinduan, kerinduan, dan kerinduan yang terus menerus karena jarak hubungan kami, selain itu karena di lingkungannya Dia salah satu wanita yang banyak di kagumi Pria lain, tapi justru hal itu yang memotivasi saya untuk terus berusaha menjadi Pria yang lebih baik dihadapannya melebihi pria yang disana terus membayangi Dia untuk menjadi kekasihnya. Sejujurnya, saya tidak merasa khawatir dengan keberadaan pria-pria tersebut, karena saya percaya atas komitmen kami dan saya percaya atas mimpi-mipi kami yang terus kami bagi dan kami perjuangkan.

Pada akhirnya, setelah keinginan yang Dia ungkapkan berkali-kali selama tiga bulan tersebut, dan sekaligus merupakan keinginan saya yang saya pendam untuknya, saya putuskan untuk memberikan titik terang dengan cara merencanakan bulan dimana kami akan melangsungkan pernikahan, kami menentukan dan menyepakati bulan pernikahan kami. Dan, yang saya rasakan setelah menentukan bulan pernikahan kami begitu mengejutkan, dimana kami begitu bersemangat menjalani hari-hari kami untuk berusaha saling mempersiapkan diri sekaligus menanti hari esok itu datang dalam hari demi hari. Saat ini, Dia tidak lagi berulang-ulang bertanya “Abang, kapan kau akan menikahiku?”, pertanyaan itu kini berubah menjadi bayangan-bayang indah yang akan kami temukan nanti, kami begitu yakin dan saling mempersiapkan diri dalam banyak hal untuk rumah tangga impian kami nanti, kami juga saling mengingatkan untuk berdo’a semoga Tuhan merestui rencana-rencana yang telah kami rencanakan, semoga kelak kami bisa membangun rumah tangga yang sakinah, dan mampu menjaga kehormatan keluarga yang akan kami bangun, wallahumma amin....

Kita manusia memang hanya mampu berusaha dan merencanakan, selebihnya hanya Tuhan yang menentukan segala yang terbaik untuk kita sebagai ummatnya. Akhir kata, semoga tulisan ini bisa menjadi pengalaman positif bagi kaum pemuda-pemuda lainnya sehingga kita semua ber-ikhtiar dalam segala perintah dan sunnah-sunnahNYA menuju kehidupan yang selalu di rdhoi-NYA, amin. (Emank) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru