Orang Buta Anti Mengemis

KM. Pringgasela Tunanetra merupakan suatu kondisi tidak berfungsinya indera penglihatan pada seseorang secara sebagian (low vision) atau secara keseluruhan (totally blind). Hal ini dapat terjadi sebelum lahir, saat lahir dan setelah lahir, begitu juga yang dialami seorang kakek yang biasa di panggil “kakek Mun”. beliau adalah orang yang buta, dari sejak saya belum lahir jadi saya tidak tau pasti kapan mulainya, namun dari sejak umur 6 tahun saya sering bermain bersama dengan cucu dari adeknya saya sudah lihat beliau sudah buta. Kakek Mun seorang Kakek yang buta dan hidup tanpa ada seoran istri dan anak,apakah sudah menikah atau belum namun setahu saya tidak ada istri dan anak dari dulu, paling anak dari adek atau kakaknya.

Kakek Mun sekarang mempunyai umur  ±85 tahun namun secara fisik masih tetap kuat, beliau tinggal sendiri di rumah yang terbuat dari bilik bambu tua dengan ukuran kuran lebih 2x3 meter, dengan ukuran ini cukup hanya dijadikan tempat tidur dan shalat. Kaki mun dari dulu dikenal sebagai seorang “belian” misalnya anak2 kecil yang sering menangis dan mengobati orang sakit secara tradisional termasuk saya sudah diobati Alhamdulillah dengan air ludahnya penyakit saya sembuh hehehe, bahkan pintar memijit orang yang badan pgel karena kecapean kerja dan kseleo.

Dengan keadaan buta mampu menghasilkan uang cukup untuk kebutuhan sehari-hari dari hasil memijit dan mengobati orang sakit, uang yang didapatkan diberikan kepada cucu dari adeknya untuk membeli kebutuhan sehari-hari.walapun buta beliau masih mengingat jalan, artinya beliau tau rumah yang jaraknya misalkan kita lepas di satu kecamatan, dengan modal tongkat kayu mampu sampai di rumahnya lagi tanpa bantuan dari orang, saking sering berjalan dengan tongkatnya hampir sebagian besar orang pringgasela mengenalnya, namun dengan keadaan umur semakin bertambah beliau sekarang tidak lagi sering berjalan jauh, aktivitas beliau sekarang kebanyakan di masjid “Sulukul Muttaqin” Rk.Hikmah,

Jangan salah walaupun kakek Mun  buta, Selain kegitan sehari-harinya sebagai tukan pijit dan jadi belian, kakek mun juga sebagai seorang muadzin,tapi beliau sering kita dengarkan adzan di waktu zuhur dan Ashar bahkan banyak warga yang senang mendengarka suara merdu dengan cirri khasnya. Walaupun banyak tamu yang datang kerumahnya tetap disempatkan untuk berangkat ke masjid untuk melaksnakan kewajiban minimal Dzuhur dan Ashar, namun karena kondisi semakin tua para cucu menyuruh untuk shalat di rumah saja karena takut dengan keadaanya tidak bisa menjaga diri terutama dari kendaraan yang lalu lalang karena setiap pergi-pulang dari masjid tetap melintasi jalan raya kecamatan.

Saran: mari kita bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kondisi fisik yang sempurna tanpa cacat, pergunakan kesempurnaan itu untuk berbuat ya positif, jangan mengeluh ketika dalam keadaan susah, yang tidak diawali dengan usaha.

Mari kita berkaca pada kakek Mun beliau tidak melihat tapi tidak putus Asa dalam menjalani hidup dengan keterbatasan fisik sampe beliau berumur ±85 tahun bahkan tidak pernah meminta.

 

Sallam

Asyirul

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru