PENCOK Dari Kulit Sapi dan Kerbau


Pencok, itulah nama makanan tradisional yang di buat dari kulit sapi atau kerbau di kampung karang buaya pagutan timur kota mataram. Dulu Pencok ini dibuat dari sisa-sisa kulit sapi atau kerbau setelah bagian-bagian kulit yang masih bagus di jadikan kerupuk kulit. Kini pencok di buat dari kulit sapi atau kerbau yang masih bagus karna diakui memilki nilai jual yang cukup tinggi.

Salah seorang pengusaha pencok Ramli (37 tahun) menuturkan, pembuatan pencok dulunya memakai kayu bakar, kini untuk mempercepat proses pembakaran di gunakan kompor gas atau tabung pemanas dari minyak tanah. Untuk pembuatan pencok sendiri dalam sehari Ramli hanya menyediakan 15 kilogram Kulit Sapi karna di akui pencok dari kulit sapi lebih enak ketimbang dari Kulit Kerbau. Untuk 15 kilogram kulit sapi kering jika sudah menjadi pencok dapat mencapai hampir 30 kilogram. Kulit sapi kering perkilonya harganya 38 ribu rupiah sedangkan jika sudah jadi pencok perkilonya sebesar 26 ribu rupiah.

Proses pembuatan pencok kata Ramli tidak sulit, awalnya kulit sapi kering yang sudah diiris panjang di lipat atau bisa saja di potong ukuran 20 sampai 30 cm, lalu di bakar di atas pemanas api dari kompor gas atau kompor minyak tanah yang sudah di modifikasi layaknya pembakaran sate.

Pembakaran sendiri di butuhkan beberapa menit yang penting kulit sapi sudah seluruhnya menghitam lalu diangkat, jika sudah selelsai semua di bakar kemudian diremdam dalam air beberapa jam lalu di bersihkan atau di kerik semua warna hitam yang menempel hingga timbul warna coklat, setelah itu di rendam lagi dengan air bersih sampai kulit sapi itu cukup kenyal dan empuk. jika semua sudah kenyal dan empuk, pencok sudah siap di di jual ke pasar tradisional.

Pencok sendiri menurut Ramli banyak di gunakan sebagai lauk yang dicampur dengan sambal terasi, ada juga di jadikan sate pencok, bahkan ada juga mencampur ke soto atau sup sebagai penambah isi soto, selain dari daging sapi atau daging ayam.

Khususnya di kampung karang buaya sendiri menurut Ramli hampir semua pengusaha kerupuk kulit, membuat pencok karna banyak sisa kulit setelah di jadikan kerupuk kulit.

“Tiang sudah hampir 5 tahun lebih membuat pencok, sebelumnya ikut membantu orang tua usaha kerupuk kulit. Dan sekarang tiang coba usaha sendiri, dan alhamdulillah dari hasil pencok, tiang sudah bisa beli sepeda motor dan mencukupi anak dan istri disamping membayar biaya kost tiap bulan”. Tutur Ramli sambil membolak balik kulit sapi yang berada di atas pembakaran. (km karaya) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru