Terima kasih Kampung media

Km jakem. Kira kira satu bulan yang lalu saya menulis di kampung  media tentang  kondisi lapangan jembatan kembar yang tak terurus karena tiang gawang sebelah utaranya roboh walaupun setiap sorenya di penuhi anak anak  dan teman teman remaja yang sekedar latihan nendang bola ataupun para gibol yang melakukan sparing patner dengan club lain  yang berasal  dari satu kecamatan ataupun dari kecamatan lain, setelah itu saya juga tak mau urus karena sudah lama tak main bola lagi, masak sekedar ngurus lapangan saja harus orang sekampung yang turun gunung pikirku waktu itu, anehnya setiap hari saya lewat dari jalan pinggir lapangan tersebut mau kepagutan  saya tak begitu memperhatikan gawang itu lagi hingga di hari keempat saya lewat istri saya  di belakang berbisik ‘’kok gawangnya belum di perbaiki pasti orang orang jakem gak pernah baca di kampung media bisik istriku’’ , dengan cuek saya jawab barang kali gak ada yang bisa atau gak ada yang punya computer  untuk buka internet jadi gak ada yang baca di kampung  mediajawabku pasrah  sambil tertawa di atas motor yang saya tunggangi  di jalan mau ke pagutan, tapi tiba tiba di sore hari yang saya lupa pasnya  kira kira jam 5 hp android saya  berdering saya lihat ada panggilan dari ust zaini bile kedit melalui hpnya;

 ‘’assalamualaikum suara dari seberang terdengar agak samar….

‘’waalaikumsalam jawabku, ada yang bisa dibantu guyonku dari hp….

‘’mantap semua keluhan ente terjawab lewat kampung media terangnya,

 ‘’maksud ente jawabku…karena masih bingung  gak faham apa maksudnya….

 ‘’inget gak  tulisan ente di kampung media beberapa hari yang lalu  soal lapangan  jakem itu …

‘’oo itu  jawabku… memangnya kenapa…

‘’tadi waktu saya pulang dari sekotong gawang sebelah utara itu sudah terpasang bagus di cat warna putih,  cerita zaini.

‘’masak cepat sekali, tadi pagi ana lewat blm di apa apain kataku..

‘’coba saja cek ntar kalau  pulang  tawa sohibku itu sambil menutup hpnya.

 sehabis solat magrib saya langsung bergegas ambil kunci motor di atas meja rumah mertua sambil mengajak istri tercinta pulang karena kebetulan sudah malam,  di perjalanan sambil berfikir antara percaya dan tidak,  masak secepat itu fikirku, tapi tak apalah husnuzzhon saja kalo memang benar ya syukur artinya teman teman karang taruna atau siapapun yang memperbaikinya masih punya rasa memiliki, kalaupun tidak mungkin zaini bermaksud ngeledek saja  karena sebelum tulisan itu saya kirim ke kampung media saya sempat bertanya bisa tidak di jawab ya kataku.

Singkat cerita begitu sampai di pinggir jalan di dekat lapangan mataku langsung tertuju kearah gawang sebelah utara dan ternyata…. Waaaaaww benar adanya tiang gawang dengan cat warna putih sudah berdiri dengan tegak di sebelah utara, Alhamdulillah ternyata masyarakat kita masih punya rasa memiliki,  mungkin kemarin sudah baca di kampung media kataku sambil tertawa, atau kemarin   masih banyak kesibukan saja fikirku.  

Panjang kali lebar sama dengan luasnya cerita ini,  Awalnya saya tidak mau menulis cerita ini sampai akhirnya saya bertemu langsung dengan abu macel dan beberapa orang  teman teman dari komunitas kampung media ketika deputi kemenPAN RB datang ke plik narmada dan sempat foto bersama dengan ibu deputi dan asistennya sempat masuk Koran gratis lagi ha ha  , ketika saya cerita kepada abu macel beliau langsung menyambar cerita saya ‘’nah itu harus ente tulis di kampung media biar semua warga tau kritik dan saran ente sudah terjawab’’ sampaikan informasi itu walapun satu kalimat katanya sambil tertawa lebar.bravo kampung media dan terima kasih. Amirullah km jakem   [] - 02

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru