Balada Sang Kusir

Meski saat ini alat transportasi sudah beragam dan serba mesin , namun Benhur yang ditarik kuda masih bisa kita saksikan diberbagai tempat di Kota Bima. Benhur mungkin sudah puluhan ataupun ratusan tahun dikenal sebagai alat transportasi. Oleh karena itu keberadaannya tidak bisa hilang begitu saja. Ini bisa kita lihat di sudut-sudut pasar tradisional dimanapun berada kendaraan jenis Benhur ini masih terparkir rapi menanti penumpang.

Oleh karena masih lakunya kendaraan Benhur itulah yang membawa Ardi (29) warga Kampung Pane RT 09/ RW 04 kecamatan Rasanae Barat memutuskan untuk berprofesi sebagai kusir penarik Benhur. Dengan kendaraan roda dua tak bermesin yang ditarik seekor kuda setiap hari ia mencari nafkah dengan mengangkut batu bata maupun pasir yang di pesan pembeli. Setiap sorenya dia biasa pergi ke sungai Manggemaci untuk memandikan kuda kesayangannya.

Dikatakan oleh Ardi , ketertarikan untuk menekuni profesi sebagai Kusir Benhur ini berawal dari ayahnya yang lebih dulu merasakan hasil dari manisnya mengantarkan penumpang jasa pengangkutan dengan Benhur.  Dengan modal kuda dari ayahnya beserta gerobak benhur yang seterusnya digunakan untuk mengangkut pasir dan lainnya. Awalnya memang canggung dalam menjalankan usaha sebagai penarik benhur ini , namun setelah terbiasa maka iapun punya langganan yang setiap hari menggunakan jasa benhurmya.

 

Setiap harinya Ardi dapat mengantongi 200 ribu hingga 300 ribu dari hasil benhur dan kuda miliknya, Ardi yang hanya berpendidikan sampai SMP ini merasa cukup dan bersyukur untuk memilih menjadi kusir, karena hasilnya jugapun lumayan untuk membantu perekonomian keluarga dan sebagiannya juga bisa untuk di tabung.

Ardi di mata warga sangat sopan dan ringan tangan untuk membantu warga bila ada acara pernikahan dan lain-lainnya, kebanyakan teman seusia Ardi banyak yang kuliah ataupun bekerja di kantoran, tapi Ardi tidak malu akan hal itu, dia setiap harinya sangat bersyukur bisa membantu orangtuanya dan mempunyai penghasilan tersendiri.

Selain menjadi kusir Ardi juga mencoba berbisnis kecil-kecilan yaitu jual beli kuda, dari hasil inipun pemasukan Ardi lumayan besar, untungnyapun lumayan besar, makanya Ardi sangat menikmati pekerjaanya menjadi kusir, semangat Ardi meraih masa depannya setangguh kuda yang melaju dengan cepat.[] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru