logoblog

Cari

Saat Perempuan Mewarnai Pembangunan NTB

 Saat Perempuan Mewarnai Pembangunan NTB

Memperjuangkan pendidikan yang setara di desa-desa tidaklah mudah. Budaya patriarki yang mendarah daging di masyarakat, membuat Ririn Hayudiani harus mengerahkan seluruh

Cerita Inspirasi

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
14 Oktober, 2019 08:49:04
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 2227 Kali

Memperjuangkan pendidikan yang setara di desa-desa tidaklah mudah. Budaya patriarki yang mendarah daging di masyarakat, membuat Ririn Hayudiani harus mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran agar perempuan di NTB mendapatkan pendidikan yang layak. Karena dengan pendidikan, baik formal maupun informal, dapat mengantarkan perempuan menjadi penopang pembangunan bangsa.

Semakin banyaknya perempuan ikut berperan dalam pembangunan membuktikan bahwa kehadiran perempuan NTB tidak bisa disepelekan. Hal tersebut juga diungkapkan Ummi Rohmi saat membuka acara diskusi publik dengan tema “Apa Kabar Perempuan NTB?” yang digelar Forum Peduli Perempuan, Anak dan Kelompok Marginal (Forpakem) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, (10/10). Pemateri hadir dari berbagai kalangan seperti Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB, Sekretaris Bappeda Provinsi NTB, akademisi, Ketua Bhayangkari Cabang Bima, dan aktivis LSM perempuan lainnya.

Kemajuan NTB dalam satu tahun Kepemimpinan Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, Zul-Rohmi,tak lepas dari peran perempuan di dalamnya. Tak hanya Ummi Rohmi sebagai Wakil Gubernur, tak sedikit perempuan yang menempati posisi strategis dalam periode pemerintahan ini.

“Orang-orang penting di NTB banyak yang perempuan, ketua DPRDnya, Wakil Gubernurnya, asisten gubernurnya perempuan. Tapi bukan berarti bapak-bapaknya tidak bagus. Sinergitas itu penting. Tapi jangan sekali-kali menafikan perempuan!” seru Wagub disambut riuh tepuk tangan peserta.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda, Retno Untari, S.Si., M.Kes. salah seorang perempuan yang menduduki posisi strategis di pemerintahan menjelaskan secara umum, evaluasi kepemimpinan satu tahun Zul-Rohmi, dari 15 indikator strategis yang tertuang dalam RPJMD, empat indikator dinilai telah melampui target atau setara 26,67 persen. Tiga indikator lainnya tidak tercapai atau setara 20 persen, dan 8 indikator masih belum rilis datanya atau setara 53,33 persen.

 

Baca Juga :


Empat indikator yang dinilai mencapai target itu yakni pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, indeks reformasi birokrasi dan persentase balita stunting. Adapun tiga indikator yang dinilai gagal mencapai target yaitu penurunan angka kemiskinan, indeks kebermanfaatan infrastruktur dan gini ratio.

Sedangkan delapan indikator yang belum terlacak capaiannya antara lain IPM, indeks kebahagiaan, indeks kriminalitas, IKLH, indeks risiko bencana, indeks pelayanan publik, indeks demokrasi dan indeks pembangunan gender. (novita @diskominfotikntb)



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan