logoblog

Cari

Mahasiswa Pertama Penggagas TPQ Di Mujur

Mahasiswa Pertama Penggagas TPQ Di Mujur

KM. Pohgading Timur – Pada tahun 2016 haerul amril mendirikan TPQ Syubbaanul Muhsin dengan tujuan 1). Untuk melahirkan generasi-generasi qur’ani yang

Cerita Inspirasi

KM Pohgading Timur
Oleh KM Pohgading Timur
09 Mei, 2019 10:11:22
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 3298 Kali

KM. Pohgading Timur – Pada tahun 2016 haerul amril mendirikan TPQ Syubbaanul Muhsin dengan tujuan 1). Untuk melahirkan generasi-generasi qur’ani yang madani, 2). Menjadikan pemuda-pemudi yang kreatif, mandiri, mempunyai mental dan skill yang kuat serta bermanfaat bagi masyarakat, 3). Untuk meningkatkan intelektual (kecerdasan) berfikir pada remaja dan memiliki ide-ide yang cemerlang, 4). Menjadikan pemuda-pemudi yang memiliki ilmu agama dan umum, dan 5). Sebagai wadah/tempat belajar, berkarya, dan berinovasi dalam kegiatan belajar.
Sasaran program tersebut adalah anak-anak, remaja, dan bahkan masyarakat sekitar. Selain bertujuan untuk memberikan pelajaran, program tersebut juga bertujuan memberikan rasa sensitifitas antara anak/remaja dengan masyarakat agar dapat bersatu dalam meningkatkan lingkungan tersebut. 
Penggagas utama dalam pendirian program tersebut adalah Haerul Amril seorang Mahasiswa semester 6 jurusan Bahasa Inggris di Universitas Hamzanwadi dari Mujur Desa Lando Kec. Terara Kab. Lombok Timur Prov. NTB, sekarang berusia 23 tahun. Dari sekian pemuda yang ada di Mujur Desa lando hanya Haerul Amril yang bisa sampai keperguruan tinggi padahal prekeonomian haerul amril bisa di bilang di bawah rata-rata akan tetapi keinginan dan kegigihan tidak memberatknay dalam segala urusan. 
Inisiatif awal didirikannya program tersebut adalah karna kondisi sosial yang terjadi di daerahnya dengan kurangnya perhatian terhadap pendidikan karna masyarakat disana awalnya hanya focus terhadap ekonomi mereka dan selalu tujuannya kerja ke Malaysia dan itupun pernah dirasakan oleh saya yakni sampai sekarang orang tua saya masih di Malaysia bekerja sebagai TKI. Oleh sebab itu, saya berkeinginan merubah kebiasaan tersebut dengan memberikan program-program.
Program tersebut didukung oleh pemerintah desa dan tokoh-tokoh agama, pemuda, dan masyarakat yang ada di sekitar Desa Lando. Namun, banyak sekali kekurangan dalam program ini baik dalam segi dana, sarana dan prasarana karna dana dihasilkan dari santri dan pengelola saja belum ada bantuan real dari pemerintah desa dan masyarakat, ucapnya.
Keunggulan dari program ini adalah memberikan pengajaran Al-Qur’an bukan hanya kepada anak-anak akan tetapi kepada remaja dan orang tua juga. Program TPQ ini memiliki extrakurikuler beladiri dan pembiasaan bahsa inggris yang dapat memikat dan membuat ketertarikan kepada anak/remaja untuk belajar. Program ini juga memiliki beberapa program diantaranya Periri Musholla yan focus dalam gotong royong santri membersihkan musholla-musholla, Santri Goes to Makam, dan Tour De Jiayou. 
Program-program tersebut mampu memberikan perubahan baik dalam pola fikir anak dan remaja dan sikap kerjasama yang baik. TPQ yang saya bina juga sering mengadakan dan mengikuti lomba-lomba seperti lomba PHBI, Gerak Jalan dan masih banyak yang lainya.
Tekhnik pembelajaran yang digunakan oleh hairil amril hampir sama denga TPQ yang lain cumin persamaanya hanya pada tingkat anak-anak, berbeda dan uniknya pada pembelajaran tingkat remaja dan orang tua dimana hairul amril mendatangi murid-muridnya dari rumah ke rumah agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal karena haerul amril ingin menjadikan desa mujur menjadi desa yang mantap dalam membaca Al-Qur’annya.
Sampai saat ini TPQ yang didirikan masih berjalan walau tanpa ada bantuan dari pihak-pihak terkait baik dari desa yang lebih dekat dari tempat TPQ yang didirikan oleh haerul amril. Santri/wati yang masih aktif  belajar mengaji di tahun ini sekitar 60 anak dan 6 orang remaja serta orang tua sekitar 15 rumah. 60 anak di ajar oleh 6 rema yang sudah bisa membaca Al-Qur’an sedangkan untuk orang tua yang 15 rumah haerul amrilah yang selalu mendatangi orang tua-orang tua yang mau belajar membaca Al-Qur’an, tutupnya.
By: Badri_asa

 

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan