logoblog

Cari

Jajanan Sekolah Sehat,  Generasi Cerdas

Jajanan Sekolah Sehat,  Generasi Cerdas

Salahsatu faktor untuk menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas adalah pola makan atau jajanan pada anak-anak dilingkungan rumah dan sekolah.  Untuk

Cerita Inspirasi

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
25 April, 2019 19:41:36
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 4284 Kali

Salahsatu faktor untuk menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas adalah pola makan atau jajanan pada anak-anak dilingkungan rumah dan sekolah.  Untuk itu sejak anak-anak mengenyam pendidikan dasar,  peran serta orang tua dan sekolah terus didorong untuk mensosialisasikan makanan yang sehat, bergizi dan aman.

Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Dra. Hj. T. Wismaningsih menyampaikan pesan tersebut saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Lintas Sektoral dalam Upaya Program Intervensi Pengawasan Jajanan Anak Sekolah Tahun 2019, Kamis (25/4) di Hotel Lombok Astoria Mataram NTB.

Menurut Wismaningsih , ini merupakan langkah yang baik dilakukan Balai Besar POM di Mataram. Program Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan upaya untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi melalui partisipasi aktif dan terpadu dari seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah serta pemberdayaan komunitas sekolah, sehingga generasi emas dihasilkan dimasa yang akan datang.

“Perlu perhatian serius terkait jajan anak disekolah. Hal ini juga penting untuk perkembangan anak. Selama 9 tahun mereka terpapar dengan jajanan yang kualitas kesehatannya tidak baik. Mungkin kalau SMA mereka sudah paham,”kata Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan.

Intervensi juga harus terus dilakukan untuk memberikan edukasi kepada sekolah, guru maupun orang tua. Sehingga orang tua mengajarkan untuk memilih dan memilah panganan yang aman kepada anak. Bagaimana pengaruh zat yang terkandung didalam kesehatan anak. 

Terutama anak SD, sehingga kualitas gizi anak tercapai, demi kecerdasan anak. Orang tua harus bisa menyiapkan makanan yang bergizi sehat dan aman dari rumah untuk anak-anaknya atau mengajarkan anaknya untuk memilih dan memilah jajanan ketika di lingkungan sekolah.

Peran ini juga wajib dilakukan guru maupun tenaga pendidik disekolah untuk mengajarkan siswa-siswinya tentang makanan dan jajanan yang baik. Misalnya yang mengandung bahan pengawet dan bahan untuk pewarna jajanan.

Pengaruh panganan yang tidak sehat, dampaknya  tidak langsung saat ini, namun berlangsung lama dan berjangka panjang  kedepan, terhadap kesehatan anak-anak dan tingkat kecerdasannya. ‘Ditambah lagi maraknya informasi ada zat yang mengandung  Napza dijual dilingkungan sekolah, ini harus kita waspadai,” tegasnya.

 

Baca Juga :


Disisi lain, kalau dilarang pedagang untuk berjualan dilingkungan sekolah, akan mematikan sektor riil perdagangan masyarakat. BPOM perlu menggandeng Dinas Koperindag, Dinas Kesehatan dan sektor lain, untuk mensosialisasikan dan ikut membina pedagang kecil yang berjualan dilingkungan sekolah, tentang bahan panganan yang sehat dan menghindari penggunaan zat-zat berbahaya didalam makanan. 

Semengtara itu, Kepala Balai Besar POM di Mataram Dra. Ni Gan Suaraningsih, Apt. MH  menyambut baik respon Pemda Provinsi NTB untuk bersinergi bersama memberikan dan mengajarkan siswa-siswi untuk Intervensi Pengawasan Jajanan Anak Sekolah.

Menurut Ni Gan Suaraningsih, ditahun 2019 Balai Besar POM melaksanakan program PJAS, dengan targetnya intervensi untuk 839 sekolah diseluruh NTB baik SD, SMP maupun SMA dibawah Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

Daikuinya,  terutama siswa SD belum memiliki pengetahuan untuk memilih dan memilah makanan yang baik dan benar. Untuk itu intervensi sasaranya pada kantin sekolah. “Sehingga kantin sekolah harus menyediakan dan menyiapkan makanan yang aman untuk anak sekolah,” jelas Ni Gan Suaraningsih.

Untuk pengawasannya, BPOM memberdayakan komunitas sekolah, termasuk guru dan pengelola kantin. Kemudian langkah selanjutnya akan dilakukan Bimtek oleh BPOM di Mataram, tentang kemanan pangan. BPOM juga  akan melakukan kunjungan langsung disekolah untuk uji ditempat makanan yang dijual disekolah-sekolah. 

“Ini program BPOM selanjutnya, setelah pertemuan ini, tindak lanjutnya akan memberikan memetakan sekolah yang perlu di Bimtek dan dikunjungi untuk sosialisasi tentang Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) sebagai upaya meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi untuk siswa SD, SMP hingga SMA,” kata Kepala Balai Besar POM di Mataram. (Edy-Tim Media)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan