logoblog

Cari

Bank Sampah Harus Ada Setiap Desa

Bank Sampah Harus Ada Setiap Desa

Keberadaan Bank Sampah menjawab salahsatu solusi dalam menghadapi sampah. Sehingga bank sampah harus ada di setiap desa se NTB. Bank sampah

Cerita Inspirasi

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
27 Februari, 2019 11:11:49
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 3723 Kali

Keberadaan Bank Sampah menjawab salahsatu solusi dalam menghadapi sampah. Sehingga bank sampah harus ada di setiap desa se NTB. Bank sampah dapat bekerjasama dengan Pemerintah desa untuk mengelola sampah.

Pesan ini disampiakan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M. Pd. Saat acara Temu Pelaku Usaha Daur Ulang NTB, menuju  NTB Zero Waste, Selasa (26/2) di Hotel Santika Mataram.

Disamping itu, Untuk mewujudkan NTB bebas sampah, perlu sinergi dan kerjasama dengan semua pihak. Termasuk dukungan masyarakat, pengelola sampah, industri dan pemerintah.

Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan program  Zero Waste, NTB bebas sampah tahun 2023, senagai program prioritas.

"Untuk menjaga lingkungan dan alam kita, yang perlu dilakukan adalah mengubah cara berpikir kita, bahwa kitalah yang merawatnya, " kata Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M. Pd.

Permasalahan persampahan tidak lepas dari bertambahnya penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola konsumsi masyarakat.

"Kesadaran masyarakat kita yang perlu dibangun untuk bisa sedini mungkin agar memilah sampah, harus membangun pondasi kesadaran ini dari awal, baik didesa, dusun sampai kota besar" jelas  Wagub.

Lingkungan dan bumi akan menjadi wariskan kepada generasi kedepan. "Kita akan mewariskan lingkungan dan alam ini kepada anak dan cucu kita, maka rawatlah," ujarnya.

Mengolah sampah dan memanfaatkannya sehingga bernilai, salahsatu cara mencintai lingkungan ini. Keberadaan pengepul, pengumpul dan pelaku usaha daur ulang sampah harus dimaksimalkan.

"Pelaku usaha daur ulang dan bank sampah harus ada disetiap desa sehingga mampu menjawab permasalahan sampah yang kita hadapi saat ini,"kata Ummi Rohmi

Upaya lain permasalahan sampah, menghadirkan industri pengolah sampah, seperti sampah plastik atau organik di NTB. Sehingga sampah plastik dapat di daur ulang.

 

Baca Juga :


Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Madani Mukarom menjelaskan dari 3.500 ton sampah perhari, baru dikelola 18-20 persen yang dikelola di NTB.

Masih banyak sampah yang belum dikelola, baik di jalan, pasar, sungai dan dilaut. "Ini pekerjaan yang harus dikerjakan bersama untuk menuju cita-cita Zero Waste," jelas Madani Mukarom.

Data menunjukan, bahwa di NTB rata-rata di dominasi sampah plastik. Komunitas daur dan pengelola sampah harus dapat memanfaatkan sampah plastik sehingga bernilai ekonomis.

Sampah plastik saat ini sedang diolah oleh Bank Sampah. Sampah plastik bisa dijual kembali. Di NTB 17 persen sampah plastik, Sekitar 995 ton/perhari. Kedepan bukan saja sampah plastik dikelola, namun sampah organik akan tetus dikelola.

Kehadiran Industri daur ulang, seperti Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI) menjadi salahsatu solusi untuk mengolah sampah plastik di NTB.

"Kami berupaya mengahadirkan industri daur ulang ada di NTB, sehingga sampah plastik juga dapat didaur ulang," ungkap Kadis DLHK Provinsi NTB.

Acara Temu Pelaku Usaha Daur Ulang NTB, menuju  NTB Zero Waste, menghadirkan Komunitas dan pelaku usaha pengelola sampah, Syawaludin pengelola Bank Sampah, dan Cristine Halim DIrektur APDUPI dari Surabaya.

Program Zero Waste yang telah dicanangkan Gubernur Dr. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M. Pd. perlu didukung penuh agar NTB bebas Sampah 2023. ( Edy-Tim Media Diskominfotik NTB).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan