logoblog

Cari

Tangani Kurang Gizi dengan Integrasi Program

Tangani Kurang Gizi dengan Integrasi Program

Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 59 tahun 2019 ini, permasalahan gizi dan stunting menjadi permasalahan yang serius. Termasuk di Provinsi

Cerita Inspirasi

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
27 Januari, 2019 13:25:14
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 4828 Kali

Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 59 tahun 2019 ini, permasalahan gizi dan stunting menjadi permasalahan yang serius. Termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Daerah dalam menekan angka kurang gizi dan stunting ini.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi NTB Taufik Hari Suryanto, Permasalahan gizi tidak dapat diselesaikan oleh bidang gizi dan bidang kesehatan saja. Namun sinergi dan kerjasama dari berbagai pihak harus terus dilakukan untuk menghadapi kekurangan gizi.

“Permasalahan gizi maupun kesehatan harus diselesaikan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat, bukan saja tugas pemerintah, namun semua komponen bangsa harus ikut terlibat,” kata Taufik saat merayakan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN), Minggu (27/01) di Carfreeday Udayana, Mataram.

Pemerintah daerah harus dapat mengintegrasikan berbagai program yang ada, sehingga permasalahan pemenuhan kebutuhan gizi dapat teratasi. “Misalnya Dinas Pertanian mendorong masyarakat untuk pemanfaatana pekarangan yang ada untuk ditanami sayur-sayur untuk kebutuhan sendiri dan bagaimana peningkatan produksi pangan,” ungkap ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi NTB ini.

Begitu juga Dinas Peternakan berupaya meningkatkan produktifitas ternak, misalnya seperti sapi, kambing, bebek atau ayam, termasuk sumber-sumber protein yang lain seperti telur.

Termasuk Dinas Perikanan, berusaha meningkatkan hasi-hasil tambak ikan, ternak ikan air tawar, atau bagaimana upayanya meningkatkan peternak ikan air tawar, produktifitasnya bisa meningkat,  sehingga konsumsi proteinnya lebih terjamin juga.

“Nah kerjasama dan pengintegrasian program ini senantiasa meningkatkan produktifitasnya untuk pemenuhan nilai gizi masyarakat,” ujar Taufik Hari Suryanto.

 

Baca Juga :


Dinas Kesehatan lebih banyak sifatnya menangani gizi spesifik,  yang tidak dikerjakan oleh pihak lain. Kontribusinya 30 porsen untuk perbaikan gizi.

“Misalnya bagaimana upayanya menjaga 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari ibu hamil, setelah melahirkan sampai anaknya berumur 2 tahun ini dijaga betul, jangan sampai ibu dan anak mengalami kurang gizi, itu bagian dari tugas kesehatan,” jelas  Taufik.

Karena kalau dia mengalami kurang gizi maka akan mengalami stunting, penyakit-penyakit degenarif, termasuk penyakit menular terus mengicar.

Upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada masyarakat perlu secara masif dan berkesinambungan terus dilakukan. Misalnya penyediaan air bersih dan sanitasi, peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, sosialisasi dan edukasi untuk pemberian air susu ibu (ASI).

Program lainnya yang berkaitan ialah penguatan pelayanan kesehatan dan peningkatan pola makan yang teratur dan bergizi, Menghimbau masyarakat untuk memperhatiakn makanan  dengan asupan gizi , nutrsisi dan vitamin yang seimbang. Misalnya makan sayur, makan ikan, daging, dan minum susu.  (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan