logoblog

Cari

Zulkarnain, Kesedihan Di Balik Layar

Zulkarnain, Kesedihan Di Balik Layar

Hidup memang sudah memiliki jalan massing masing, namun di sela sela terdapat sebuah motivasi yang perlu kita ambil hikmahnya, untuk di

Cerita Inspirasi

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
04 Desember, 2018 23:05:25
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 3196 Kali

Hidup memang sudah memiliki jalan massing masing, namun di sela sela terdapat sebuah motivasi yang perlu kita ambil hikmahnya, untuk di jadikan contoh dalam hidup. Kita tahu Kehidupan saat ini memang sangat keras, tapi jika kita tidak bisa beradaptasi dengan kehidupan ini, mungkin saat ini kita akan di tertawakan. Nah sama halnya dengan tulian kali ini yang menceritakan seorang mampu bertahan hidup tanpa dampingan orang lain, namun iya selalu bangga dengan dirinya yang mampu duduk di bangku perkuliahan iyaa dia adalah Zulkarnain.

Zulkarnain merupakan salah satu Mahasiswa UIN Mataram Jurusan Fisika semester VII. Iya juga termasuk orang pintar pada saat masih duduk di bangku SMK dulu, saya tahu karena iya adalah salah satu sahabat dekat saya hingga saat ini. Saya bersama dia sudah seperti saudara kandung, ketika apa yang saya kerjakan iya akan kerjaakan, ketika saya punya masalah dia ikut terlibat dalam masalah itu. Namun di balik semua itu ada rasa kekaguman saya terhadapnya sampai saat ini, bahkan saya sampai menangis untuk melihatnya jika kesendirian datang menjumpainya.

Kita tahu keluarga menjadi salah satu paling utama di hidup kita, kalian berjuang untuk kesuksesan pasti kalian ingin membahagiakan orang tua, kalian ingin berada di atas angin pasti karena orang tua. Namun di sisi itu ketika kalian ingin sukses kalian ingin selalu di dampingi oleh orang tua kalian, tapi jikalau kalian ingin sukses namun tak ada orang tua untuk mendampingi kalian untuk meranjak lebih atas , lalu bagaimana rasa kalian. Sama halnya dengan Zulkarnain ini.

Saya mengenal Zulkarnain dari SMK, dan dari sanalah kami merasakan sebuah persahabatan yang erat, iya selalu terenyum ketika bersama sama, iya membuat lelucon hebat di kelas hingga tak ada yang tidak tertawa. Selama 3 tahun di bangku SMK dan pada saat kelulusan iya merasa berbeda ketika melihat orang lain bersama keluarganya sedangkan iya hanya di damping oleh seorang kakak misannya saja.

Masuk ke tinggkat lebih atas yaitu Universitas, iya tak pernah berbeda dari sebelumnya, namun disamping itu sepulang ngampus setiap hari sabtu iya pasti pulang. Pulangpun tidak hanya Cuma Cuma tapi untuk mencari uang untuk bertahan hidup di Mataram lagi (uang makan saat di kos). Iya bekerja di bengkel, membantu di sawah, dan pekerjaan lainnya. Iya juga memiliki sawah untuk dia kerjakan, untuk menyambung hidup dan laiinnya. Tapi dia tidak pernah malu dengan semua pekerjaan itu, iya selalu tersenyum ketika melakukannya, dan disanalah saya mulai bangga padanya. Bukan itu saja di juga banyak prestasi ketika dulu di SMK.

Zulkarnain dengan wajah tampannya selalu tersenyum ketika bersama sahabat lainnya, bahkan iya selalu memulai dengan tingkah konyolnya. Tapi senyuman itu hanya sementara baginya, karena di balik senyumnya ada sebuah kesedihan yang selalu iya tampilkan. Saya sering melihatnya di setiap kesendiriannya, iya selalu mengobati sebuah kesedihannya dengan sebuah lagu yang iya lantunkan yaitu salah satunya adalah lagu sasak yang berjudul “Ngelining Nangis”. Pasti di antara kalian sering mendengarkan lagu sasak in. sedikit penjelas saja tentang lagu ini yaitu seorang yang hidupnya sengsara, selama hidupnya saat kecil iya selalu kumpul dan pada saat dewasa iya dalam kesendirian. Meskipun iya memiliki banyak keluarga namun hanya dia yang berbeda, iya selalu bersedih dan tidak tau kemana dia akan pulang, dan selama iya dewasa iya tak pernah rasakan kebahagian.

 

Baca Juga :


Dari sebuah lagu tersebut seolah olah lagu itu adalah sebuah cerita hidupnya, karena kurang lebih iya tidak pernah bersama keluarganya. Sedikit yang saya ketahui tentang keluarganya yaitu, pernah iya cerita tentang hidupnya kemana ayah dan ibunya pergi, ternyata ayah dan ibunya berada di Negari orang lain. Kurang lebih 10 tahun iya tidak pernah merasakan berkeluarga.

Ketika iya bercerita dulu, zulkarnain terlihat menangis, namun iya tidak mau dilihat sedih di depan sahabat sahabatnya yang lain. “karena kenyataan hidup yang paling penting dan sederhana seringkali terlewatkan oleh kita” ujar Zulkarnain. Makaknya selama 10 tahun ini iya selalu mencari sendiri uang meskipun ada keluarga yang lain membantunya. Selama 10 tahun juga iya menyimpan kesedihannya meskipun di balik layar.

Jika kita berada di posisinya zulkarnain, apa yang akan kita lakukan tanpa orang lain. Mungkin kita akan sama seperti orang orang pinggir jalan (Ngamen), apakah itu yang akan kita lakukan. Namun Zulkarnain tidak pernah berpikir menjadi itu. Iya akan buktikan bahwa iya bisa sukses tanpa di damping keluarga. Saya tau iya adalah pemuda tegar yang saya kenal selama ini, dan dia tidak pernah merasakan hal yang sedih ketika kumpul bersama teman. Bahkan iya yang menjadi motivasi saya saat ini, bahwa iya yang tidak pernah di damping hidupnya ketika sukses, apalagi kita yang selalu berada di dekat orang tua.

Semoga dari tulisan ini kita lebih berjuang lagi untuk masa depan, agar kita bisa membanggakan orang tua kita. Dan semoga apa yang kita inginkan, apa yang kita usahakan bisa tercapai, amiin. Seperti kata motivasinya “semua usaha sudah ku lakukan mati matian, dan untuk hasil akhirnya kita serahkan kepada Tuhan sang pencipta”.



 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan