logoblog

Cari

Relawan

Relawan

RELAWAN   Senin 23 November 2017 masih ku ingat, dimana awal aku masuk lembaga swadaya masyarakat,lembaga itu bernama Galang Anak Semesta

Cerita Inspirasi

Relawan


Ahmad abdan syukron
Oleh Ahmad abdan syukron
25 November, 2018 21:55:52
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 3281 Kali

Senin 23 November 2017 masih ku ingat, dimana awal aku masuk lembaga swadaya masyarakat,lembaga itu bernama Galang Anak Semesta atau di singkat (GAGAS),bergerak dalam perlindungan anak,saat itu juga saya baru masuk kuliyah beberapa bulan di Universitas Mataram,ambil jurusan Pendidikan Sosiologi di Fakultas Keguruan Ilmu Pendididkan,sebelum saya masuk relawan,saya melihat ada pengumuman lewat facebook,ada perekrutan anggota relawan,menariknya degan hanya membuat CV kita dapat bergabung degan lembaga itu,akhirnya saya tertarik dan membuatnya lalu saya kirim,dan beberapa hari setelahnya,Lalu saya di masukkan dalam grup WA nya, disana kita perkenalan degan relwan-relawan yang lain.

Sebelum kita bisa mengikuti kegiatan tidak sah namanya jika kita belum di orientasi dasar oleh Stap GAGAS sendiri, dari sekian banyak yang mendaftar akan di orientasi hanya 20 orang relawan,pada waktu itu,saya adalah salah satu dari 20 orang tersebut,pada saat orentasi dasar kita di paparkan apa itu gagas,bagaimana sejarahnya,apa saja kegiatanya dan mekanisme dalam berkegitan.Hari rabu adalah pertemuan rutin kita di kantor dalam satu kali pekan,di sana kita di berikan materi tentang hal yang menyangkut tentang anak dan disana kita akan di kasih tau apa saja kegitan yang bisa kita ikuti.

Sebelum bencana gempa terjadi Gagas mempunyai satu projek yang sering saya ikuti bahkan sampai saat ini projek tersebut masih berjalan,namanya Down To Zero (kembali ke titik nol) di mana projek ini memfokuskan dalam mencegah terjadinya pelanggaran HAK ANAK,ESKA,KESETARAAN JENDER dan KESPRO.Gagas memiliki Desa dampingan di dua wilayah satu di Lombok Tengah dan satunya lagi di Lombok Barat dam masing-masing wilayah ada beberapa desa yang di damping,di Lombok Tengah ada Desa kuta,Desa Rambitan sedangkan di wilayah Lombok Barat ada Desa Batulayar,Desa Senteluk dan Desa Senggigi,masing-masing Desa tersebut Gagas mempunyai sanggar anak dimana temapat anak berkumpul untuk melakukan pertemuan serta berkegiatan.Kegiatan-kegiatan yang sering saya ikut adalah pertemuan anak sanggar,dimana kita di sana berkumpul,bermain dan melakukan kreativitas yang bisa menunjang kemapuan anak-anak dalam Pendidikan bahkan dalam hal ekonominya.Anak-anak juga di ajak untuk berdiskusi tentang apa saja masalah yang ada di sekitarnya dan bagaimana untuk mengatasi dan mencegahnya sehingga bisa terselesaikan.

Seiring berjalannya waktu saya terus mengikuti kegitan-kegiatan Gagas,jika ada waktu luang disela -sela waktu kosong masa perkuliyahan,namun siapa yang bisa mengindari musibah yang di alami oleh pulau kecil nan indah ini.Bencana Gempa yang terjadi di Lombok yang berturut-tutut pada tanggal 29 juli yang berkekuatan 6,4 SR,05 Agustus berkekuatan 7 SR dan 19 Agustus yang berkekuatan 6,9 2018 meroboh dan luluh lantakkan bangunan warga Lombok bahkan ratusan jiwa melayang dan ribuan luka-luka menambah pilu kesedihan yang di alami masyarakat belum  lagi isu-isu hoax sunami yang bertebaran menambah histeris yang tiada henti.Atas peristiwa ini memperpuruk situasi keadaan ekonomi dan membuat dunia Pendidikan terhenti pula,banyak orang tua hanya terfokus untuk mencari sisa-sisa reruntuhan yang di akibatkan oleh bencana gempa tanpa memikirkan Pendidikan anaknya bahkan ada orang tua mengalami histeris yang berkepanjangan sehingga dia tidak mampu memahami anaknya yang sedang mengalami ketakutan,akibatnya anak-anak banyak mengalami perubahan perilaku dari semula ia periang menjadi pendiam.

Bantuan-bantuan mulai berdatangan dari segala arah,ntah itu dari Lembaga,oraganisasi,donator -donatur maupun dari pihak luar,namun tidak hanya sekeder itu yang  mereka ingikan,namun yang mereka butuhkan saat ini adalah bagaimana mereka keluar dari ketakutan dan keterpurukan yang sedang mereka alami,agar mereka dapat kembali beraktivitas seperti biasanya dan anak-anak kembali bersuka ria seperti hari-hari biasanya.Melihat kondisi tersebut kami dari relawan Gagas yang bergerak dalam Perlindungan Anak ingin membatu bagaimana anak-anak kemabali beraktivitas seperti biasanya dan kembali kesekolah agar mengurangi rasa takut yang mereka alami,Untuk itu kami dari Relawan Gagas membuat Tim Support KLU yang akan membantu dalam dunia Pendidikan.Dimana dalam tim ini kita  membuat Ruang Ramah Anak atau di singkat RRA,dimana dalam Ruang Ramah anak ini kita akan melakukan kerja sama degan pihak sekolah dan kita hanya sebagai pembantu saja tanpa mengabil peran guru dalam proses pembelajaran.

 

Baca Juga :


Desa Sambik Bangkol,Lombok Utara adalah tempat kita akan membuka Ruang Ramah Anak tersebut karna melihat kondisi sekolah tak ada satupun yang berdiri,semua sudah rata degan tanah,hari Sabtu,2 September 2018 saya bersama tim  support KLU terjun ke lokasi untuk membuat posko Relawan tepatnya di Dusun Luk, Sebelunya kami sudah melakukan kerja sama degan pihak Desa maupun masyarakat setempat,dengan maksud kedatangan kami disana dan mereka menyambut hangat kedatangan kami, bahkan ketua pemuda karang taruna bersama pemuda ikut membantu kita membuat posko disana,setelah posko kami jadi saya dan rekan yang lain beristirahat sejenak memulihkan tenaga untuk esok harinya,pada malam hari kami dan pemuda di sana melakukan diskusi ringan terkait apa saja masalah yang di alami sampai saat ini, dan kita membagi tugas untuk melakukan orientasi dan pendataan pada semua sekolah yang ada di Desa Sambik Bangkol,waktu itu saya bersama teman saya halid di tugaskan di SD Kelongkong,Sesampai di sana saya bertemu degan salah satu guru yang mengajar di sana yang sedang membersihkan reruntuhan bangunan dan mencari berkas-berkas yang tertimbun bangun-bangun,kami pun bermincang-bincang tentang maksud tujuan kami datang kesana,kami pun di ajak ke rumah Kepala Sekolah membahas lebih lanjut terkait program yang kami tawarkan,setelah beberapa jam kami berdiskusi alhasil Kepala Sekolah sepakat untuk kerjasama dalam melanjutkan program tersebut,hari itu juga kita melakukan penddataan semua siswa-siswi yang sekolah di sana.

Pada sore harinya saya dan para relawan di bantu bapak guru serta masyarakat di sana membersihkan temapat dimana kita akan membuat Ruang Ramah Anak,meskipun tempatnya seadanya namun semangat guru serta masyarakat di sana tidak kalah degan semangat para relawan,terlihat dari rawut wajah yang ingin sekali melihat anaknya kembali untuk bersekolah seperti biasanya,apalagi anak-anak tidak sabar menunggu esok hari untuk datang ke Ruang Ramah Anak,setiap kali kami istirahat anak-anak tersebut selalu menanyakan “kak besok pagi kita masuk ?” di situ saya merasa lelah ini tidak sebanding degan semagat mereka,degan penuh rasa bahagia saya tersenyum dan menjawab “iya dek besok kita sudah mulai masuk “ di sambut teriakan kegembiraan mereka,,,”yeeee ..horee hore besok kita masuk”menambah rasa semagat saya yang semakin tiada henti,tak lama kemudia matahari sudah tak tamppakkan lagi wajah yang beseri dan di sambut suara azan yang saling bersautan,kami pun kembali ke posko Relawan untuk istirahat,makan dan solat,selesainya kami besama relawan yang lain diskusi membahas apa saja yang akan kita sampaikan nanti di Ruang Ramah Anak kemudian kami istirahat.Tak terasa azan subuh sudah berkumandang saya pun terbangun dan bergegas mengambil air wudu kemudian solat berjamaah,sebelum kami berangkat tak lupa pula kita memasak untuk sarapan pagi biar ada tenaga kita untuk mengajar nantinya.

Tepat pukul 08:00 saya dan halid sampai di SDN 6 Kelongkong,dan saya di kagetkan degan suara anak-anak yang teriak memanggil sambil berlari menuju kami dan menjabat tangan dengan penuh semagat,karna proses belajar belum berjalan dan para guru semuanya belum bisa hadir,Kepala Kekolah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengisi apa saja yang kita mau,yang penting memiliki edukasi yang dapat membuat anak kembali ceria.Melihat hal tersebut saya dan halid mencoba untuk mengembalikan keceriaan adek-adek degan Rekreasi yang telah kami buat semalam dan mereka sangat senang sekali dan antusias untuk mengikutinya,hari demi hari siswa maupun siswi semakin banyak bahkan yang tidak sekolah pun kami ajak untuk ikut bermain bersama,membuat saya merasa terharu dimana anak-anak bisa kembali tersenyum setelah musibah yang mereka alami,merupakan ke banggaan tersendiri yang tidak dapat saya ungkapakan,waktu terus berjalan seperti biasanya sampai anak-anak kembali ke sekolah yang sebenarnya.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan