logoblog

Cari

Relawan Kita: Manusia Untuk Kemanusiaan

Relawan Kita: Manusia Untuk Kemanusiaan

Hidup berjalan dengan berbagai peristiwa di dalamnya. Suka, duka, silih berganti menjadi penghibur dan penegur manusia. Tidak ada yang istimewa, semua

Cerita Inspirasi

Putri Arifatul Fajriyah
Oleh Putri Arifatul Fajriyah
24 November, 2018 13:26:47
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 3995 Kali

Hidup berjalan dengan berbagai peristiwa di dalamnya. Suka, duka, silih berganti menjadi penghibur dan penegur manusia. Tidak ada yang istimewa, semua sama di hadapan Tuhan. Semua pasti akan merasakan kekuasaan nyata Sang Pencipta dari silih bergantinya bahagia dan bencana.

Sejak gempa bumi yang terjadi 29 Juli lalu, kemudian diikuti dengan goncangan-goncangan berikutnya yang lebih dahsyat pada 5 dan 19 Agustus, pulau elok bernama Lombok ini menjadi sorotan di seluruh penjuru negeri. Tatapan dunia mengarah bukan pada keindahan alam dan budaya pulau ini, namun pada rintihan mereka yang sedang mendapat “giliran ujian” dari Yang Maha Kuasa.

Para relawan dari luar Pulau Lombok berdatangan. Mereka mengulurkan tangan seakan menjadi “wakil” Tuhan untuk membantu para korban. Namun semangat membantu para korban bukan hanya datang dari mereka yang “baik-baik saja”. Semangat itu datang pula dari orang-orang yang juga terdampak gempa, yang merasakan kerusakan luar dan dalam (batin), tapi tetap bertekad ikut membantu korban lain atas dasar kemanusiaan. Mereka manusia yang berjuang untuk kemanusiaan.

“Saya mau bantu, tapi saya ndak punya uang untuk memberikan mereka logistik, saya cuma punya tenaga sama pikiran, jadi saya pikir ya sudah saatnya human for humanity, dan kebetulan waktu itu desa saya (Batuyang, Lombok Timur) juga pulihnya cepat. Jadi saya juga mau lihat bagaimana kondisi orang-orang yang di Utara (Lombok Utara) sama yang di Obel-obel dan Belanting (Lombok Timur), jadi saya memutuskan untuk gabung ke ACT (Aksi Cepat tanggap). Karena dasarnya ya itu tadi, human for humanity,” ucap Kaolan, salah satu narasumber yang sempat menjadi relawan saat peristiwa gempa bumi tersebut.

Memang benar, meski salah satu kebutuhan paling besar para korban saat itu adalah logistik, namun bukan berarti kita semua tidak bisa membantu mereka dengan alasan tidak punya uang, tidak punya hal-hal yang berupa finansial. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhkuk paling sempurna dengan akal pikir. Itulah yang bisa menjadi “senjata” awal untuk menolong orang lain, tentunya harus dibarengi niat tulus dan tekad kuat. Karena itu tugas kita sebagai manusia.

Setelah sempat bergabung dengan salah satu organisasi nirlaba profesional, ACT,  Kaolan pun membentuk komunitas kecil bersama para pemuda desa Batuyang dengan tujuan membantu para korban yang kondisinya lebih parah, serta sebagai upaya menormalkan kondisi desa. Komunitas yang diberi nama Gen B (Generasi Batuyang) ini beranggotakan kurang lebih 25 orang dari berbagai kalangan.

 

Baca Juga :


Meski dengan kondisi terbatas, namun tekad kuat Kaolan dan relawan lain tidak pernah surut untuk membantu memulihkan Lombok dan NTB pada umumnya, lewat aksi kecil yang besar maknanya bagi para korban.

“Harapan saya semoga masyarakat NTB, terutama yang menjadi korban, bisa mengambil pelajaran dari apa yang sudah terjadi. Ya mengikuti nama pulau kita, Lombok, atau dibahasa saya dibaca Lombo’ yang artinya lurus. Jadi kita jangan tersendat di suatu kondisi yang membuat kita down,” ungkap Kaolan yang saat ini masih menjadi mahasiswa semester 7 di Universitas Mataram.

Lombok dan Nusa Tenggara Barat pada umunya, meski dilanda bencana, namun cepat atau lambat pasti bisa bangkit lagi, dengan catatan semua pihak mau bekerjasama dengan baik. Mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Jika mau bersikap selayaknya manusia dan bertindak untuk kemanusiaan, NTB pasti akan pulih kembali.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan