logoblog

Cari

Jangan Melamun, Ayoo Berdayung

Jangan Melamun, Ayoo Berdayung

Gempa Bumi berskala 7,0 SR, 6,9 SR, 6,4 SR yang meluluh lantahkan Lombok, Nusa Tenggara Barat lebih khususnya Lombok Utara.  Menyebabkan

Cerita Inspirasi

pauzan basri_jack
Oleh pauzan basri_jack
14 November, 2018 09:41:05
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 3383 Kali

Gempa Bumi berskala 7,0 SR, 6,9 SR, 6,4 SR yang meluluh lantahkan Lombok, Nusa Tenggara Barat lebih khususnya Lombok Utara.  Menyebabkan seluruh bangunan-bangunan yang dulunya berdiri tegak, kini sudah rata dengan tanah. Baik itu bangunan Sekolah, Kantor Pemerintahan, bahkan rumah-rumah warga Lombok Utara, rumah yang rusak dan rata pun tak pandang bulu. Dari rumah pejabat hingga rakyat, semuanya hancur rata menjadi tanah.

Hal itu membuat masyarakat Lombok Utara trauma berkepanjangan, satu minggu pasca gempa, tidak ada aktivitas masyarakat Lombok Utara kecuali hanya menunggu bantuan sumbangan dari para dermawan yang datang membantunya.  Hingga satu bulan proses ekonomi tak kunjung berjalan. Petani tak pernah ke kebun, pedagang tak pernah ke pasar dan nelayan tak juga ke laut.

Terlihat semangat masyarakat Lombok Utara pada waktu itu tak bisa bangkit dari keterpurukan, mungkin mereka masih terbayang bagaimana kejadian pada malam itu yang membuatnya menjadi kepanikan dan sangat ketakutan.

Pasca gempa tersebut tak satupun terlihat sampan-sampan kecil dipinggir pantai sepanjang jalan di Lombok Utara. Dari bulan pertama gempa hingga bulan kedua masih tak ada satupun para nelayan pergi melaut untuk menangkap ikan.

Namun setelah berlarut-larut masyarakat mulai sadar dan memahami. Larut dalam keterpurukan tak bisa mengembalikan sesuatu yang sudah terjadi, perlahan-lahan warga kampung-kampung mulai membangun rumahnya dari bekas pondasi yang sudah hancur. Dengan bermodal bahan-bahan yang ada dan alat tukang seadanya.

Satu demi satu puing-puing bekas rumahnya diangkat perlahan, kayu yang bagus dipisahkan  dengan kayu yang sudah rusak. Satu persatu gentengnya diangkat, genteng yang rusak digabungkan sesama rusaknya, yang bagus dipisahkan dan dirapikan. Begitu pula bahan-bahan yang lainnya. Warga nampaknya mulai bangkit dari fenomena masa lalu yang sudah terjadi.

Hari demi hari berlalu, sehingga rumah pun mereka bangun perlahan hingga jadi rumah seadanya meskipun hanya rumah sederhana, beratapkan terpal bagi yang tak bisa membeli seng atau spandek, yang penting ada tempat berteduhnya dikala hujan dan panas.

Setelah itu rumah sementaranya pun jadi, warga Lombok Utara mulai bangkit melakukan aktivitas seperti biasanya, petani ke kebun, pedagang ke pasar, nelayan pun melaut. Satu persatu warga Lombok Utara Nampak terlihat bangun dan bersemangat melakukan kegiatan.

Masyarakat Lombok Utara sudah mulai Move On dari peristiwa yang telah menimpanya beberapa bulan lalu. Yang terlihat kini semangat bangkit dan semangat maju menatap masa depan yang lebih cerah.


Sebagian juga warga korban gempa sudah mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaan-pekerjaan yang bisa mereka kerjakan. Ada yang menyibukkan diri menjadi relawan, ada juga yang mulai sibuk dengan membuat pekerjaan baru, maksudnya agar mereka melupakan segala trauma akibat peristiwa yang sudah terjadi. Pada intinya masyarakat korban gempa khususnya di Lombok Utara sudah bangkit dan bahagia seperti sediakalanya.

Salah satu nelayan Kecamatan Kayangan Jumarti yang merupakan kegiatan sehari-harinya adalah melaut mengatakan bahwa, alhamdulillah sudah berani berdayung ke laut. Dan sudah berusaha untuk melupakan segaa trauma yang sudah ada dalam diri para nelayan dan juga pegiat lainnya.


"Alhamdulillah kami para nelayan sudah mulai belajar untuk melupakan segala sesuatu yang sudah terjadi. Karena kami juga lelah terus-terusan merenungi semua yang sudah terjadi. Dan saatnya kami para nelayan dan juga para pedagang, petani untuk bangkit kembali,"terangnya.

Mari masyarakat Lombok Utara harus bangkit, lupakan segala sesuatu yang pernah terjadi. Karena keterpurukan tidak akan membuat suasana menjadi nyaman, justru akan membuat kita semakin terpuruk dan stres serta sulit untuk bangkit kembali. Mari terus kerjakan hal-hal yang bisa dikerjakan dan tetap berdoa untuk kebaikan daerah dan tetap sabar dalam menjalani musibah yang sudah terjadi.


 

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan