logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ingin Kibarkan Merah Putih Di Tempat Tertinggi

Ingin Kibarkan Merah Putih Di Tempat Tertinggi

KM. Sukamulia – Sugiyo, demikianlah nama seorang penyandang disable polio yang mengaku sudah menjadi Atlet di cabang olahraga memanag sejak tahun

Cerita Inspirasi

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
11 Oktober, 2018 21:55:13
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 1462 Kali

KM. Sukamulia – Sugiyo, demikianlah nama seorang penyandang disable polio yang mengaku sudah menjadi Atlet di cabang olahraga memanah sejak tahun 2005. Laki-laki asal Semarang ini berjuang di arena Asean Para Games 2018 hanya untuk satu tujuan, yakni ingin mengibarkan Merah Putih di Tempat Tertinggi.

Usai menyaksikan pertandingan Basket Ball antara timnas putra Indonesia dengan timnas putra Thailand di Hall Basket Ball Asean Para Games 2018 (Rabu, 10/10/2018), kami menemui salah seorang atelit Asean Para Games 2018 Indonesia yang berjuang di cabang olahraga Memanah.

Rasa haru dan bangga berkecamuk di dada ini ketika mendengar tutur beliau, “selama mengikuti berbagai kejuaraan pada cabang olahraga memanah, tujuan saya hanya satu, yaitu Mengibarkan Sang Merah Putih di Tempat Tertinggi”.

Kalimat yang keluar dari mulut atlet berusia 50 tahun itu benar-benar membangkitkan mengetarkan jiwa ini. Ternyata sosok penyandang disabilitas yang satu ini memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Atas jiwa nasionalisme itulah beliau berjuang sekeras mungkin sehingga ia bisa sampai di Arena Asean Para Games 2018 yang diikuti oleh atlet berbagai cabang olahraga dari 43 negara.

“Saya bangga kepada segenap penyandang disabilitas yang ikut berjuang untuk NKRI pada ajang Asean Para Games 2018 ini. Meski-pun sampai saat ini saya belum bisa menyumbangkan medali emas bagi Indonesia dari cabang olahraga yang saya ikuti, namun saya tidak berkecil hati. Yang penting saya terus berjuang dengan penuh sportipitas dan apapun hasilnya maka saya tetap bangga menjadi warga Indonesia”, papar laki-laki yang akrab dipanggil Giox itu.

Beliau juga bercerita mengenai susah senang yang dirasakan selama menjadi atlet di cabang memanah. Banyak cemoohan yang didapatkannya, namun cemoohan itu ia jadikan cambuk untuk berlatih dengan giat dank eras. Ia bercerita bahwa dirinya sangat bangga dengan usaha yang telah dilakukannya selama menjadi atlet yang meskipun hingga saat ini dirinya belum bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Giox memaparkan cita-citanya untuk mengibarkab Bendera Merah Putih di Tempat Tertinggi. “Yang saya maskud dengan mengibarkan Merah Putih di Tempat Tertinggi adalah saya bercita-cita memberikan yang terbaik bagi bangsa ini, yakni bangsa ini mendapatkan medali emas tertinggi atau terbanyak supaya Merah Putih berkibar pada tempat tertinggi di antara bendera-bendera negara peserta Asean Para Games lainnya. Saya berharap suatu saat dapat menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

 

Baca Juga :


“Jikapun saya tidak bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada Asean Para Games 2018 ini, tetapi saya selalu berdoa agar para atlet Asean Para Games Indonesia 2018 dapat menyumbangkan medali emas sebanyak-banyaknya untuk Indonesia sehingga Indonesia bisa berada pada peringkat tertinggi pada kompetisi ini. Saya ikut bangga dan akan merasa sangat bangga jika itu bisa tercapai”, pungkas-nya dengan nada penuh harap.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia, Giox berpesan “Nyangan menyerah dengan keadaan. Lakukanlah sesuatu dengan ikhlas dan junjung tinggi sportifitas. Insyallah cita-cita mulia akan dikabulkan-Nya”.

Pada ahir pembicaraan, beliau mengungkapkan harapannya selaku atlet penyandang disabilitas. “Saya berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih kepada para penyandang disabiltas yang ada di seluruh Indonesia. Berikanlah mereka program-program pemberdayaan yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Berilah perhatian yang lebih kepada para atlet disabilitas yang sudah berjuang mengharumkan nama Indonesia pada ajang Asean Para Games 2018 atau pada ajang-ajang lainnya agar semangat dan motivasi mereka membela bangsa tetap terjag dan agar mereka dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penyandang cacat lainnya”.

_By. Asri The Gila_



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan