logoblog

Cari

Tutup Iklan

Warga Kampung Media Siap Menerima Satu Indonesia Award

Warga Kampung Media Siap Menerima Satu Indonesia Award

KM. Pohgading Timur – Tidak pernah terbayangkan oleh pembuat Serbuk Anti Siput akan mendapatkan suatu panggilan ke Jakarta untuk mempresentasikan inovasi

Cerita Inspirasi

KM Pohgading Timur
Oleh KM Pohgading Timur
29 September, 2018 08:23:25
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 4709 Kali

KM. Pohgading Timur – Tidak pernah terbayangkan oleh pembuat Serbuk Anti Siput akan mendapatkan suatu panggilan ke Jakarta untuk mempresentasikan inovasi yang dibuat bagi para petani karena ia berpikir bahwa banyak pemuda yang memiliki karya yang lebih dari yang dilakukan hanya memanfaatkan limbah pelepah daun tembakau sebagi inovasi baru yang dibuat bagi para petani yang sering mengalami gagal panen di kampung halamanya diakibatkan oleh ganguan siput yang mematahkan tanaman yang di budidayakan.

Pada tahun 2017 yang lalu pembuat pupuk organic fungsi ganda ini pernah mendapatkan juara tingkat provinsi pada penghargaan pemuda kreatif di Satu Indonesia Award dan dia merasa bangga dan sangat bahagia dengan hasil yang di umumkan oleh para dewan juri melalui panitia penyelanggara yaitu PT Astra Internasional Tbk yang di sponsori oleh PT Tempo Media Group. Prestasi yang di dapatkan dijadikan motivasi agar tetap bisa memberikan yang terbaik kepada para petani yang ada dsekitarnya. Akan tetapi penemu pupuk organik fungsi ganda ini mendapatkan prestasi lagi di tahun yang sama dengan mengikuti lomba pemulihan pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten, Provinsi dan akhirnya sampai Ke tingkat Nasional, meraih juara III pada bidang Inovasi Teknologi dan penemupun mendapat panggilan dari penyelnggara yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga yaitu Bapak Imam Nahrawi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 89.

Melihat keberhasilan yang sudah diraih bukan sampai itu saja langsung mendapatkan kepuasan melainkan penemu Pupuk Organik Fungsi Ganda ini terus memperhatikan para petani yang ada di sekitarnya. Melihat phenomena yang di alami para petani dan Pupuk Organik Fungsi Ganda yang ditemukan itu tdk mampu menjaga tanaman dari serangan siput dari sana mulai melakukan penelitian sederhana dengan menggunakan daun tembakau kering yang ditaburkan pada tanaman menjadi sempel penlitinya, Allhamdulillah berhasil juga, akan tetapi kelemahnya daun tembakau yang akan di guakan sebagai Serbuk Anti Siput sangat sulit ditemukan karena tidak memiliki dana yang banyak, maka ia mulai melakukan penetian lagi dengan menggunakan pelepah daun tembakau saja karena pelepah daun tembakau terlalu banyak dan menjadi sumber penyakit bagi warga di kampung halamanya yaitu Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya.

Mulai sejak keberhasilnya menggunakan pelepah daun tembakau yang menjadi permasalahan lingkungan menjadi sampah dan sumber penyakit. Penyakit yang di timbulkan yaitu penyakit diare karena dari timbunan pelepah daun tembakau ini tempat bersarangnya lalat yang membawa penyakit diare dengan cara menghinggapi maknan warga di kampungnya. Setelah mengolah pelepah daun tembakau ini penyakit diare yang sering menyerang warga kampunyapun berhenti dan tanaman petani bagus tanpa ada gangguan dari siput, bekicot dan siput telanjang.

Dari sana mulai dikembangkan dan memproduksi dalam sekala besar walau alat yang digunakan adalah alat yang sangat sederha untuk pelebur pelepah tembakau yang dijadikan Serbuk Anti Siput, dari hari kehari warga mulai menggunakan apa yang ditemukan oleh putra daerahnya sendiri dan berlanjut dari mulut kemulut sampai saat ini para petnani yang ada di dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya tidak kesulitan dalam perawatan tanaman yang di budidayakan baik dalam bentuk Serbuk Anti Siput maupun Pupuk Organik Fungsi Ganda yang ditemukan sejak tahun 2010 dan dikembangkan sampai saat ini.

Pada tahun ini penemu Pupuk Organik Fungsi Ganda di hubungi via telpon oleh panitia penyelanggara Satu Indonesia Award 2018 untuk mengikuti penghargaan lagi, tapi saya menjelaskan tentang asa green yang sudah mendapatkan penghargaan namun pihak panitia bertanya tentang pengembangan yang saya lakukan dan saya menjawab saya membuat serbuk anti siput yang sudah berhasil dan herbisida alami belum bisa berhasil. Mendengar penjelasan saya panitiapun mengajukan saya dalam Satu Indonesia Award dan mengirim berkas pendaptaran lewat email.

Setelah itu hanpon saya hilang dan saya mis komunikasi dari panitia Satu Indonesia Award dan tidak ada harapan untuk menjadi terbaik dari 500 peserta yang mendaftarkan dirinya di Satu Indonesia Award, masuk 24 besar dan dikunjungi oleh panitia Satu Indonesia Award yaitu mbak Anita Yuliana dari Astra Internasional, mas Doni vidiogarfer dari Tempo Media group dan mbak Putri Rahayu Pratama fotografer dari Tempo Media Group yang berkunjung ke rumah produksi Asa Green dan Serbuk Anti Siput yang kami buat.

Pada hari pertama tim dari Satu Indonesia Award merasakan gempa yang sedang melanda pulau Lombok dengan kekuatan 4.9 SR dan pada hari keduanya tim Satu Indonesia Award juga merasakan gempa juga dengan kekuatan 5.0 SR, panitia Satu Indonesia Award langsung bergegas agar segera melakukan apa tujuanya mengunjungi kami yaitu mewawancarai saya sebagai penemu dan warga kami yang sudah menggunakan Serbuk Anti Siput dan Asa Green yang kami buat.

 

Baca Juga :


Setelah itu panitiapun bergegas kembali melanjutkan kunjunganya ke Kupang sampai akhirnya kembali ke Jakarta melaporkan hasil kunjunganya. Tidak saya sangka akan masuk 12 besar dan di panggil ke Jakarta untuk mepresentasikan apa yang saya lakukan di depan dewan juri. Informasi ini sangat menggebirakan bagi saya pribadi, istri, keluarga serta warga yang sudah menggunakan apa yang kami buat. Pemanggilan ke Jakrta besok pada Tanggal 09 Oktober 2018

Semoga saja kami bisa memberikan yang terbaik bagi masyaratat dsekitar, petani dan membersihkan lingkungan agar warga sehat tidak terkena penyakit yang dsebabkan oleh bau busuk akibat pelepah tembakau menumpuk tempat berkreproduksi lalat yang membawa penyakit. Selain itu kami berharap lewat momen ini bisa kami mewujudkan mimpi kami bisa membuat lapangan pekerjaan bagi para pemuda yang ada di kampung halaman kami sehingga tanaman sehat petani sejahtra.

By:Badri_asa

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan