logoblog

Cari

Tutup Iklan

Cinta Yang Terusir Dalam Lagenda Lombok

Cinta Yang Terusir Dalam Lagenda Lombok

Sebuah lagenda kehidupan menceritakan sisi kehidupan seorang perempuan yang diwarnai oleh tragedi rumah tangga. Kehadiran seorang perempuan lain dalam bahtera hidupnya

Cerita Inspirasi

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
23 Mei, 2018 21:50:59
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 1887 Kali

Sebuah lagenda kehidupan menceritakan sisi kehidupan seorang perempuan yang diwarnai oleh tragedi rumah tangga. Kehadiran seorang perempuan lain dalam bahtera hidupnya membuat dirinya tercampak dan harus meninggalkan keharmonisan rumah tangganya. Namun karena suatu mujizat dari yang kuasa, keharmonisan itu akan kembali bersemi setelah melalui proses perjuangan oleh seorang perempuan yang sabar. Inilah cerita kehidupan masa lalu yang  diangkat dalam sebuah lagenda kerajaan di Pulau Lombok. Sebuah kerajaan di masa lalu yang lokasinya tak jauh dari Pelabuhan Lembar-Lombok Barat, menceritakan kehidupan keluarga Kerajaan Taun yang diperintah oleh seorang raja yang bijaksana. Raja yang bergelar `datu` tersebut tinggal bersama dengan seorang permaisuri yang sungguh cantik jelita di sebuah istana. Raja itu bernama Datu Tuan, sedangkan isterinya bernama Dewi Mas.

Datu Tuan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin kerajaan di Kerajaan Taun, beliau dinilai bijaksana dan penuh perhatian kepada rakyatnya. Selama beliau berkuasa di kerajaan ini, seluruh rakyatnya dalam keadaan damai, aman, dan tenteram. Akan tetapi, walaupun beliau mampu memperlihatkan dedikasi kepemimpinan yang bagus terhadap rakyatnya, beliau selalu dirundung sedih. Kesedihan ini selalu melanda diri Datu Tuan karena beliau belum dikarunia seorang putera, sementara raja dan permaisuri semakin bertambah usia.

Suatu hari yang cerah, Datu Tuan dan Dewi Mas duduk santai sembari bercakap-cakap membahas nasib keluarga yang belum dikaruniai seorang keturunan. Namun tiba-tiba Baginda Raja menyampaikan suatu permintaan kepada sang permaisuri, “Adinda, mudah-mudahan Andinda tidak keberatan jikalau Kakanda menyampaikan sebuah permintaan, ijinkanlah Kakanda mengambil istri seorang lagi. Siapa tahu dengan demikian kita akan dikaruniai anak yang akan melanjutkan kepemimpinan kita di kerajaan ini kelak”

Ternyata Sang Permaisuri menyetujui, sehingga Baginda Datu Tuan segera meminang seorang puteri cantik jelita yang bernama Sunggar Tutul. Puteri cantik jelita ini adalah anak dari Patih Aur.

Semenjak Datua Tuan mempersuntin seorang permaisuri baru, sikapnya pun tak seperti dulu lagi ketika bertemu dengan Dewi Mas. Bahkan Datu Tuan lebih sering bersama dengan permaisurinya yang baru di istana. Akhirnya, raja yang terkenal adil dan bijaksana ini ternyata berubah dan tidak adil terhadap permaisuri pertama. Akan tetapi, Dewi Mas tetap menampakkan sikap yang sabar. Alhasil, atas kesabaran yang dimiliki oleh Dewi Mas, ia pun akhirnya mengandung.

Sunggar Tutul sangat terkejut setelah mengetahui bahwa Dewi Mas mengandung. Kelanjutannya,  ini tentu saja mengejutkan Sunggar tutul, ia takut Raja akan berpaling dari Ia p Ia pun akhirnya menghasut Raja Datu Tuan, bahwa kehamilan Dewi Mas adalah hasil perselingkuhan dengan lelaki lain yang bernama Lok Deos.

Murkalah Baginda Datu Tuan, pada saat itu Dewi Mas di usir dari istana dan dibuang ke sebuah gili. Bersama dengan pengiring-pengiringnya, Dewi Mas tinggal di sebuah gili yang tak jauh dari Lembar. Mereka membangun suatu perkampungan, dan Dewi Mas tetap tegar dalam menerima ujian dan cobaan itu.

Pada suatu hari, tiba-tiba sebuah kapal datang mendakat ke gili tersebut. Seperti ada suatu mujizat dari yang Kuasa yang akan diberikan kepada Dewi Mas. Nakhoda kapal itu mengarahkan kapalnya ke gili, dan dari kejauhan ia melihat seorang wanita yang cantik jelita. Akhirnya Nakhoda dan para awak kapalpun berlabuh dan mampir ke pondok Dewi Mas.

Dewi Mas menjamu Sang Nahkoda beserta awak kapal tersebut. Setelah itu, Dewi Mas menceritakan keberadaannya di gili yang tak berpenghuni tersebut setelah ditanya lebih awal oleh Sang Nahkoda. Setelah itu, Dewi Mas meminta Nakhoda dan awak kapal tersebut untuk mengantarkannya ke pulau Bali. Akhirnya Dewi Mas beserta para pengiringnya tinggal di Bali dan membentuk sebuah perkampungan baru.

Setelah beberapa hari tinggal di Bali, Dewi Mas tiba-tiba melahirkan. Ia pun melahirkan dua anak kembar yang masing-masing disertai dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir beserta sebilah keris, dan seorang lagi bayi perempuan lahir beserta anak panah. Bayi laki-laki ini diberi nama Raden Nuna Putra Janjak sedangkan bayi perempuan dinamakan Dewi Anjani.

Kedua bayi tersebut tumbuh besar menjadi anak-anak yang lucu dan menarik. Namun pada suatu hari kedua anak tersebut menanyakan siapakah ayah mereka, karena selama ini mereka sering diejek teman-temannya karena tidak punya ayah.

Atas desakan dari kedua anaknya yang terus menerus, maka Dewi Mas pun menceritakan semua kisah yang dialaminya. Diceritakannya bahwa ayah mereka adalah seorang Raja di Lombok yang bernama Datu Taun, dirinya dibuang kesebuah gili karena difitnah oleh madunya Sunggar Tutul.

 

Baca Juga :


Raden Nuna Putra Janjak menjadi sangat marah dia memohon kepada ibunya agar diijinkan untuk menemui ayahnya ke Lombok. Karena terus didesak akhirnya Dewi Mas pun mengijinkan puteranya bersama para pengiring berlayar ke Lombok.

Sesampai di Lombok, Raden Nuna Putra Janjak segera masuk ke istana. Tapi  ia pun di hadang oleh para penjaga. Pertarunganpun tak terelakkan, Raden Nuna Putra Janjak meskipun masih kecil namun dengan keris di tangan yang muncul bersamaan ketika ia lahir, sangatlah sakti dan tak tertandingi.

Banyak lawan yang tak berdaya ketika menghadapi Raden Nuna Putra Janjak. Akhirnya Baginda Datu Tuan mengharuskan diri turun bertanding. Pertarungan yang serupun terjadilah, mereka saling menghujamkan kerisnya. Mereka berdua sama kuat, keris masing-masing tidak dapat saling melukai. Tiba-tiba terdengarlah suara gaib dari angkasa ” Hai Datu Tuan, jangan kau aniaya anak itu. Anak itu adalah anak kandungmu sendiri dari istrimu Dewi Mas”.

Mendengar suara itu , Datu Tuan sungguh menyesal sehingga  dipeluknya Raden Nuna Putra Janjak. Raden Nuna Putra Janjak pun segera menceritakan kabar keluarganya di Bali. Baginda Datu Tuan segera menjemput permaisuri ke Bali. Akhirnya seluruh istana dan penduduk Taun bersuka cita, Namun Dewi Mas tidak menaruh dendam sama sekali kepada Sunggar Tutul, mereka semua hidup damai dan tenteram, dan saling menghargai satu sama lain.

Beberapa tahun kemudian, Raden Nuna Putra Janjak tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan bijaksana. Baginda Datu Taun sudah semakin tua dan akhirnya menyerahkan tahta kerajaan kepada puteranya.

Dalam pergantian ketahtataan, Baginda Datu Tuan kemudian menyepi di gunung dan diiringi putrinya Dewi Anjani. Di puncak gunung itulah baginda dan puterinya bertapa untuk memuja Yang Maha Kuasa.

Setelah Baginda Datu Tuan dan Dewi Anjani betapa, Dewi Anjani diangkat oleh para Jin dan mahluk halus menjadi Ratu di puncak gunung ini. Sejak itulah gunung yang tinggi di pulau Lombok ini dinamakan “Gunung Rinjani”. Rinjani dalam bahasa berarti “tinggi”

( Dikutip dari banyak sumber termasuk tuturan orang-orang sasak di Lombok)

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan