logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hidup Itu Tertulis, Matipun Tertulis, Soo Write.....

Hidup Itu Tertulis, Matipun Tertulis, Soo Write.....

Pertama kali menulis di laman Web. sekitar tahun 2009 tepatnya dalam masa seratus hari pemerintahan BARU, Baru itu adalah Singkatan Bajang

Cerita Inspirasi

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
16 Januari, 2018 09:10:40
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 8326 Kali

Pertama kali menulis di laman Web. sekitar tahun 2009 tepatnya dalam masa seratus hari pemerintahan BARU, Baru itu adalah Singkatan Bajang - Badrul, Bajang itu Muda, sebab Gubernur NTB Zainul Majdi akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB), dilain pihak Ru Itu Badrul Munir, Seorang Penulis sekaligus Seorang Arsitek, Gelarnya MM, Arsiteknya macam-macam mulai dari mentalitas hingga model bangunan segala arsitektur dan gaya luar negeri, tentang Badrul yang menjadi pendamping TGB itu sajian biografinya cukup varitif sebab Badrul adalah penulis, arsitek, juga sebagai seorang politikus.

Lima tahun menjadi Pelayan Masyarakat NTB, Badrul punya kisah inspiratif tentang keinginan merubah dan mensejajarkan Masyarakat NTB dengan Masyarakat Indonesia lainnya, Kata Badrul, Status Quo terjemahan Status Quo itu tembok Penghalang, jarak, dan identitas masyarakat, itu sebabnya Badrul siap maju mendampingi TBG pada saat itu (ditahun 2009), kalau soal TGB, sudah tentu alasannya karena selain sebagai seorang Tuan Guru serta Cendikia, TGB juga punya tanggung jawab politik sebab ditahun yang sama, TGB menjadi Aleg dari Partai Bulan Bintang besutan Yusril Ihza Mahedra (YIM) semenjak 2005.

Saat menulis, pertama kali, banyak yang menjadi batu sandungan misalnya saja PD Bukan Partai Demokrat maksudnya, sering keliru kalimat, paragraf tidak nyambung, terkadang sering asal ada tulisan yang nangkring, bahkan banyak alasan yang bentuknya macam-macam seperti hasil copas dan pindah catatan dari buku-buku yang dibaca, asyiknya laman blogger tidak pernah menolak walau aturan mengatakan tidak boleh, dilarang atau kalimat sejenis dan semacamnya tetap saja asal, asal ada, asal sudah, asal jadi dan macam-macam.

Tahun demi tahun berlalu setelah berproses dan berbagi cerita, pengalaman dengan teman-teman Kampung Media, Media NW, Tulis Menulis, Majalah Jurnalis, Bloggeres hasilnya banyak berubah, tak hanya asal tapi perubahannya terasa apalagi bertahun-tahun di depan layar, memberi motivasi pelajar sekolah, banyak teman, rekan bahkan pejabat yang menjadi kenalan menawarkan kerjasama, contohnya tahun 2015 Kelompok Tani Lawu Mekar menawarkan kerja sama, Selanjutnya tahun 2017 oleh Pemerintah Desa Montong Beter diamanahi Ketua KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), intinya proses, namun jujur masih banyak kekurangan.

Kekurangan adalah lumrah apalagi manusia tak ada yang sempurna, namanya saja masih belajar, harus sabar dengan proses, kadang salah, kadang juga harus menanggung resiko kegagalan, formulasi beruntung tak berlaku, begitu realitasnya, yang berhak sukses adalah penyabar dalam proses, menerima sistem alam dan bertahan dalam suksesinya, inilah hidup sebenarnya.

Tidak semua orang bisa belajar dari kekalahan, dari kegagalan padahal kekalahan mengajarkan kita untuk menjadi lebih teliti dan disiplin, kegagalan mengajarkan kita untuk lebih banyak mengurai kekeliruan-kekeliruan, hanya orang-orang yang penakutlah yang tidak berani gagal, bukan tidak mungkin apabila keyakinan yang selama ini kita pupuk menjadi awal memanen keberhasilan sebab kegagalan adalah keberhasilan yang menunggu waktu tepat.

Semangat Menulis, bertutur dan menyampaikan informasi harus kita fahami sebagai sebuah isyarat, kilatan cahaya atau dalam film 99 cahaya dilangit eropa adalah aksentris aktor sebagai pelaku utama atau meminjam teori Rudat Donang sebagai perwujudan dari seluruh aktor menyetakan diri sebagai individu yang baru belajar dengan kata lain “Sebab Kami Baru Belajar”.

 

Baca Juga :


Tidak ada kata berhenti untuk belajar sebab dengan belajar semua bisa kita diraih, dengan belajar kesulitan dapat dipecahkan,dengan belajar semua masalah akan menemui muaranya, dengan belajar anak kecil bisa menjadi orang besar, seperti TGB, seperti Badrul Munir, Seperti siapa saja asal mereka adalah Pembelajar.

Banyak contoh menarik, banyak juga kasus yang mengusik semuanya adalah bumbu hidup, soal bumbu adalah soal rasa, rasa tak pernah bohong, yang pasti puas yang akan di kejar, yang gak puas harus berani coba lagi hingga berhenti pada hentian Push On The Limit, jangan berhenti ditengah badai, jangan pernah menunggu dan jangan pernah mengucapkan nanti sebab hidup tidak ada jaminan sebab hidup sejatinya adalah perbuatan, orang yang hidup adalah yang berkreatifitas bukan diam dan menunggu takdir.

Paling terakhir sekali bila hari ini kamu masih berfikir untuk memilih maka pilihan paling tepat adalah berbuat bukan menonton, melihat-lihat, membuktikan, sebab kita tak akan punya sejarah sendiri melainkan hanya pemerhati sejarah.

Selamat Mencoba



 
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Menjadi tua adalah sebuah kebiasaan, sedangkan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, dari KMKrens untuk NTB yang berdaya saing. HP 087763256047

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan