logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hujan Turun Rindupun Tumbuh

Hujan Turun  Rindupun Tumbuh

Hujan Turun Rindu pun Tumbuh Hujan merupakan karunia dari Allah SWT yang senantiasa memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk yang ada di

Cerita Inspirasi

Suparman
Oleh Suparman
03 Januari, 2018 11:59:23
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 4632 Kali

Hujan merupakan karunia dari Allah SWT yang senantiasa memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk yang ada di Bumi, Allah menurunkan keberkahan di Langit tidak di batasi oleh ruang dan waktu, karena Tuhan begitu mencintai seluruh makhlukan_Nya yang beriman maupun tidak. Hujan turun memberikan kehidupan baru bagi Alam ini, yang menyambut makhluk lain dengan pandangan yang menyejukkan dengan warna hijau tumbuh-tumbuhan yang disuguhkan tidak ada kejadian yang secara kebetulan di dunia ini melaingkan atas dasar skenario yang telah Allah tetapkan.

Mitos yang terjadi di tengah masyarakat pada zaman dulu, kadang membuat kita tersenyum ketika masa itu kita rindukan lagi. Orang tua dulu, selalu mengatakan bahwa, ketika musim hujan turun itu bertanda Tuhan sedang buang air kecil yang di tumpahkan ke Bumi. Apakah ada Tuhan yang melakukan aktivitas tidak masuk di akal sehat.? Tapi itulah yang terjadi, masyarakat menganggap apa yang terjadi, dikaitkan dengan kejadian yang terjadi  disekitar mereka, mungkin karena ilmu pengetahuan yang terbatas atau sebagai alasan orang tua, untuk melarang anak-anaknya keluar rumah ketika hujan turun.

Orang Tua pada zaman dulu, untuk menjaga anak-anaknya dari segala musibah, mereka selalu mengaitkan dengan hal-hal yang menakutkan. Misalnya, ketika adzan Magrib dikomandangkan, dilarang keluar rumah nanti akan di culik sama hantu. Inilah cara mereka untuk melindungi buah hatinya dari segala marabahaya.

Hujan turun rindu pun tumbuh, masa kecil adalah masa yang penuh dengan permainan dan  kebahagiaan. Ketika hujan turun, anak kecil merindukan sahabat-sahabat bermain, dengan keadaan telanjang bulat, bermain, tertawa dan menari dengan Air Hujan tanpa kenal lelah.  Kekompakkan dalam persahaban pada masa itu yang sangat kuat, membuat kita rindu betapa bahagianya kita telah melewati kenangan-kenangan itu, yang hanya bisa kita kenang, ketika hujan turun dan menyampaikan salam kepada kita tentang masa lalu yang di tinggalkan.

Ada hal lain yang lebih menyenangkan ketika hujan turun, saat kita berkumpul dan merencanakan untuk mengejar burung-burung di Ladang ataupun Sawah, dan burung yang menjadi favorit kita pada saat itu, adalah burung Kutilang, karena kutilang merupakan burung peliharaan yang unik, di tandai dengan bulu rambutnya yang berdiri tegak  dan suara yang khas. Kenapa mengejar burung adalah hal paling menyenangkan dan sangat mudah kita dapatkan ketika hujan turun? Karena, burung-burung tidak mampu mengepaskan sayapnya dengan sempurna  ketika Air Hujan membasahi bulu-bulu sayapnya. Nah… itu alasan kenapa kita sangat mudah menangkap burung saat hujan turun.

 

Baca Juga :


Kenangan itu telah kita titipkan pada Air Hujan, karena kita percaya bahwa Air Hujanlah yang mampu menceritakan kembali kenangan itu, ketika kita merindukan kembali masa kecil dulu. Hujan turun merupakan bukti yang kuat, untuk menceritakan kembali kenangan-kenangan yang bertuah tentang kebahagiaan anak kecil.

Masa kecil dulu, tidak ada camera yang mampu mengambil, menyimpan, dan mengabadikan momen-momen indah tentang canda tawa, persahabatan, dan senyuman masa lalu dengan Alam di sekitar. Semua kenangan masa lalu, biarkan Hujan dan Alam yang menyimpan kenangan-kenangan masa kecil dulu. Dan juga, Tidak ada cinta sejati yang terpatri  dalam hati, kita hanya kenal dengan cinta monyet, hanya mencintai tapi tidak pernah di cintai, karena masa kecil tidak memahami, apa itu cinta.?



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan