logoblog

Cari

Tutup Iklan

BIODIVERSITY AND CONSERVATION

BIODIVERSITY AND CONSERVATION

Konservasi Lingkungan Berbasis Pariwisata Eksploitasi laut secara berlebihan seperti pengeboman, penggunaan potassium hingga penangkapan dengan menggunakan trawl sangat bertentangan dengan kode etik penangkapan

Cerita Inspirasi

Randal Patisamba
Oleh Randal Patisamba
13 November, 2017 11:29:36
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 1590 Kali

Konservasi Lingkungan Berbasis Pariwisata

Eksploitasi laut secara berlebihan seperti pengeboman, penggunaan potassium hingga penangkapan dengan menggunakan trawl sangat bertentangan dengan kode etik penangkapan ikan. Kegiatan ini walaupun memberi keuntungan yang besar bagi nelayan tetapi membawa dampak yang sangat buruk bagi ekosistem perairan. Kegiatan penangkapan yang dilakukan nelayan dengan cara dan alat tangkap yang bersifat merusak yang dilakukan nelayan tradisional dapat di golongkan kedalam illegal fishing.

Pola penangkapan menggunakan bahan peledak dan bahan beracun tidak hanya berdampak tidak baik bagi spesies ikan tetapi juga memberikan efek buruk sangat besar bagi berbagai macam genus karang maupun biota laut.

Aktifitas di darat juga menjadi salah satu faktor penyumbang yang memberi dampak buruk bagi kawasan perairan. Pengolahan areal pertanian seperti perladangan di sekitar daerah pantai menyebabkan penurunan kualitas hamparan pasir, sedimentasi dan  mempengaruhi tingkat visibilitas air. Hal ini akan memperlambat bahkan merusak pertumbuhan karang termasuk Padang Lamun. Begitupun dengan penggunaan pestisida secara berlebihan dapat mencemari perairan yang merusak ekologi dan ekosistem perairan secara keseluruhan.

Beberapa faktor diatas menjadi penyebab terjadinya kerusakan ekologi perairan laut terutama terumbu karang, termasuk di beberapa titik di Teluk Sumbawa maupun di Kawasan Teluk Saleh. Kondisi ini diperparah lagi oleh masih rendahnya kesadaran nelayan untuk merubah pola penangkapan mereka yang sesuai aturan dan masih sedikitnya sosialisasi tentang hal tersebut.

Melihat kondisi yang terjadi yang semakin lama semakin memperparah keadaan, Adventurous Sumbawa (AS) sebagai Lembaga Pengkaji dan Pemerhati Pariwisata Sumbawa melalui Divisi Konservasi Lingkungan yang mereka miliki, tergerak dan merasa bertanggungjawab kemudian menginisiasi melakukan aksi penyelamatan lingkungan yang mereka beri nama Program Biodiversity and Conservation yaitu program revitalisasi dan konservasi lingkungan yang fokus pada kegiatan transplantasi terumbu karang dan pelestarian spesies ikan beserta biota laut lainnya. Upaya ini merupakan wujud dari kepedulian AS yang tidak hanya menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Sumbawa tetapi juga memfokuskan diri pada upaya pelestarian lingkungan.

Sebelumnya pada 2015 Program Biodiversity and Conservation sudah pernah dilakukan namun sempat terhenti karena keterbatasan dan beberapa kendala eksternal. Tak mau menyia-nyiakan apa yang telah mereka gagas dan ikhtiarkan, dengan dana dan material yang tetap bersumber dari sumbangan sukarela para anggotanya, pada Mei 2017 program transplantasi mereka lanjutkan kembali. Segala keterbatasan dan kendala mereka coba sikapi dengan pola dan cara yang lebih solutif, salah satunya dengan manfaatkan besi bekas maupun barang bekas lainnya untuk dijadikan konstruksi media transplantasi. Mereka merakit berbagai model dan ukuran konstruksi media tanam dengan pertimbangan salah satunya adalah untuk mengantisipasi tekanan arus dan gelombang saat cuaca ekstrim.

Menurut Ari Ardiansyah -Koordinator Divisi Konservasi Lingkungan AS, bahwa Program Biodiversity and Conservation merupakan bentuk kepedulian serta upaya pelestarian lingkungan yang harus mereka lanjutkan. Untuk saat ini transplantasi masih di fokuskan di kawasan Ai Lemak, perairan sekitar Teluk Sumbawa, selain melanjutkan program yang sempat terhenti juga karena kondisi karangnya di beberapa titik dianggap masih perlu penanganan serius.

"Kegiatan kami sempat terhenti karena beberapa kendala, tapi kami merasa bertanggungjawab untuk lanjutkan program ini karena keberlangsungannya sangat bermanfaat bagi lingkungan kedepan. Di beberapa titik masih perlu penangan yang lebih serius”, ujarnya penuh semangat saat ditemui disela kegiatan perakitan konstruksi media transplantasi.

Masih menurut Ari-sapaan akrabnya, selain visibilitas air yang sangat baik dan beberapa faktor pendukung lainnya, dari segi spesies dan biota laut di Ai Lemak juga terdapat Sponge Porifera salah satu genus karang langka dan spesies ikan seperti Black Tip Shark, Eagle Ray, Green Turtle, Long Head Turtle, Moray Eels serta jenis terumbu karang lainnya seperti Acropora Millepora, Sponges (Porifera, GalaxeaSP dan Agelas SP). Jadi, revitalisasi dan transplantasi sangat perlu di lakukan untuk penyelematan dan mempertahankan keberlangsungan mereka, ujarnya.

Kebermanfaatan Program Biodiversity and Conservation tidak hanya untuk penyelamatan dan pelestarian lingkungan saja, nantinya akan dikelola dan dikembangkan untuk mendukung pembangunan pariwisata. Lokasi transplantasi Ai Lemak dan sekitarnya yang masuk dalam kawasan SAMOTA akan di jadikan obyek wisata bahari. Di beberapa tempat kondisi terumbu karangnya masih terjaga dengan baik dengan visibility underwater yang sangat tinggi. Terdapat shark point dan sea wall yang sangat  ideal sebagai spot snorkeling dan diving yang menjadi magnet bagi para diver. “Program Biodiversity tidak hanya untuk pelestarian terumbu karang saja, nantinya kami upayakan untuk pengembangan pariwisata karena Kawasan Ai Lemak juga memiliki potensi wisata yang cukup bagus”, ungkap Farhan Syadli-ketua Adventurous Sumbawa.

Pantai Ai Lemak menawarkan sunset yang sangat indah. Memiliki hamparan pasir putih yang cukup bersih. Terdapat area camping ground bagi pengunjung yang ingin bermalam. Ai Lemak menjadi salah satu rute soft trekking bagi wisatawan yang ingin snorkeling, diving  dan clift jumping di Tanjung Munangis.

Beberapa wisatawan asing kerap kali di jumpai ikut serta dalam Program Biodiversity and Conservation. Salah satunya wisatawan asal Spanyol, Jorge Montaneros bersama Leni isterinya, yang ikut kegiatan transplantasi begitu takjub dengan keindahan Ai Lemak. Berbagai spot underwater di beberapa daerah pernah mereka kunjugi tapi di Ai Lemak mereka menemukan sesuatu yang berbeda. “Ini suatu hal yang luar biasa. Saya akan kembali bersama keluarga saya untuk snorkeling disini dan melihat lagi karang yang saya tempatkan ini” ujarnya seusai melakukan free dive menempatkan media transplantasi ke dalam air.

Begitu juga saat weekend tiba, beberapa wisatawan lokal maupun dari kalangan komunitas bersama-sama ikut ambil bagian menanam terumbu karang. Suatu kebanggan tersendiri ketika melihat antusiasme dan semangat mereka secara sukarela berpartisipasi  membantu kegiatan transplantasi.

Pada moment Sail Indonesia 2017 Agustus lalu, Adventurous Sumbawa sebagai support team event, mengajak peserta sail ambil bagian dalam kegiatan biodiversity. Antusiasme Participant International Rally Yacth 2017 sangat tinggi saat ikut menanam terumbu karang. Mereka juga ikut bangga dengan program biodiversity yang telah digagas oleh Adventurous Sumbawa karena masih sedikitnya kelompok ataupun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan khususnya perairan laut.

 

Baca Juga :


Adventurous Sumbawa faham betul, melibatkan wisatawan maupun berbagai pihak secara aktif dengan potensi alam yang mendukung merupakan peluang yang harus mereka manfaatkan dan kelola dengan baik secara maksimal. Berwisata sambil melakukan transplantasi terumbu karang bisa menjadi sebuah atraksi wisata yang sangat menarik. Konsep kegiatan rekreatif yang dipadukan dengan edukatif memiliki minat yang cukup tinggi bagi wisatawan. Wisatawan dilibatkan secara langsung untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan tentunya ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan nilai plus bagi liburan mereka.

Untuk mendukung kegiatan dan memperluas jaringan, AS menggandeng Wild Water Indonesia (WWI), komunitas yang juga concern dalam upaya pelestarian ekosistem perairan laut, salah satunya berlokasi di Teluk Saleh.

Keberadaan Program Biodiversity juga menarik minat pihak lain. Beberapa sekolah sudah mengusulkan diri untuk turut ambil bagian dalam kegiatan transplantasi terumbu karang. Usulan ini tentu di sambut baik karena salah satu tujuan program tranplantasi adalah memberikan edukasi serta menumbuhkan minat siswa sekolah untuk lebih peduli lingkungan.

“Kami sudah di hubungi oleh beberapa sekolah, mereka meminta agar dilibatkan dalam kegiatan ini. Nantinya mereka tidak hanya menerima teori di kelas saja tapi akan kami ajak praktek langsung di lapangan” ungkap Ilman Fiansyah-koordinator tim teknis, saat di temui pada suatu sore di lokasi kegiatan.

Rencananya melalui program konservasi lingkungan transplantasi terumbu karang ini, Adventurous Sumbawa nantinya juga akan menyasar perairan hingga kawasan Teluk Saleh. Fokus program tidak hanya pada kegiatan transplantasi terumbu karang saja namun akan dikembangkan pada konservasi padang lamun (seagrass) dan hutan bakau (mangrove) karena ketiga ekosistem laut ini memiliki keterkaitan yang sangat erat. Saling menunjang satu dengan lainnya menjadi satu kesatuan bagian ekosistem dari ekologi perairan laut. Program Biodiversity and Conservation ini juga dibarengi dengan sosialisasi kepada para nelayan yang beraktifitas di sekitar lokasi maupun masyarakat pesisir tentang pentingnya menjaga ekosistem perairan laut secara keseluruhan.

Saat ini Adventurous Sumbawa sedang memperjuangkan kawasan biodiversity seluas 40 hektar lebih tersebut agar dapat di jadikan sebagai zona konservasi khusus yang bebas dari aktifitas para nelayan mengingat masih banyaknya nelayan yang melakukan penangkapan ikan di area konservasi.

Tentunya ini merupakan suatu langkah positif mengingat masih sedikitnya program yang digulirkan ataupun orang perorang dan kelompok yang peduli tentang pentingnya menjaga kelestarian biota laut beserta ekosistemnya. Perlu dukungan dari semua pihak agar apa yang telah di ikhtiarkan dapat berkesinambungan (suistainable) agar warisan bahari nenek moyang kita tetap lestari sampai ke generasi berikutnya.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk pamer terhadap apa yang telah dilakukan. Ini tentang sekelompok anak muda yang hanya bermodal semangat dan kemauan yang tinggi, merasa terpanggil atas kondisi yang terjadi. Ketika sedikit orang yang tergugah, mereka sudah berbuat. Ketika orang lain masih berwacana, mereka sudah bertindak. Mereka yakin bahwa tak ada usaha yang sia-sia karena proses tak pernah mengkhianati hasil.

Man Jadda Wajada, “Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil”. Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha yang penting ada kemauan dan kesungguhan bersama serta gunakan ilmu pengetahuan sesuai kapasitas masing-masing yang telah Allah swt karuniakan kepada kita.

Semoga menjadi pencerahan buat kita semua.

#59tahunntb

#9tahuntgb



 

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan