logoblog

Cari

Coba-Coba, Ternyata Diminati Warga

Coba-Coba, Ternyata Diminati Warga

KM. Sukamulia – Berawal dari coba-coba, ternyata Usaha Budidaya Jamur Tiram yang dilakukan oleh dua guru madrasah ini berkembang dan diminati

Cerita Inspirasi

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
22 Oktober, 2017 14:49:25
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 6336 Kali

KM. Sukamulia – Berawal dari coba-coba, ternyata Usaha Budidaya Jamur Tiram yang dilakukan oleh dua guru madrasah ini berkembang dan diminati oleh warga sekitarnya sehingga kini mereka berkeinginan untuk memperbanyak bibit yang akan dibudidayakan. Sahril merupakan warga Desa Sambik Elen yang pekerjaan utamanya adalah sebagai guru honorer di MTs Maraqitta’limat Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Ia terinspirasi untuk melakukan usaha Budidaya Jamur Tiram karena merasa penasaran setelah menonton acara Lapotop Si Unyil yang menayangkan cara membudidayakan Jamur Tiram.

Terinspirasi dari acara Laptop Si Unyil, Sahril tertarik untuk mencoba membudidayakan tanaman itu di rumah mereka. Keinginan itu muncul sejak awal tahun 2017, namun rencana itu bisa mereka realisasikan pada bulan Agustus 2017. Awalnya ia coba-coba membeli 10 bibit Jamur Tiram dengan harga Rp. 4.000/1 bibit. Guru PKN ini memelihara bibit itu di dapur, sehingga sejak mulai membudidayakan tanaman itu maka dapurnya berubah fungsi.

Setelah melakukan pemeliharaan selama 2 minggu, ia mulai mendapatkan hasil panen dan panen dilakukan setiap dau hari sekali. Hasil panennya dari 10 bibit itu belum bisa dijual sebab awalnya ia melakukan budidaya hanya untuk kepentingan coba-coba dan hasilnya hanya untuk dikonsumsi oleh keluarganya saja. Hasil panen yang dapatkan dari 10 bibit itu ternyata lumayan sehingga tetangganya juga dapat mencicipi hasilnya. Selama dua minggu mendapatkan hasil panen, tetangganya yang mengetahui kegiatan budidaya  Jamur Tiram yang ia lakukan itu datang untuk membeli. Karena hasil panen masih sedikit maka Sahril memberikan Jamur Tiram hasilnya secara geratis kepada tentangganya itu.

Semakin hari, usaha coba-coba yang dilakukan itu semakin diminati oleh warga setempat (warga Dusun Montong Tanggak Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan). Hal itu membuat ia semakin termotivasi untuk membudidayakan tanaman tersebut dan pada minggu pertama bulan September 2017, Sahril kembali memesan 40 bibit di petani Jamur Tiram yang ada di wilayah Ampenan Lobar. Dengan demikian, pada awal bulan September 2017 itu Sahril mulai membududayakan 50 Bibit Jamur Tiram, yang artinya usaha coba-coba yang ia lakukan memiliki perkembangan yang lumayan.

Mulai minggu ketiga September 2017, bibit yang 40 itu mulai bisa dipanen dan tentunya ia mendapatkan hasil yang lebih banyak dari sebelumnya. Di pertengahan September ia bisa mendapatkan hasil panen sekitar 5 kg dalam satu minggu. Kini konsep coba-coba itu berubah menjadi usaha, dimana sejak pertengahan September itu ia mulai menjual hasil panennya kepada warga sekitarnya. Sejak itulah, ia menjual 1 kg hasil panennya dengan harga Rp. 15.000.

Minggu terahir di bulan September, hasil panennya semakin meningkat. Pada minggu terahir bulan September, Sahril mendapatkan hasil panen sekitar 10 kg dari 50 bibit yang dipeliharanya. Jika dirata-ratakan maka setiap harinya ia mendapatkan hasil panen sejumlah 1,5 kg, lumayankan. Hasil yang 10 kg itu diluar yang ia konsumsi bersama keluarganya. 10 kg tersebut adalah hasil panen yang dijualnya. Dengan demikian, pada minggu itu ia dapat menjual hasil panennya dengan harga Rp. 150.000.

“Jika dihitung-hitung, hasil yang kami dapatkan ini cukup lumayan. Paling tidak itu bisa menjadi tambahan pendapatan kami yang dapat kami gunakan untuk mencukupi belanja kebutuhan sehari-hari rumah tangga kami dan yang paling penting adalah hasil panen itu juga dapat membantu kami mencukupi uang bensin untuk pergi ke sekolah sebab di sekolah-kan kita hanya mendapatkan honor sekali dalam 3 bulan, itupun jika pencairan Dana Bosa lancar”, ungkap Sahril saat kami berkunjung di lokasi budidaya Jamur Tiram-nya (Dusun Montong Tanggak Desa Sambik Elen Kecamatan Sembalun).

Hingga saat ini, hasil panen yang didapatkannya dari 50 bibit yang dikembangkan berkisar hingga 15 kg/minggu. Penjualannya juga lancar dan bahkan saat ini ia mendapatkan banyak pesanan dari warga di luar Desa Sambik Elen sehingga hasil panennya saat ini belum bisa mencukupi permintaan atau kebutuhan para pembelinya.

 

Baca Juga :


Sahril tidak pernah menyangka jika Jamur Tiram yang ia budidayakan itu akan diminati oleh warga. Namun ternyata, sekarang ia mendapatkan permintaan yang melebihi hasil panennya sehingga ke depannya, Sahril sudah memesan 100 bibit lagi dan akan memperbesar tempat budidayanya.  

Kami salut kepada guru honorer yang satu ini (Sahril). Kami salut sebab langkah coba-cobanya ternyata berkembang menjadi usaha yang dapat memberi mereka tambahan penghasilan. Kini mereka sudah memesan 100 Bibit Jamur Tiram untuk menambah usaha bidudayanya. Jujur, awalnya kami tidak percaya bahwa ia bisa mengembangkan Jamur Tiram di kediamannya sebab tempat tinggalnya adalah tempat yang suhu udaranya cukup panas, namun atas keuletan dan ketekunannya dalam memelihata tanaman budidayanya sehingga kini usahanya akan semakin berkembang dan semoga usaha itu akan semakin membesar.

Untuk memelihara tanaman budidayanya itu, Sahril melakukan penyiraman tiga kali dalam sehari, yakni pada pagi hari, siang dan sore hari yang padahal mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih sebab kekuarangan air bersih adalah keadaan yang lumrah bagi warga Desa Sambik Elen, terutama pada bulan Agustus hingga November. Atas keuletannya itu, mereka bisa memanen Jamur Tiram setiap hari. Perlu juga diketahui bahwa masa panean minimal Jamur Tiram adalah 4 bulan dan maksimalnya 6 bulan.

Warga dan pencinta Kampung Media yang kami banggakan, demikianlah segelumit cerita insfirasi yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Semoga cerita ini bisa menjadi bahan kajian dan sumber inspirasi bagi kita sekalian sebab apapun yang kita lakukan dengan niat baik, kemudian itu kita laksanakan dengan serius dan bertanggung jawab maka insyallah kita akan diberi kebaikan oleh Allah SWT sebagaimana usaha yang dilakukan oleh sosok kreatif yang kami ceritakan pada artikel ini.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan