logoblog

Cari

Semangat Menulis Harus Tetap Membara

Semangat Menulis Harus Tetap Membara

“Ketika kau gagal, coba lagi. Gagal lagi, tinggal coba lagi. Dan gagal terus, maka coba lagi dan lagi.” Sebuah kalimat yang

Cerita Inspirasi

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
10 Oktober, 2017 22:10:58
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 14836 Kali

“Ketika kau gagal, coba lagi. Gagal lagi, tinggal coba lagi. Dan gagal terus, maka coba lagi dan lagi.” Sebuah kalimat yang selalu tersemat bagi para ‘tukang’ gagal. Mungkin, kalimat inilah yang menjadi penyemangat bagi saya. Dalam artian, ketika saya gagal, saya akan mencoba lagi. Gagal lagi, tentu saya akan coba lagi. Dan alhamdulillah, menikmati hasil merupakan kebahagiaan dari akhir semuanya. Jika saya memilih tidan mencoba lagi, maka kebahagiaan akan hasil tidak akan pernah saya rasakan. Bagaimana dengan para Warga Kampung Media? Semoga tetap semangat, ya!

Baiklah, paragaraf pertama adalah gambaran yang saya rasakan sekarang. Gambaran di atas merupakan gambaran diri saya di dunia tulis menulis. Perlu diketahui, saya menggeluti dunia tulis menulis sudah lama. Semoga saya tidak salah, saya mulai mengenal dunia tulisan sejak tahun 2011. Banyak pengorbanan yang saya lakukan dalam menekuni dunia ini.

Awalnya, saya menggeluti dunia ini ketika ada teman kampus yang mengajak ikut lomba bertema fantasi tingkat Nasional. Karena saya tidak begitu paham, saya hanya mengiyakan teman saya itu. Lantas, saya pun mengirim naskah melalui e-mail. Apa yang terjadi? Tentu saya tidak akan menang. Tema dengan tulisan tidak nyambung sekali pun. Bagaimana bisa menang, kan? Karena hal ini, mulailah saya mencoba menggeletui dunia ini. Banyak hal yang saya lakukan untuk lebih mengenal dunia ini.

hasil dari menulisPertama, saya mulai asyik menulis di buku diary. Sebenarnya, sejak lama saya menulis buku diary. Namun, itu dalam bentuk puisi yang tidak bermakna. Jika saya diminta untuk menunjukkan diary berisi puisi, maka saya senan tiasa menunjukkannya. Karena sampai sekarang, saya masih menyimpan buku diary tersebut. Seiring waktu, saya mulia tidak menulis puisi, malah saya asyik dengan cerita-cerita yang saya pikir dan jika saya baca ulang sekarang, sungguh nilai saya buruk terhadap cerita tersebut.

Kedua, saya mulai belajar mengetik di rental dengan membawa buku diary saya berisi cerita-cerita tidak bermutu itu. Saya tidak peduli, dalam berapa jam, saya mendapatkan berapa kata drai menulis tersebut. Bahkan, saya mengajak teman untuk menemani. Alhasil, kadang saya sampai malam dan tidak enak dengan pemiliki rental karena mau tutup. Untuk teman saya, “Terima kasih karenan selalu menemani.”

Ketiga, saya mulai rajin membaca buku. Saya sering ke Masjid Pancor hanya sekedar membaca buku. Bahkan, saya membuat kartu perpustakaan di sana. Buku yang paling sering saya pinjam adalah majala Annida. Bahkan, penjaga perpustakaan Masjid Pancor sampai mengenal saya sampai sekarang. Makanya, ketika mampir ke Masjid Pancor, saya selalu disapa dan ditanya bagaimana perkembangan saya dalam dunia tulis menulis.

Keempat, saya mulai sering searching cerpen-cerpen yang dimuat di majalah. Situs favorite saya berkunjung adalah Annida. Kebetulan, di Annida dalam satu minggu ada penanyangan cerpen sekitar 3 atau 4. Saat di kelas, saya selalu membaca. Kadang, penjelasan dosen tidak saya dengarkan.

Kelima, saya mulai mengikuti lomba-lomba. Dengan kemampuan yang masih melempem, saya aktif menulis. Tidak perdul bagus atau tidaknya. Yang penting setema dengan yang saya ikuti lomba, maka saya kirim. Paling sering saya mengikuti lomba via online di facebook. Sayang, seberapa banyak saya ikuti lomba, saya selalu gagal. Hasilnya nol besar.

 

Baca Juga :


Keenam, saat selesai kuliah, saya beralih haluan. Saya mulai aktif menulis novel. Padahal, menulis cerpen saja tidak becus. Eh, tahu-tahu mau menulis novel. Itu saya lakukan karena saya kembali mengikuti lomba penulisan cerpen dengan hanya beberapa karakter, dan alhamdulillah 3 kali saya menang. Tapi, tidak pernah sampai juara sih. Hanya di urutan ke-3 doang. Maka karena itu, saya nekat buat novel. Alhasil, pertama kali saya beranikan diri kirim novel ke Diva Press. Hasilnya, tentunya ditolak.

Ketujuh, ditolak peneribit Diva Press justeru membuat saya semakin asyik menulis novel. Sekarang, saya kembali berani mengirim novel, kali ini ke sebuah Agency Penerimaan Naskah. Agency ini menerima naskah kita, lalu mengusulkannya ke penerbit-penerbit. Beberapa kali saya kirim, alhasil tidak ada satu pun novel saya yang lolos. Ini berlaku sampai tahun 2013. Cara ini saya lakukan dengan masa tunggu yang luar biasa. Satu naskah bisa nunggu 4 atau 5 bulan. Bayangkan, bagaimana jika saya kirim 3 naskah? Silahkan dihitung!

Kedelapan, bosan melalui Agency, saya mulai beranikan diri seperti awalnya untuk mengirim novel ke penerbit dengan pengetahuan saya. Alhasil, ditolak. Ditolak, dan ditolak. Lantas, apa saya akan menyerah? Tidak. Menjelang bulan Agustus 2014 (kalau tidak salah), saya mengirim naskah lagi ke penerbit. Dan alhamdulilah, naskah saya diterima. Pada awalnya, saya tidak menyangka. Namun, seiring berapa minggu setelah kabar naskah saya di ACC, di fanspage facebook penerbit yang menerima naskah saya mengadakan pemilihan cover untuk novel saya. Itu pun diberitahu teman. Dan rasanya, wow, saya sangat bahagia.

Kesembilan, saya pun mulai menulis lagi dan lagi. Alhasil, tentu ada penolakan lagi. Memang, dalam dunia tulis menulis, penolakan itu hal yang biasa. Karena sudah hal yang wajar, maka saya menganggap itu hal yang biasa saja. Walau pada dasarnya, rasa perih itu ada.

Nah, demikianlah perjalan saya di dunia tulis menulis. Sampai sekarang saya masih menulis. Namun, saya tidak semangat seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang terpenting, insya Allah saya masih tetap menulis, terutama di blog pribadi dan di Kampung Media.

Demikian para Warga Kampung Media. Maka dari itu, jika Warga Kampung Media belum berhasil saat ini, tetap semangat dan coba lagi. Kita tidak pernah tahu kapan keberhasilan itu akan datang untuk kita. Yang terpenting, gagal, coba lagi, gagal,  coba lagi dan coba lagi. Allah SWT akan memberikan kita kemudahan di dalam semangat kita yang terus membara. Ayo tetap membara dalam dunia apa pun, tidak terkecuali bagi Warga Kampung Media yang menyukai duni tulis menulis. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan