logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dari Praya Hingga Gajah Mada

Dari Praya Hingga Gajah Mada

  Kemiskinan seringkali menjadi penghalang orang untuk menggapai mimpinya. Masalah buruknya kondisi perekonomian keluarga yang buruk tidak jarang memupus langkah orang untuk

Cerita Inspirasi

Galih Suryadmaja
Oleh Galih Suryadmaja
10 Agustus, 2017 11:30:43
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 7238 Kali

Kemiskinan seringkali menjadi penghalang orang untuk menggapai mimpinya. Masalah buruknya kondisi perekonomian keluarga yang buruk tidak jarang memupus langkah orang untuk maju. Begitu banyak orang putus sekolah karena himpitan kemiskinan merupakan realitas yang banyak dijumpai dalam masyarakat. Jangankan untuk menjajaki pendidikan di tingkat perguruan tinggi, untuk menyelesaikan pendidikan dasar saja hari ini masih banyak terdengar kelu merasa tidak mampu. Meski banyak digulirkan berbagai program dan kebijakan pemerintah untuk mengatasi persoalan itu, akan tetapi tidak semua dapat mengaksesnya dengan baik. Termasuk juga digulirkannya program beasiswa, nyatanya tidak semua masyarakat dapat memanfaatkannya. 

Wacana demikian tampaknya tidak berlaku bagi seorang Galuh Kholifa Jati. Seorang remaja asal Praya Lombok Tengah, yang terlahir dari keluarga kurang mampu. Seorang anak dari Muhammad Taufiq dan Azizah ini mampu menepis realitas yang umum terjadi. Bahwa kemiskinan bukan sebuah alasan untuk menyerah. Justru kondisi demikian menjadi tempaan untuk orang dapat berfikir dan bekerja lebih keras dalam mewujudkan citanya. Remaja yang lulus dari SMAN 1 Praya ini dapat membuktikan bahwa dirinya mampu untuk berkompetisi untuk masuk perguruan tinggi favorit di Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Impiannya untuk kuliah di program studi Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada Yogyakarta akhirnya dapat terwujud dengan usaha kerasnya seperti yang dilansir halaman ugm.ac.id (20/6). Saat ini Galuh dapat tersenyum sebagai mahasiswa di salah satu kampus ternama dengan Beasiswa Bidik Misi yang diperolehnya. 

Hal itu tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Galuh dan keluarganya. Pun juga bagi sekolah asal dan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat harus menengok sosok Galuh di dalam mewujudkan cita-citanya. Bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil ketika seseorang mau untuk berusaha. Kemiskinan yang sering menjadi momok menakutkan untuk bercita, nyatanya tak lebih dari wacana mitos belaka. Kemiskinan bukan titik bagi orang untuk berhenti melangkah. Jika seseorang mau, ia dapat menembus dinding tebal sekalipun untuk mencapai mimpi-mimpinya. Himpitan ekonomi hanya realitas untuk menjadikan orang lebih kuat dalam menghadapi kehidupan yang begitu keras. Galuh adalah salah satu orang yang telah membuktikan bagaimana manisnya usaha keras yang dilakukannya. Hingga hadirnya kini dapat menjadi cermin dan motivasi bagi masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga :


Sumber photo: ugm.ac.id () -01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan