logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pak Kiyai dan Pecandu Rokok

Pak Kiyai dan Pecandu Rokok

Pada suatu hari seorang Pecandu rokok merenung dalam hatinya, saya inikan seorang Pecandu rokok, tidak hidup rasanya diri ini tanpa sebatang

Cerita Inspirasi

kampung tabiin
Oleh kampung tabiin
02 Desember, 2016 21:22:52
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 5204 Kali

Pada suatu hari seorang Pecandu rokok merenung dalam hatinya, saya inikan seorang Pecandu rokok, tidak hidup rasanya diri ini tanpa sebatang rokok, sakit sedikit kalau udah ngisap rokok "langsung sembuh" tidak ada kehidupan bagiku tanpa merokok. Tapi kalau aku mati! kan menurut alkisah semua orang yang mati akan hudup kembali? nah kalau bigitu saya tidak bisa hidup tanpa adanya rokok, ngomong-ngomong di akherat ada gak rokok ya? tanya dalam hati, pertanyaan ini terus-menerus membayangi alam pikir Si Pecandu.

Hingga suatu hari Si Pecandu tergerak hatinya untuk memberanikan diri menemui seorang Kiyai yang dirasa dapat membantu menjawab pertanyaan yang selama ini menjadi viral di alam bawah sadarnya yang selalu membuatnya resah, singkat cerita datanglah ia kerumah Kiyai tersebut.

Si Pecandu Rokok          : Assalamualaikum;

Pak Kiyai                         :Waalaikumussalam warahmatullah;

Si Pecandu Rokok          : Apakah ada rokok di Akherat nanti Pak Kiyai?

Pak Kiyai                   : Ada! Serentak Si Pecandu terlihat sedikit gembira dan mata berkaca sambil mendengarkan ulasan Kiyai, jelas ada! Bahkan semua merek rokok ada, tegasnya. Penjelasan Kiyai semakin meyakinkan Si Pecandu bahkan ia pun dapat menghirup nafas lega karena rokok akan tetap selalu ada menemani bahkan sampai kebangkitannya nanti, ucapannya dalam hati. 

Puas dengan pertanyaannya dan jawaban yang di paparkan oleh Pak Kiyai  Si Candu permisi meninggalkan tempat kediaman Kiyai tersebut, Pulang dengan riang gembira, dengan  lari berloncat-loncat, sambil bilang horeee...horeee, aku puasss... aku puas.

 

Baca Juga :


Pada suatu malam, dalam tidurnya Si Candu bermimpi bahwa ia telah meninggal dunia, dia dihidupkan kembali di Alam yang tidak pernah dibayangkannya, hanya pernah didengar dalam sebuah cerita dalam sebuah pengajian atau siraman rohani ceramah agama saja, akan tetapi dalam mimpinya dia berada di Alam Akhirat, dia mencoba melangkahkan kakinya berjalan menyusuri Dunia baru tersebut dan serentak ia terkejut ternyata apa yang di katakan Kiyai dulu masih diingatnya dan memang benar! apa yang disaksikannya adalah sebuah kenyataan bahwa semua rokok lengkap dengan merek-mereknya tersedia disana. 

Hal ini membuatnya semakin tidak sabar untuk mencicipi rokok yang ada di dalam Alam barunya tersebut, ia pun mengambil satu dari sekian banyaknya rokok, maka diambillah yang memang paling disukainya pada saat hidup di Alam Dunia, akan tetapi satu yang kurang yaitu "Api" ia pun ingin merokok akan tetapi tidak ada api sama saja dengan bohong. 

Si Candu terus berjalan menyusuri luasnya Alam tersebut hanya untuk mencari Api agar di bisa merokok, dari Timur berjalan ke Barat, Selatan lanjut ke Utara tidak sedikitpun sepercik Apipun yang ia dapatkan sampai dia melihat seseorang lalu bertanya, Hai...orang disana! dimanakah ada Api? orang tersebut menjawab, disini tidak ada api, kalau mau api! itu di Neraka sambil menunjukkannya sebuah tempat yang isinya penuh dengan kobaran api. Akan tetapi karena saking pengen merokok Si Candupun melangkahkan Kakinya ke Neraka untuk mengambil api buat nyalakan rokoknya. 

Pada saat akan berjalan menuju neraka tersebut ia langsung tersadar dan bangun kaget karena terasa kepanasan oleh Api neraka yang dialami dalam mimpinya tersebut. Ia langsung istigfar dan mulai saat itu ia tidak lagi menyentuh yang namanya rokok, ternyata ibrah dan nasehat seorang Kiyai (Ulama') sangatlah dalam maknanya dan bijak penyampaiannya mengingat kondisinya saat itu adalah Sang Pecandu Rokok.() -03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan