logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN KISAH KE-43 Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa pada suatu hari Hasan dan Husein r.a. jatuh sakit. Ali

Cerita Inspirasi

KM Dayan Gunung
Oleh KM Dayan Gunung
06 November, 2015 08:22:38
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 3122 Kali

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN

KISAH KE-43

Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa pada suatu hari Hasan dan Husein r.a. jatuh sakit. Ali dan Fatimah r.a. bernadzar bahwa setelah putera-putera mereka sembuh, mereka akan berpuasa tiga hari sebagai tanda syukur kepada Allah swt.. ternyata kemudian Allah swt. Memberikan kesembuhan kepada putera-putera mereka. Maka mereka mulai berpuasa menunaikan nadzarnya. Namun ketika itu tidak ada makanan di rumah mereka, juga tidak ada uang untuk membeli makan sahur dan iftaar. Walaupun demikian, puasa tetap dilakukan dalam keadaan lapar.

Pagi harinya Ali r.a. menemui seorang yahudi yang bernama Sham’un dengan membawa sekarung bulu domba untuk dipintal menjadi benang. Sebagai imbalannya, orang yahudi itu menjanjikan akan memberi tiga sha’ gandum.

Pada hari pertama puasa, Fatimah r.a. memintal sepertiga karung bulu domba, dan yahudi itu memberi imbalan satu sha’ gandum. Fatimah menggiling gandum itu dan membuatnya menjadi lima buah roti, masing-masing diberikan kepada Ali, Fatimah sendiri, Husein, Hasan dan Fizzah, pelayan mereka. Ketika berbuka puasa, ali r.a. pulang dari masjid setelah shalat maghrib berjamaah bersama Rasulullah saw., lalu mereka duduk sekeluarga untuk makan. Mereka merasa lelah setelah bekerja seharian dan sangat lapar karena berpuasa.

Ketika Ali r.a. mengambil sepotong roti, terdengar suara seorang pengemis diluar dan berkata, “Wahai keluarga Rasulullah saw., saya adalah pengemis miskin, berilah saya sesuatu untuk makan. Semoga Allah memberimu makanan yang lezat di Surga.

Ali r.a. tidak jadi memasukkan roti ke mulutnya, Ia berunding dengan Fatimah r.a., kemudian berkata, “Sebaiknya roti itu diberikan kepada pengemis.” Maka kelima potong roti itu diberikan seluruhnya kepada pengemis, tinggallah seluruh keluarga itu tanpa makan.

Mereka juga berpuasa keesokan harinya. Pada hari itu Fatimah r.a. memintal sepertiga bagian bulu domba, dan sebagai imbalannya, orang yahudi itu memberinya satu sha’ gandum, kemudian digilingnya menjadi tepung dan dibuat menjadi lima potong roti. Sore harinya setelah Ali r.a. kembali dari masjid setelah shalat maghrib berjamaah bersama Rasulullah saw., seluruh keluarga duduk makan bersama, tiba-tiba terdengarlah suara anak yatim dari luar pintu meminta makanan. Ia berkata, “saya sangat miskin dan hanya sendiri di dunia ini.” Maka mereka pun memberikan semua roti itu padanya, dan mereka tidur setelah berbuka puasa hanya dengan air.

Pada hari ketiga berpuasa, Fatimah r.a. kembali memintal bulu domba menjadi benang, dan orang yahudi itu memberikan satu sha’ gandum sebagai imbalan. Kemudian gandum itu diolah kembali menjadi lima potong roti. Ketika mereka sekeluarga hendak berbuka, terdengarlah seorang tawanan yang meminta pertolongan dan mengatakan bahwa ia sedang berada dalam kesusahan. Maka mereka memberikan kelima potong roti itu, dan mereka kembali tidur tanpa makan apa pun.

 

Baca Juga :


Pada hari berikutnya mereka tidak berpuasa, tetapi tidak memiliki makanan sedikit pun. Ali r.a. membawa Hasan Husein menemui Rasulullah saw. . mereka hampir tidak dapat berjalan karena sangat lemah. Rasulullah saw. Berkata, “Sungguh sangat menyedihkan, melihat kalian menderita kekurangan dan kesengsaraan. Mari kita temui Fatimah.”

Rasulullah saw. Menemui Fatimah dan dilihatnya Ia sedang shalat nafil. Mata Fatimah cekung dan perutnya tertarik hamper menempel ke punggung karena kelaparan. Rasulullah saw. Memeluk puterinya dan mendo’akan Rahmat Allah swt. Baginya dan bagi keluarganya. Ketika itu Jibril a.s. datang mewahyukan ayat berikut ini:

“Wayut’imuunat Toaama ala hubbihi miskiinan wa yatiiman wa asiiro”

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada seorang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan demi cinta kepada-Nya.” (Qs. Ad Dahr (76) ayat 8)

Jibril a.s. mengucapkan selamat kepada mereka dan mengatakan bahwa Allah swt. Sangat Ridho kepada mereka. (Musamiraat).

Ayat ini telah dikemukakan pada ayat ke-34 bab pertama buku ini. Allamah Sayuti rah.a. menulis dalam kitabnya “Durrul Mantsur” dan Ibnu Mardawaih rah.a. telah mengisahkannya dengan makna yang dalam tetapi dalam bentuk lebih singkat. Dikatakan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa ayat-ayat ini diwahyukan berkenaan denga Ali r.a. dan Fatimah r.a..

(Disadur dari buku Fadhilah sedekah, karya Maulana Muhammad Zakariyya alkandhalawi rah,a., 2002, 513-515) sumber foto ; net



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan