logoblog

Cari

Nenek Sebatang Kara

Nenek Sebatang Kara

“Nenek Sebatang Kara”                 Di sebuah gubuk yang reot, hampir bisa dikatakan tidak layak huni bagi seorang manusia, tepatnya mungkin bisa dikatakan

Cerita Inspirasi

KM. Giben Elben
Oleh KM. Giben Elben
07 April, 2015 19:20:29
Cerita Inspirasi
Komentar: 1
Dibaca: 22168 Kali

Di sebuah gubuk yang reot, hampir bisa dikatakan tidak layak huni bagi seorang manusia, tepatnya mungkin bisa dikatakan “sebuah gubuk derita” apalagi dalam keadaan yang sudah tua renta, namun begitulah nasib yang dihadapi oleh seorang nenek sebatang kara yang biasa orang memanggilnya “papuk mang” (nenek mang) nama sebenarnya adalah semar. umurnya kira-kira 90 tahun lebih, tanggal kelahirannya tidak ada yang tau pasti karena dia tidak punya KTP atau kartu pengenal lainnya, nenek ini hanya punya satu orang cucu yang pergi merantau ke Malaysia. Nenek sebatang kara ini tinggal di Dusun Dasan Awas Desa Denggen Timur kecamatan Selong Lombok Timur. Dengan kondisi yang sakit-sakitan, berjalan tidak bisa, untung ada anak saudaranya yang masih mau peduli dengan kondisinya, untuk memandikan dan mengurus makannya sehari-hari.

            Pilu rasanya hati setiap insan yang melihatnya, begitu juga yang penulis rasakan setiap berkunjung kerumahnya, selalu terbayang seandainya dia adalah orang tua kita, maka tidak bisa dibayangkan betapa sedih dan mirisnya perasaan kita. Nasib memang tidak bisa dihindari inilah realitas yang harus dihadapi oleh papuk mang. Yang paling mengesankan dari nenek ini adalah setiap penulis menjenguknya dia tidak akan mengizinkan saya pulang sebelum disuapi makanan yang kita bawakan, selalu dia mengeluarkan bahasa manjanya sebagai nenek “sapin aku juluk ampok mek ulek” (suapi saya dulu baru kamu pulang), kira-kira begitulan belasan manjanya pada penulis yang sudah dia anggap menjadi cucu kandungnya sendiri.

            Sejak masa mudanya nenek ini, hidup berpindah-pindah, sekarang tinggal di rumahnya seseorang, beberapa waktu berikutnya tinggal di rumah orang lain lagi, begitu seterusnya sampai dia mengidap penyakit lumpuh yang membuatnya tidak bisa berjalan secara normal. Sehingga sampai sekarang dia hanya bisa tidur-duduk dalam pondoknya yang berukuran kurang lebih 2,5 m x 3 m. yang beralaskan selembar karpet yang itupun dapat dikasi dari orang-orang, bantalnya berlapiskan kertas semen dan karung tempat menaruh pakaian-pakaiannya yang sudah tidak layak dipakai lagi.

            Pondok yang berdindingkan bedek dan beratap anyaman daun kelapa, cukup melengkapi kesederhanaan yang tak terhingga buat nenek mang, namun mengeluh bukanlah kebiasaannya, keberterimaannya terhadap nasib yang dialami cukuplah menjadi contoh buat semua orang yang kebetulan bernasib lebih baik dari dia. Kesabarannya dalam mengidap penyakit lumpuhnya menunjukkan betapa kuat semangatnya untuk menjalani hidup yang serba berkekurangan itu. Mungkin tidak banyak diantara kita yang sanggup mengalami nasib seperti si nenek sebatang kara ini, namun pernahkah terbersit dalam pikiran untuk mensyukuri segala kelebihan nikmat yang Tuhan titipkan lewat kita, yang juga ada hak orang lain dari apa yang kita miliki.

 

Baca Juga :


            Pertanyaannya adalah dimanakah pemerintah? belum sempurnakah penderitaan nenek ini untuk tidak berhak mendapat perhatian lebih dari pemerintah? inilah pertanyaan besarnya yang harus terpecahkan, demi menuntaskan janji kebangsaan kita. Jaminan Negara terhadap setiap warga Negara yang berada di bawah garis kemiskinan apalagi orang-orang lansia haruslah betul-betul terwujud dalam sebuah realitas……..Wassalam.



 
KM. Giben Elben

KM. Giben Elben

Muhibbin Elben, Koordinator KM. Giben Elben, email. cibeengoi@gmail.com FB. Muhibbin Elben. HP. 081915999698 alamat Lendang Belo Kel. Kelayu Jorong Selong Lombok Timur.

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    08 April, 2015

    jangan cuma tanya pemerintah, tapi tanyakan juga kemana orang-orang kaya negeri ini?, kemana orang-orang yang selalu kita pilih menjadi wakil kita itu?, atau mereka sedang bersembunyi sambil mencari kesenangan pribadi?. mari, saya ingin mengajak kepada kita semua terutama warga kampung media, mari kita list orang-orang seperti nenek diatas lalu kita mengadakan roadsaw memberikan alakadarnya, untuk mendapatkan dana tersebut kita saweran sama berapa. ingat!, ini bacaan wajib semua warga.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan