logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gokilnya Menjadi MC di Kampung Sendiri

Gokilnya Menjadi MC di Kampung  Sendiri

Kutipan dari wikipedia: “Master Of Ceremony (MC) atau Pembawa Acara adalah orang yang bertugas sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin acara dalam

Cerita Inspirasi

M Aryza Anwar
Oleh M Aryza Anwar
02 April, 2015 01:34:35
Cerita Inspirasi
Komentar: 4
Dibaca: 159763 Kali

Kutipan dari wikipedia: “Master Of Ceremony (MC) atau Pembawa Acara adalah orang yang bertugas sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin acara dalam panggung pertunjukan, hiburan, pernikahan, dan acara-acara sejenis. Pembawa Acara membawakan narasi atau informasi dalam suatu acara atau kegiatan, atau pun dalam acara televisi, radio, dan film. Pembawa acara biasanya membaca naskah yang telah disiapkan sebelumnya, tapi sering juga mereka harus memberikan komentar atau informasi tanpa naskah”.

“MC biasanya memperkenalkan peserta atau artis yang segera akan tampil di atas panggung, berdialog dengan penonton, seorang MC kadang-kadang di tuntut untuk dapat membawakan lelucon atau anekdot”. (Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia)

Adapun syarat-syarat menjadi MC yang perlu diperhatikan yakni:

  1. Memeiliki intelegensi tinggi
  2. Berkepribadian dan mempunyai sifat yang baik
  3. Berpenampilan atraktif dan simpatik (santun dan menarik)
  4. Memiliki jiwa pemimpin
  5. Berbahasa dengan baik
  6. Berbicara komunikatif
  7. Sabar
  8. Cekatan
  9. Mempunyai naluri antisipasi yang baik
  10. Memiliki spontanitas yang baik
  11. Memiliki rasa humor yang tinggi, dan
  12. Berpengetahuan umum luas

By the way mengenai MC atau Master Of Ceremony ini, saya ada cerita pengalaman cukup menarik bagi diri saya sendiri, yakni berlagak menjadi MC dalam acara musik hiburan di kampung saya sendiri. Tetapi ini bukan acara Festival band musik atau Gebyar yang gede, ini adalah sekedar acara kecil yang sengaja diadakan salah satu komunitas musik yang ada di Desa saya, Desa Wanasaba, dan hanya sebatas buat menghibur warga yang ada di lingkungan semata.

Melihat diri sebagai MC di kampung seperti itu dan mengumpamakannya selayak-nya Emci-emce ternama atau yang pernah nge-hits di indonesia, sepertinya itu akan berlebihan dan jauh banget, misalkan VJ Daniel dalam membawakan acara Indonesian Idol, Nirina Zubir, Robby Purba yang ngebawain acara X Fector Indonesia, kemudian ada lagi Pembawa acara Rising Star Indonesia Boy William, kemudian ada nama Kimmy Jayanti, Omesh dan banyak lagi yang kita kenal lainnya lewat tayangan tevi. Dan Membandingkan diri dengan mereka adalah sesuatu yang berlebihan saya kira.

Tetapi tidak akan menjadi berlebihan ketika kita membagi dan menceritakan pengalaman kita sendiri  layaknya “mereka para artis itu” sewaktu membawakan sebuah acara menjadi MC. Apa yang kita rasakan sewaktu menjadi MC?, Bagaiamana sih kesan-kesan saat berhadapan dengan penonton, cara berkomunikasi dan seterusanya, Apakah sudah sesuai dengan “fungsi, peran dan syarat-syarat seperti yang di tulis di atas”?.

Seya sendiri setidaknya beranggapan, bahwa menjadi MC dalam membawakan acara hiburan “khususnya acara musik” entah eventnya gede atau kecil sepertinya sama saja, yakni peran dan tugasnya sama-sama sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin acara dalam panggung pertunjukan atau hiburan seperti yang telah kita kutip dari wikipedia di awal tulisan. Seorang MC bertanggungjawab dan dituntut mampu menjalankan acara yang dibawakannya semenarik mungkin dihadapan penontonnya.

Menjadi MC walau di kampung sekalipun, saya rasa tetap saja harus memperhatikan keriteria atau syarat-syarat di atas. Sebab tanpa point itu seseorang gak layak membawakan sebuah acara. Sekali lagi walau sebatas menjadi MC dalam acara kampung. Sebab penonton di kampung bahkan jauh lebih menakutkan kalau dibandingkan penonton musik yang kita lihat di tevi. Penonton di kampung biasanya lebih belak-belakan mengata-ngatain seorang MC yang dirasa tidak menarik dalam membawakan sebuah acara. Lebih peka dan lebih sensi barang kali. Juga bukan tidak mungkin juga seorang MC akan ikut diteriakin turun dari panggung secara langsung kalau perform pertujukan tidak menghibur dan dirasa membosankan. So.. seorang MC di kampung tanpa bekal dan samasekali tidak memiliki intelegensi tinggi seperti beberapa point-point di atas, maka bersiaplah-siaplah menjadi bulan-bulanan penonton.

Gokilnya Menjadi MC di kampung

Menjadi MC di kampung pun seharusnya berkompeten setidaknya di bidang komunikasi (yah semoga tidak berlebihan). Tahu bagaimana tata cara berkomonikasi dengan baik dan benar. Peka terhadap lingkunganya sendiri, mengikuti tren, issu dan fenomena yang sedang berkembang baik di dalam Desa, Daerah dan di media massa, dengan catatan tidak beserta-merta sekedar bercuap-cuap berlalu begitu saja. Agar nanti semua kekurangan yang terjadi di atas panggung dan acara dapat dilengkapi sendiri oleh seorang MC. Miskomunikasi atau pun sunyinya panggung yang terjadi sewaktu-waktu dapat dikendalikan dengan cepat dan baik.  

 

Baca Juga :


,..Pernah saya mengalami ketika gilirannya meminta salah seorang “yang diseniorkan atau yang dituakan” naik ke atas panggung untuk menyampaikan “apa dan bagaimana” perkembangan komunitas musik khususnya yang ada di Desa dan Daerah, namun yang terjadi malah “Beliau” ini tidak mau naik ke panggung padahal jauh-jauh hari sudah meng”iya”kan akan mengisi acara, (konon Beliau ini tidak terlalu suka dengan Komunitas Musik yang melangsungkan acara ini). Kemudian selain itu, ada lagi beberapa kasus yang hampir sama persis yang terjadi seperti masalah-masalah seperti tadi. Namun yah bisa dibilang walaupun seperti demikian, sekiranya masih tetap dapat dikendalikan tanpa membuat kesan kesunyian panggung di depan penonton. Sebab saya dan teman saya sendiri yang menjadi MC pada waktu itu sekiranya sudah jauh-jauh hari memetakan masalah-masalah yang seperti tadi dan sejenisnya. Jadi yah saya kira saat itu suasana panggung dan acara dapat berjalan lancar baik-baik sahaja. 

Kedang saya sendiri merasa kren menjadi MC “Walau di Kampung”, tepatnya ialah ketika omongan kita di dengar oleh penonton termasuk siapa saja yang hadir di sana. Iya itu tadi, saya merasa kren..! Krennya ketika menyelipkan beberapa statmen dan sengaja menyindir beberapa orang termasuk seputar lingkungan Desa di Kampung, tanpa meninggalkan kesan hiburan semata. Saat itu seolah-olah kita tidak dapat di bantah oleh orang lain. Merasa bebas mengekspresikan diri, menyampaikan apa saja. Dan perasaan-prasaan mengesankan lainnya. Eh.. sedikit merasa menjadi artis juga kadang-kadang, malah merasa lebih kren dari anak-anak band yang perform dalam pertunjukkan acara.

So,. Bagi saya itu cukup Kren & Gokil.
Salam Master Of Ceremony Kampung :)
Sekian trimkasih Wassalam.

Pengalaman Baru & Kesan Menjadi MC di kampung Sendiri
Dalam Event Wanasaba Kreatif 
Lokasi Balai Desa Wanasaba 
19-26 Juni 2014 (Puncaknya pada Malam Lebaran)
Tujuan Acara Mengenalkan Kreativitas Anak Muda
Bentuk Acara: Show Perform Band Musik, Stand Up Comedy, Puisi, Musikalisasi Puisi & Bincang-bincang. 

Foto Header Artikel Dokument Pribadi
Bahan Bacaan: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembawa_acara
http://www.retcia.com/2012/05/belajar-menjadi-pembawa-acara-master-of.html 

 


 

 

 



 

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. Kampung Media

    Kampung Media

    07 April, 2015

    Terimakasih telah bergabung menjadi warga kampung media. Agar menjadi Jurnalis warga yang bertanggungjawab, disarankan agar mencantumkan alamat email dan nomor kontak person. Terimakasih dan salam dar kampung


    1. M Aryza Anwar

      M Aryza Anwar

      08 April, 2015

      Oiya Admin ganteng trimakasih telah mengingatkan


  2. KM Kaula

    KM Kaula

    21 Maret, 2015

    MULAI DARI KAMPUNG DULU, LAMA-LAMA MAKIN TERKENAL AKHIR NAIK GREAT JADI H E B A T.


    1. M Aryza Anwar

      M Aryza Anwar

      21 Maret, 2015

      Hha iya enggih sama-sama KM Kaula..


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan