logoblog

Cari

Hidroponik di Halaman Madrasah

Hidroponik di Halaman Madrasah

KM. Sukamulia – orang keriatif memang tidak kehabisan ide, banyak cara yang mereka lakukan untuk menyalurkan kreatifitas yang mereka miliki dan

Cerita Inspirasi

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
19 Februari, 2015 01:33:20
Cerita Inspirasi
Komentar: 2
Dibaca: 51222 Kali

KM. Sukamulia – orang keriatif memang tidak kehabisan ide, banyak cara yang mereka lakukan untuk menyalurkan kreatifitas yang mereka miliki dan tidak sedikit mereka yang menuai keberhasilan dari kreatifitas yang mereka lakukan. Berikut ini adalah salah satu contoh ide kratif yang dikembangkan oleh guru MTs. Maraqitta’limat Lenggorong untuk meningkatkan kreatifitas siswa-siswinya. Kreatifitas yang dilakukan itu adalah mengembangkan tanaman secara hidroponik di halaman madrasah. Tidak banyak madrasah di wilayah pulau Lombok yang melakukan hal serupa sehingga hal itu menarik perhatian pengelola madrasah lainnya dan bahkan membuat Pengawas Madrasah, Kepala Kementerian Agama KLU dan Ketua serta Direktur SNIP Provinsi NTB terkagum-kagum.

Ide mengembangkan tanaman di halaman madrasah dengan teknik hidroponik ini dipelopori oleh Hamdan, S. PdI (Kepala Madrasah) dan Badri, S. Pd (Guru Biologi). Ide itu kemudian mereka informasikan kepada guru-guru lainnya dan ide tersebut disetujui oleh semua guru MTs. Maraqitta’limat Lenggorong maka Badri, S. Pd mengajak dan membimbing siswa-siswi-nya untuk bertanam dengan teknik hidroponik.

Alhasil… ide kereatif itu terwujud jua, Badri, S. Pd meminta siswa untuk membawa media tanam yang berupa sabut kelapa (cocopit), serbuk geregaji, pasir, dan kotoran sapi yang sudah bercampur dengan tanah. Hamdan dan Badri memanfaatkan waktu keluar main untuk mengajak siswa-siswinya membuat, menyiapkan media tanam, menyiapkan tempat hingga menanam. Semua kegiatan dilaksanakan oleh siswa-siswi, dengan instruksi sang pak Kamad dan guru Biologi, siswa-siswi bekerja dengan cekatan dan ahirnya tanaman hidroponik tersusun dengan rapi.

Tanaman yang dikembangkan adalah tomat, cabe dan terong. Selain itu, di depan ruang guru juga dikembangkan tanaman obat dengan teknik hidroponik pula. Tanaman obat yang dikembangkan adalah kunyit, yodium, lidah buaya, bunga tapak dara, cocor bebek, mahkota dewa dan sere. Mereka memilih mengembangkan tanaman di halaman madrasah dengan teknik hidroponik sebab bertaman dengan cara hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas dan bisa dikembangkan kapan saja (tidak tergantung pada musim. Selain itu bertanam dengan cara hidroponik mudah diatur sehingga bisa menambah keindahan halaman madrasah.

Tujuan utama dilakukannya bertanam hidroponik di halaman madrasah ini adalah untuk mengembangkan kreatifitas siswa-siswi dan juga untuk mengembangkan program madrasah, khususnya dalam bidang budidaya tanaman sayur dan tanaman obat. Oehhhh, pengelola MTs. Lenggorong Kecamatan Bayan-KLU ini keratif juga ea.  Oya, hidroponik itu adalah bertanam menggunakan pot atau polibek dengan media tanam berupa cocopit, pasir, pecahan batu bata, krikil, serbuk geregaji, dan kotoran hewan yang telah bercampur dengan tanah.

Setiap pagi, siswa-siswi MTs. Maraqitta’limat Lenggorong menyiram tanaman hidroponik mereka, terutama tanaman tomat yang anemonya membutuhkan banyak air. Sekarang, tanaman tomat yang dikembangkan di halaman madrasah itu sudah mulai berbuah, sedangkan cabe dan terongnya sudah mulai tumbuh dan insyallah bulan depan tanaman itu akan mulai berbuah. Tanaman hidroponik tersebut memperindah halaman madrasah sehingga guru dan siswa-siswi MTs. Lenggorong betah duduk-duduk dan belajar di halaman madrasahnya. Tanaman obat yang mereka kembangkan juga sudah besar dan memperindah susasana halaman madrasah. Setiap orang yang berkunjung ke MTs. Maraqitta’limat Lenggorong terkesima menyaksikan tanaman hidroponik itu.

Hal yang paling mengesankan dari kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa-siswi MTs. Maraqitta’limat Lenggorong ini adalah dikembangkannya teknik bertanam dengan cara hidroponik oleh siswa-siswai madrasah itu di halaman rumah mereka dan banyak pula warga Dusun Lenggorong yang mencoba melakukan hal itu di pekarangan rumah mereka. Dengan demikian, ide kratif Hamdan, Badri beserta guru lainnya memiliki efek positif bagi siswa-siswai dan orang-orang yang berada di sekitar madrasah yang mereka kelola.

Bukan hanya itu, Direktur SNIP Provinsi NTB (Wildan) beserta stafnya menjadwalkan untuk meninjau tanaman hidroponik itu pada minggu kedua bulan depan sebab beliau telah melihat poto-poto mengenai tanaman hidroponik di halaman MTs. Lenggorong yang diambil oleh Drs. Edy Hariyanto saat beliau berkunjung ke madrasah tersebut pada minggu lalu. Selain itu beberapa orang Kepala MTs dari wilayah Lombok Tengah juga akan berkunjung ke madrasah ini dengan tujuan untuk menyaksikan tanaman hidroponik MTs. MT. Lenggorong secara langsung.

 

Baca Juga :


Wah… wah… wah… hanya gara-gara tanaman hidroponik di halaman madrasah, banyak orang yang ingin berkunjung ke MTs. Maraqitta’limat Lenggorong. Hal ini adalah bukti bahwa ide kreatif yang direalisasikan melalui kegiatan kreatif akan memberikan efek yang posistif bagi para pelakunya. Oleh sebab itu, jika ada diantara Waraga Kampung Media yang memiliki ide kratif maka ide tersebut hendaknya direalisasikan kemudian dipublikasikan di halaman Kampung Media supaya itu bisa menjadi bahan kajian dan terapan bagi para pembaca dan pencinta Kampung Media.

Sesungguhnya ide kratif yang dikembangkan oleh Badri, S. Pd bersama teman-temannya di MTs. Lenggorong berawal dari artikel yang diposting oleh saudara Itex (Pengelola KM. Cangkon) dengan judul Bertanam di Atas Segumpal Tanah. Artikel itu pernah kami baca bersama Hamdan, S. PdI beserta beberapa orang guru lainnya, setelah itulah Badri dan Hamdan berencana untuk mengembangkan tanaman secara hidroponik di halaman madrasah-nya. Ternyata hal itu membuat MTs. MT. Lenggorong menjadi sorotan madrasah lainnya.

Dengan demikian maka jelaslah bahawa hidroponik di halaman MTs. Maraqitta’limat Lenggorong merupakan salah satu dari segian banyak positif efek Kampung Medai. Di ahir tulisan ini, Hamdan, S. PdI meminta penulis untuk menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pengelola KM. Cangkon dan pengelo Kampung Media NTB. [] - 03

_By. Asri The Gila_

 

 



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    21 Februari, 2015

    sungguh merupakan kreatifitas kelas tinggi yang patut di tiru oleh semua orang, tidak cuma sekolah saja tapi juga lebih kepada perseorangan.


  • KM. Puspalaya

    KM. Puspalaya

    21 Februari, 2015

    Mantap pak Hamdan dan Pak Badri, luar biasa ide dan kreasi bapak. dan yang lebih luar biasa lagi menularkan ide bapak pada anak-anak. kami juga di SMPN 3 Kopang baru sedang garap konsep green School untuk tanaman hias sebagai eskul siswa. sukses!!!


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan