logoblog

Cari

Wanita Agen Perubahan

Wanita Agen Perubahan

KM Sambang Kampung- Perjalanan menyambang Kampung kali ini adalah melihat kehebatan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita  (KWT) Sinar Harapan

Cerita Inspirasi

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
31 Januari, 2015 10:45:05
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 20527 Kali

KM Sambang Kampung- Perjalanan menyambang Kampung kali ini adalah melihat kehebatan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita  (KWT) Sinar Harapan yang berada di Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano Sumbawa Barat. Perjalanan kali ini adalah untuk melihat kondisi dan perkembangan Desa yang pernah menjadi tempat tinggal saya, bahkan saya merasa desa ini adalah bagian dari hidup saya sampai saat ini.

Saya menginjakkan kaki di Pelabuhan Poto Tano tepat pukul 08.00 Wita. kemudian saya memasuki bumi Pariri Lema bariri, sepenjang jalan saya meliahat beberapa perkembangan yang sangat berarti untuk masyarakat di Kecamatan Poto Tano, salah satunya adalah beroperasinya kembali Tambak udang yang sudah lama tidak digarap, tambak udang yang dulunya di kelola oleh PT. SAJ sekarang di kelola oleh PT. Bumi Harapan Jaya (BAJ).

Nampak sekali terlihat haramparan tambak dengan putaran kincir air yang berputar ditengah petakan kolam tambak. Perasaan saya sangat senang melihat keadaan seperti ini, ada harapan bagi masyarakat Tambak Sari untuk dapat meningkatkan tarap hidupnya. Sepuluh tahun lebih tambak ini bagaikan sebuah areal yang hampa dengan semak belukar.

Sampailah  di pondok kecil di Blok F nomor 2 Desa tambak Sari, inilah rumah saya, kemudian saya mencari sahabat-sahat yang selalu berdiskusi untuk memajukan Desa Tambak Sari. Dari kejauhan saya melihat Kepala Desa Tambak Sari yaitu Muaiyah dengan beberapa orang stafnya menanam kelapa di pinggir lapangan, menanam pohon adalah kegemaran dari pak kepala desa, saya ingat di samping Polindes kami dan kepala desa menanam pohon waru berjejer di pinggir jalan dan pohon itu kini sudah besar.

Selanjutnya perjalanan yang paling menarik adalah ketika saya memasuki kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar harapan, memasuki kebun terlihat buah Teruwuk bergelantungan, disamping kanan dan kiri buah timun dan tomat menghiasi pematang kebun. Ternyata didalam kebun banyak sekali jenis sayur mayor yang ditanam, ada sawi, bayam, terong, mentimun, cabe, tomat, dan berbagai macam tanaman lainnya. Pondok unik juga mengiasi kebun yang luasnya setengah hektar ini, saya dipersilahkan duduk. Mereka sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan Kampung Media karena dulu pernah aktif KM. Instan Poto Tano.

Penasaran dengan hal tersebut saya langsung bertanya kepada Ketua kelompok Wanita Tani Sinar Harapan yaitu Yulianti, sejak kapan kebun yang dulunya semak belukar kini menjadi kebun yang sangat luar biasa seperti ini? Yulianti langsung menjawab sejak bulan Februari 2014, kita berkumpul dengan ibu-ibu di Desa Tambak Sari sebanyak 30 orang dan membentuk kelompok wanita tani ini, selanjutnya kita memulai berbagai berbagaimacam usaha yaitu membeli bibit tanaman, membersihkan lahan dan melakukan penanaman sehingga hasilnya seperti ini.

 

Baca Juga :


Usaha kelompok wanita tani (KWT) Sinar Harapan bukan hanya berhenti sampai disini saja, kelompok akan membangun berbagaimacam usaha atau home industry untuk meningkatkan penghasilan ibu-ibu sebagai upaya untuk menopang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ibu-ibu disini juga mengambil sayur mayur untuk keperluan sehari-hari .

Modal usaha diperoleh dari patungan dari anggota, dana yang terkumpul dipergunakan untuk membeli segala keperluan baik untuk pengembangan usaha maupun untuk membeli bibit dan pupuk. Disamping itu pula Kelompok ini sudah mulai memasarkan hasil usahanya, hasil pemasaran ini di pergunakan lagi untuk mengembangkan usaha.

Setelah melihat kehebatan wanita-wanita kreatif ini saya semakin optimis bahwa percepatan  pembangunan di Desa Tambak Sari akan segera terwujud. Mereka berharap ada perubahan yang besar terjadi didesa Tambak Sari ini. Inilah wanita-wanita agen perubahan di desa. Desa Tambak Sari sebenarnya mempunyai Potensi sumberdaya manusia yang luar biasa karena penduduknya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga cerita ini akan menjadi inspirasi bagi desa lain yang mempunyai potensi sumberdaya alam yang lebih baik dari desa Tambak Sari yang hanya mengandalkan hujan sebagai irigasinya atau desa tadah hujan. (Uyik) - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan