logoblog

Cari

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN KISAH KE-62 Syaikh Abdul Wahid bin Zaid rah.a. adalah seorang Ulama terkenal dari masyaikh Chishtiyah. Ia bercerita:

Cerita Inspirasi

Abi Muhas
Oleh Abi Muhas
23 Januari, 2015 08:01:05
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 13590 Kali

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN

KISAH KE-62

Syaikh Abdul Wahid bin Zaid rah.a. adalah seorang Ulama terkenal dari masyaikh Chishtiyah. Ia bercerita: Aku telah berdo’a selama tiga malam berturut-turut, “Ya Allah pertemukanlah aku dengan istriku kelak di Surga.”

Tiga hari kemudian aku dikaruniai ilham, bahwa calon istriku adalah Maimunah Sauda seorang wanita berkulit hitam dari Habasyah. Kemudian aku memohon agar diberitahu dimana aku dapat menjumpainya, maka aku telah diilhami bahwa wanita itu hidup di tengah suatu suku di Kufah. Aku pun segera pergi ke Kufah dan bertanya kepada orang-orang disana mengenainya. Akhirnya aku diberitahu bahwa Ia tinggal di sebuah hutan sambil mengurus kambing-kambingnya. Aku pergi ke hutan itu dan melihatnya sedang berdiri shalat. Pakaiannya buruk bertambal-tambal. Di dekatnya ada sekelompok kambing yang sedang memakan rumput bersama dengan sekelompok serigala!

Ketika Ia tahu aku mendekatinya, maka Ia memperpendek shalatnya dan segera menyelesaikannya. Ia berkata kepadaku, “Abdul Wahid, lebih baik kamu kembali sekarang, karena Allah swt. Telah berjanji untuk menyatukan kita esok (di hari hisab). Semoga Allah memberkahimu!”

“Bagaimana kamu mengetahui bahwa aku adalah Abdul Wahid?” tanyaku.

Ia menjawab, “Bukankah Engkau tahu, bahwa ruh-ruh telah dikumpulkan dalam kelompok-kelompok besar (di awal penciptaan manusia), mereka yang telah berkenalan ketika itu akan saling berhubungan (di dunia ini sesuai dengan hadits).”

Kemudian aku memintanya agar memberiku beberapa nasehat. Ia berkata, “Sungguh aneh! Anda senantiasa menasehati orang lain (Anda adalah Ulama besar), namun anda masih menginginkan nasehat dariku.”

Ia berkata, “Aku telah mendengar orang-orang tua yang berkata, “Orang yang telah dianugerahi kekayaan dunia, namun masih berusaha untuk memperbanyaknya (tidak puas), maka Allah swt. Akan menghilangkan darinyarasa cinta untuk mendekati Allah. Dan orang seperti ini, tidak akan mendekat kepada Allah, bahkan ia akan di adzab dan dijauhkan dari-Nya.”

 

Baca Juga :


Kemudian Ia membaca empat bait syair, yang artinya: “Wahai Engkau yang sering menasehati orang lain, berdiri di mimbar dan berkhutbah. Memperingatkan mereka akan dosa. Tidakkah Engkau melihat dirimu yang sakit akal dan condong kepada dosa? Aku harap, Engkau perbaiki dirimu dahulu dan bertaubat, sebelum Engkau berdiri dan berkhutbah di mimbar. Sehingga, khutbahmu akan merasuk kedalam hati. Sebaliknya, jika Engkau menasehati mereka tanpa meninggalkan perbuatanmu, Niscaya mereka tidak mempedulikanmu.

Aku berkata, “Bagaimana bisa terjadi, domba-dombamu berdamai dengan serigala-serigala itu?”

“Hal itu tidak perlu kau pikirkan. Aku telah berdamai dengan Rabbku, sehingga Ia mendamaikan antara domba-dombaku dengan serigala-serigala itu.” (Raudh)

 

(DisadurdaribukuFadhilahsedekah, karyaMaulana Muhammad Zakariyyaalkandhalawirah,a., 2002, 550-551) sumberfoto ; net

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan