logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN KISAH KE-63 Utbah rah.a. bercerita; Suatu ketika, Aku berjalan melalui hutan di basrah. Aku melihat beberapa tenda

Cerita Inspirasi

Abi Muhas
Oleh Abi Muhas
19 Desember, 2014 09:38:13
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 5601 Kali

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN

KISAH KE-63

Utbah rah.a. bercerita; Suatu ketika, Aku berjalan melalui hutan di basrah. Aku melihat beberapa tenda orang-orang Badui pengembara berdiri diatas sebidang tanah sawah. Di dalam salah satu tenda itu, ada seorang gadis yang duduk seperti orang gila. Aku menyalaminya, “Assalamu Alaikum,” tetapi Ia tidak menjawabnya (mungkin Ia tidak mendengar salam Syaikh, atau mungkin Syaikh tidak mendengar jawaban salamnya, atau Ia sedang dalam keadaan tidak mesti manjawab salam). Gadis itu membaca beberapa bait syair, yang artinya; “Sangat diberkahi orang-orang shaleh dan ahi zuhud, mereka melaparkan perut-perut mereka untuk mencari Ridha Allah! Menghabiskan malam-malam mereka dengan berjaga dan bertafakkur, Mereka terlihat bingung dan membingungkan karena cintanya kepada Rabb mereka. Namun si bodoh pecinta dunia memanggil mereka gila padahal mereka itu para ahli bijaksana sepanjang masa, Mereka hanya resah karena perpisahan dari Rabb mereka.”

Aku mendekatinya dan bertanya, “Siapa yang memiliki hasil panen ini?”

Jawabnya, “Jika keadaannya tetap sebagaimana adanya sekarang, itu milik Kami.”

Kemudian kudatangi tenda-tenda lainnya. Tiba-tiba datang badai dan hujan lebat dari langit dengan deras. Aku berfikir sebaiknya Aku pergi ke tenda gadis itu dan melihat bagaimana reaksinya terhadap badai hebat yang telah merusakkan hasil panennya. Kulihat hasil panennya digenangi air. Namun Ia berdiri disana sambil berbicara kepada Tuhannya, “Demi Allah yang telah mengilhami hatiku dengan percikan cintanya yang termurni, Aku tetap setia dalam diam atas kehendak-Mu yang Maha Tinggi.”

Kemudian Ia memandangku dan berkata, “Lihatlah! Bukankah Ia yang telah menumbuhkan tanaman ini dan menegakkannya di atas tangkainya? Ia menumbuhkan butir di tangkainya dan mengisi bulir-bulir itu dengan biji-bijian, memberi makanannya dengan hujan, menjaganya dari kebusukan, namun ketika telah masak dan siap dipanen, Ia menghancurkan dan menghanyutkan seluruhnya.”

Ia berkata lagi sambil memandang ke langit, “Ya Allah, Seluruh Insan adalah makhluk-Mu, dalam Jaminan-Mu dan hamba-Mu. Rezeki mereka dalam tanggung jawab-Mu semata. Engkau berbuat sekehendak-Mu. Engkaulah Raja yang Berkuasa Mutlak.”

 

Baca Juga :


Aku bertanya, “Kulihat hasil panenmu rusak, tetapi kamu tetap bersabar dan dapat menguasai pikiranmu dengan tenang, bagaimana kamu dapat mencapai derajat itu?”

Jawabnya, “Jangan ucapkan apapun lagi, karena Tuhan dan Pemberi Rezekiku itu Maha Mutlak, Raja segala pujian yang tak terhingga. Ia telah menganugerahiku rezeki dengan cara-caranya yang baru dan istimewa. Segala puji bagi-Nya yang telah mengaruni aku lebih jauh dari harapanku!”

Jika aku (Utbah) teringat akan gadis Badui itu, air mataku menitik tak dapat ditahan lagi. (Raudh). 

 

(Disadur dari buku Fadhilah sedekah, karya Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandhalawi rah.a. 2002, 551-553).Sumber foto: net



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan