logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

Kisah Para Ahli Zuhud dan Dermawan

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN KISAH KE-64 Syaikh Abu ar Rabie rah.a. bercerita, : Aku sering mendengar tentang seorang wanita shaleh bernama

Cerita Inspirasi

KM Dayan Gunung
Oleh KM Dayan Gunung
09 Desember, 2014 13:46:09
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 4648 Kali

KISAH PARA AHLI ZUHUD DAN DERMAWAN

KISAH KE-64

Syaikh Abu ar Rabie rah.a. bercerita, : Aku sering mendengar tentang seorang wanita shaleh bernama Fiddhah. Ia tinggal di sebuah desa, namun aku tidak biasa mengunjunginya. Sampai ketika aku mendengar banyak kisah-kisah yang menakjubkan tentangnya, aku pun berhasrat untuk mengunjunginya di desa. Orang-orang berkata bahwa Ia memiliki seekor kambing betina yang dapat menghasilkan susu dan madu. Aku sangat takjub mendengarnya. Maka aku langsung membeli sebuah mangkok baru dan mengunjungi rumahnya.aku berkata kepada wanita shalehh itu, “Aku telah mendengar tentang kambing betinamu yang dapat mengeluarkan susu dan madu. Aku pun ingin mendapat manfaatnya.”

Kemudian Ia menyerahkan kambing betina itu kepadaku untuk diperah. Kulihat susu dan madu keluar dari putingnya. Lalu kami minum susunya dan madunya.

Ketika kutanyakan kepadanya bagaimana Ia sampai memiliki kambing betina itu, Ia menceritakan sebuah kisah yang menakjubkan, “Suatu ketika, Kami menderita kemiskinan yang sangat sehingga tidak memiliki apapun kecuali seekor kambing betina. Hanya dari susunya lah satu-satunya sumber nafkah kami. Ketika Idul Adha tiba, suamiku berkata, “Kita tidak memiliki apapun kecuali kambing betina ini. Mari kita kurbankan atas nama Allah.” Aku berkata, “kita tidak memiliki apapun kecuali susunya untuk hidup kita. Bukankah Allah tidak mewajibkan kita berkurban hewan dalam keadaan seperti ini. Haruskah kita mengorbankannya?”

Suamiku menyetujui usulku, sehingga kami menangguhkan qurban kami hingga Idul Adha berikutnya. Kebetulan pada hari itu, kami kedatangan seorang tamu. Aku berkata kepada suamiku, “Kita telah diperintahkan untuk menjamu tamu kita, sedangkan kita tidak memiliki apapun kecuali kambing betina ini. Mari kita menyembelihnya dan memasak dagingnya untuk tamu kita.”

Ketika suamiku bersiap-siap menyembelihnya, aku berkata, “lebih baik menyembelihnya diluar, di balik dinding agar anak kita tidak menangis jika melihat kambing itu disembelih.”

Maka suamiku keluar rumah membawa kambing itu. Setelah itu, aku melihat seekor kambing betina berdiri di atas dinding rupanya mirip sekali dengan kambing betina milik kami. Aku menyangkanya kambing kami terlepas dari suamiku. Aku pun keluar, namun aku terkejut, karena kulihat suamiku telah menyembelih kambing itu dan sedang mengulitinya. Aku berkata, “Aneh! Ada kambing betina lain mirip dengan kambing kita, kambing itu ada dirumah kita!”

Kuceritakan seluruh kejadiannya kepada suamiku, Ia berkata, “Sangat mungkin Allah swt. Memberi kita balasan yang baik karena kita mengorbankan kambing kita demi tamu.”

 

Baca Juga :


Kemudian wanita itu berkata kepada anak-anaknya, “Anak-anakku, kambing ini memberi kita makanan (dari apa yang tumbuh) di hati. Selama hatimu selalu mulia tak ternoda oleh kejahatan, susunya akan tetap baik, tetapi jika hatimu buruk dan tidak benar, maka susunya akan menjadi buruk pula. Jagalah hatimu dari kejahatan, agar segalanya dapat bermanfaat bagimu.”

(DisadurdaribukuFadhilahsedekah, karyaMaulana Muhammad Zakariyya Al Kandhalawirah.a. 2002, 553-554).Sumberfoto:net

 

 

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan