logoblog

Cari

Nambang Pasir Untuk Biaya Sekolah Anak

Nambang Pasir Untuk Biaya Sekolah Anak

KM. Portal Himpas, - Penghidupan memang penuh liku. Tidak sedikit orang yang hanya tersipu malas dan hanya berpangku tangan untuk mendapatkan kehidupan

Cerita Inspirasi

KM. Portal Himpas
Oleh KM. Portal Himpas
16 November, 2014 14:22:23
Cerita Inspirasi
Komentar: 1
Dibaca: 24128 Kali

KM. Portal Himpas, - Penghidupan memang penuh liku. Tidak sedikit orang yang hanya tersipu malas dan hanya berpangku tangan untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Sebagian lainnya bahkan tidak miris melakukan aksi kejahatan demi pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin meningkat.  Tapi selalu banyak orang yang memiliki kisah heroik dalam hidupnya untuk keluar dari himpitan ekonomi keluarga. Contohnya berikut ini.

Saat itu, sepulang dari acara hajatan di Desa Simpasai, hari Sabtu (15/11) kemarin dan matahari sedang sangar-sangarnya dan baru condong kearah barat. Dari tepian sungai Raba Bronjong Desa Sie, tampak di arah timur seorang pria paruh baya tengah berjuang mengangkat pasir kedalam sampan berukuran empat meter. Pria itu adalah Anhar (32) Warga Desa Simpasai Kecamatan Monta.

Demi membiayai kebutuhan keluarganya, Anhar terpaksa harus mengisi kesehariannya dengan menambang pasir di kedalam sungai di sekitar Desa Sie dan Desa Simpasai. Tidaklah mudah baginya. Ia harus menyelusup beberapa saat untuk mengeruk pasir tersebut sebelum dinaikannya ka atas perahu dan di tumpuk ke tepi sungai Raba Bronjong Desa Sie.

Dengan minimnya keahlian yang dimilikinya, menambang pasir menjadi pilihan terakhir baginya untuk mengais rejeki. Bukan sekedar untuk membuat dapur keluarganya terus berasap. Tetapi ia juga harus meanggung biaya pendidikan tiga orang anaknya yang sedang duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) dan bangku Sekolah Menengah Pertama.

“Jaman sekarang, susah sekali mencari pekerjaan, apalagi tahun ini putra saya yang duduk di bangku SMP sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan ke tinggkat SMU. Jadi saya harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendikan bagi anak-anak,” ujarnya polos.

 

Baca Juga :


Dari menambang pasir, Anhar mengaku penghasilan yang dapat diraupnya dalam seminggu rata-rata sekitar 350 hingga 400 ribu rupiah, itupun kalau pasirnya laku. “Selama seminggu, saya hanya mampu mengumpulkan pasir sebanyak satu truk. Satu truk biasa dibayar 350 hingga 400 ribu. Itupun kalau pasirnya laku,” ungkapnya.

Selama menggeluti profesi sebagai penambang pasir, Ia tidak pernah mengeluhkannya. Hanya saja yang ia keluhkan saat ini adalah sampan yang ia gunakan untuk menambang kini mulai rusak dan bocor. Seandainya tidak rusak dan bocor, ia bisa mengangkut pasir lebih cepat dan lebih banyak. “Sampannya mulai rusak dan bocor, sehingga muatannya tidak bisa dimaksimalkan, jadi harus keluar masuk. Inilah yang membuat pekerjaan kami sedikit terhambat,” tuturnya.

Meski setiap hari harus bergelut dengan air dan pasir di sungai, Ia mengaku tetap menjaga kondisi kesehatannya dengan mengonsumsi jamu tradisional.  “Untuk menjaga kondisi kesehatan biasanya orang rumah selalu membuatkan jamu dan ramuan tradisional atau dengan mengonsumsi telur dan madu,” katanya polos. Dengan profesi yang dijalanninya saat ini, Anhar mengaku pasrah menjalaninya karena yang terpenting baginya saat ini adalah kebutuhan hidup dan biaya sekolah untuk ketiga anaknya dapat terpenuhi. [Awal] - 05



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM LENGGE

    KM LENGGE

    17 November, 2014

    SEMOGA KEGIGIHAN INI MENJADI CONTOH BAGI KITA SEMUA


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan