logoblog

Cari

Tutup Iklan

KISAH ORANG-ORANG SHOLEH TERDAHULU

KISAH ORANG-ORANG SHOLEH TERDAHULU

KISAH ORANG-ORANG SHOLEH TERDAHULU KISAH KE-1 Dzun Nun Misri rah.a. berkata, “Aku sedang berthawaf mengelilingi ka’bah. Setiap mata memandang tepat ke ka’bah, tiba-tiba

Cerita Inspirasi

Abi Muhas
Oleh Abi Muhas
14 November, 2014 08:33:39
Cerita Inspirasi
Komentar: 1
Dibaca: 229043 Kali

KISAH ORANG-ORANG SHOLEH TERDAHULU

KISAH KE-1

Dzun Nun Misri rah.a. berkata, “Aku sedang berthawaf mengelilingi ka’bah. Setiap mata memandang tepat ke ka’bah, tiba-tiba ada seorang mendekati ka’bah dan berdo’a, “Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang miskin, yang tersesat dari mahkamah-Mu, yang telah melarikan diri dari pintu-Mu, aku meminta kepada-Mu sesuatu yang paling dekat kepada-Mu, aku meminta kepada-Mu untuk diizinkan ibadah kepada-Mu melalui wali-wali-Mu dan nabi-nabi-Mu supaya Engkau mengaruniakan cinta-Mu kepadaku. Ya Allah, hilangkan aku dari kejahilan yang menghalangi aku dalam mencapai pengetahuan tentang-Mu (ma’rifat) yang mana aku sangat ingin mencapai-Mu, dan berbicara dengan-Mu, bersunyi-sunyi dengan kebesaran keinginanku.”

Setelah berdo’a demikian, ia menangis dengan kerasnya beberapa lama. Dia menangis begitu lama sehingga air matanya berguguran ke bumi. Kemudian tiba-tiba dia tertawa dan terus pergi.

Dzun Nun Misrirah.a. berkata, “Aku mengikutinya sambil berfikir dalam hatiku, apakah ia seorang sufi yang sempurna atau seorang gila. Ternyata ia keluar dari masjid menuju kearah kawasan pinggiran kota. Dia sadar bahwa aku mengikutinya, lalu berkata, “Apa yang kamu inginkan? Mengapa kamu mengikutiku? Tolong tingglkan aku seorang diri.”

Aku berkata, “Semoga Allah merahmati kamu. Siapa namamu?”

Dia menjawab, “Abdullah (hamba Allah0.”

Aku bertanya, “Siapa nama bapakmu?”

Dia menjawab, “Abdullah (hamba Allah).”

Aku berkata, “Setiap orang adalah hamba Allah. Tetapi siapakah sebenarnya namamu?

Dia menjawab, “Bapakku memberiku nama Sa’dun.”

 

Baca Juga :


Aku bertanya, “Bukankah kamu yang bernama Sa’dun itu seorang yang gila?”

Dia menjawab, “Ya, itulah aku.”

Aku bertanya, “Siapakah wali-wali Allah yang melaluinya kamu berdo’a kepada Allah?”

Dia menjawab, “Mereka ialah orang-orang yang berjalan menuju Allah dengan cara yang sama sebagaimana dia yang menjadikan perolehan cinta Allah sebagai tujuan hidup mereka. Dan mereka telah memisahkan diri mereka dari dunia ini, sebagaimana si dia yang hatinya seolah-olah telah di bawa lari.”

Kemudian ia melanjutkan, “Wahai Dzun Nun, aku telah mendengar kamu berkata bahwa kamu ingin tahu tentang ‘asbabul ma’rifat’.”

Aku menjawab, “Ya, karena aku malu mendapat manfaat dari ilmumu.

Kemudian Beliau membaca dua bait syair dalam bahasa arab:

“Qalbu orang-orang arif tenggelam dalam dzikrullah setiap waktu. Begitu juga hati yang terlibat berdekatan dengan-Nya, menjadikan-nya sebagai tempat kediaman-Nya. Dan aku mempunyai hati yang tulus ikhlas yang jatuh cinta kepada-Nya. Bahwa tidak ada sesuatu yang dapat memisahkan cinta itu dari hatiku, aku hanya untuk-Nya.” (Raudhur Riyahin:23). - 05

(Disadur dari buku Fadhilah Haji, karya Maulana Muhammad Zakariyya Alkandhalawi rah.a. ; 2003, 270-272). Sumber foto: net.



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. Pangkat Ali

    Pangkat Ali

    16 Februari, 2017

    Sama ya judulnya dengan KM Dayan Gunung?


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan