logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tukang Sayur Sang Motivator

Tukang Sayur Sang Motivator

Rampak Nulang;           Ketika kesuksesan suatu usaha kita niatkan untuk orang-orang yang kita cintai, in shaa Allah usaha

Cerita Inspirasi

KM. Rampak Nulang
Oleh KM. Rampak Nulang
29 Agustus, 2014 14:55:40
Cerita Inspirasi
Komentar: 2
Dibaca: 120112 Kali

Opik bersama pelanggan setianyaRampak Nulang; Ketika kesuksesan suatu usaha kita niatkan untuk orang-orang yang kita cintai, in shaa Allah usaha yang kita jalani akan sukses dan rezeki yang didapatkan akan barokah.

Pemikiran inilah yang mendasari Opik ketika memutuskan berhenti bekerja sebagai buruh part time sebuah pabrik di Jawa dan kemudian pulang kampung serta memulai usahanya. “Niat saya saat itu, ingin memberi tambahan nafkah yang halal buat keluarga saya dan membahagiakan kedua orang tua saya” ungkapnya sambil menerawang seakan mengingat masa-masa ketika awal merintis usahanya berjualan sayur keliling.

Dia masih ingat beberapa tahun silam, seperti biasa selepas  subuh saat anak-anak seusianya masih terlelap dalam tidurnya. Selepas sholat subuh sebelum berangkat ke sekolahnya di SDN 3 Sumbawa besar, Opik kecil membantu ibunya memetik sayuran dikebun miliknya dan kemudian mengantar daganganya ke pasar Seketeng. Sepulang sekolah apabila dagangan ibunya tidak habis terjual, ia kemudian menjajakannya  ke penjuru kampung.  Ada kisah menarik pada masa itu. Saat berjualan sengaja bakulnya ia miringkan kekiri atau kekanan agar saat berpapasan dgn teman-temannya ia tidak dikenali. Maklumlah berjualan seperti itu sering menjadi bahan ejekan teman-temannya. Namun lamakelamaan ia bosan juga dengan sikap seperti itu dan akhirnya perasaan minder ditepiskan begitu saja, yang ada dikepalanya saat itu yang penting jualan ibunya  habis laku terjual pada hari itu.

Baginya ibunya adalah sumber inspirasi dan penyemangat selain anggota keluarga lainnya.

Setamat SMA Negeri 1 Sumbawa Besar tahun 1990, ia kemudian hijrah ke Surabaya. Bekerja sebagai buruh pabrik pengolahan kayu. Menikah dengan Sri Endarwati dan dikaruniai dua orang anak. Pekerjaan sebagai quality control dan menjadi mandor pengawas yang membawahi 60 karyawan ia rasakan sangat monoton. Tak ada perkembangan dari segi pendapatan maupun penghidupan. Gaji tetap sementara kebutuhan rumah tangganya  semakin hari semakin bertambah. Dalam kondisi demikian ia tak kehilangan akal. Naluri bisnisnya mulai muncul. Ia mulai berjualan beras kecilkecilan yang dijual ke teman sepekerjanya. Namun usaha ini tak berjalan lancar akibat kekurangan modal. Saat itulah ia menyadari betapa pentingnya modal bagi suatu usaha.

Tanpa fikir panjang pria kelahiran Sumbawa Besar tepatnya 1 juli 1970 ini memutuskan mengambil cuti pekerjaan selama 12 hari. Pulang ke Sumbawa dengan tekad bulat untuk memulai usaha baru yang saat itu ia juga belum tahu, usaha apa yang akan ia lakoni. Sampai di Sumbawa, idenya muncul saat melihat sepeda usang milik ayahnya hanya menjadi pajangan dirumahnya. Niatnya disampaikan ke ibunya bahwa ia ingin berjualan sayur menggunakan sepeda. Sang ibu merestui niat baik anaknya tersebut.

Tahun 2000 dengan modal 80 ribu rupiah, Hari pertama ia mulai menjajakan dagangannya yang dibeli dipasar kemudian dijajakannya ke kampungkampung terdekat. Pengalaman pertama hari pertama dirasakannya cukup berat. Hampir putus asa. Namun keputusasaan itu ia kalahkan dengan tekad yang bulat dan semangat yang membaja. Hari itu ia merugi. Namun tak memupus semangatnya. Tidak mungkin saya akan merugi terus fikirnya dalam hati sambil menghibur dirinya sendiri. Satu hal yang sangat menarik hari itu. Bagi orangorang kampung sekitar ini merupakan hal pertama bagi mereka melihat seorang penjual sayur menggunakan sepeda dayung. Selama ini mereka hanya mengenal penjual sayur menggunakan bakul sambil berjalan kaki. Hari kedua usahanya kembali modal. Hari ketiga dia mulai mendapatkan keuntungan sebesar 20 ribu rupiah. Selanjutnya dia mulai merasakan keuntungan dari usahanya berjualan. Semakin hari semakin bertambah.

Setelah tiga bulan dengan semakin bertambahnya pelanggan, ia memutuskan membeli becak karena dirasakan barang dagangannya semakin bertambah dan kurang muat jika tetap menggunakan sepeda. Usahanya berkembang pesat karena saat itu belum ada pesaing. Selain itu berbagai kiat jitu ia terapkan bagi pelanggannya. Pendekatan personal, komunikasi yang baik dengan penuh kearaban ia terapkan, misalnya ketika para ibuibu berbelanja ia tak segan  menggendong anakanak mereka agar leluasa berbelanja. Tak sekali dua kali ketika lewat berjualan, ia selalu ditangisi oleh anakanak tersebut untuk minta digendong yang pada akhirnya ibuibu mereka kemudian membeli dagangannya.

Usaha yang sungguhsungguh dengan niat yang baik, in shaa Allah memberi rezeki yang barokah bagi keluarga. Rezeki yang berlimpah pastinya  akan  meningkatkan tarap hidup serta penghidupan yang layak bagi keluarga. Dirasakan saat yang tepat, ia kemudian memboyong keluarganya untuk pindah ke Sumbawa. Bagaimanapun, menurutnya keluarga tetap yang utama dalam mendukung dan sebagai penyemangat usahanya.

Dirasakan kurang efisien dari segi waktu dan medan, becak yang selama ini digunakan diganti dengan sepeda motor. Hal ini menjadi pembicaraan tetangga dan masyarakat sekitar. Menurut mereka bagaimana mungkin seorang penjual sayur bisa secepat itu mampu membeli dan berjualan menggunakan sepeda motor. Hal yang patut diingat! Saat ini di Sumbawa ketika kita melihat penjual sayur menggunakan sepeda motor dari kampung ke kampung, itu tak lain tak bukan karena mereka  terinspirasi oleh Opik si penjual sayur keliling.

Saat ini usahanya sangat berkembang bahkan boleh dikata sudah maju. Opik tidak meraihnya dengan begitu saja. Perlu kerja keras, perencanaan, strategi pemasaran yang tepat dan manajemen yang baik yang diterapkannya. Pola yang diterapkan yaitu one stop shooping untuk kebutuhan makanan/minuman (kuliner), sayur mayur dan aneka kebutuhan lainnya. Prinsipnya ia menciptakan mini market berjalan bagi ibuibu rumah tangga. Dengan omset 12 juta perhari Opik hanya selaku distributor bagi produk yang dipasok oleh 50 usaha kuliner rumah tangga yang menjadi pemasok tetapnya setiap hari. Baginya mutu adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu setiap produk yang ingin dipasarkan harus melalui seleksi darinya langsung.

Pukul setengah enam pagi, keenam  armada L300  pick up miliknya telah standby di pasar Brang Biji. Saat itulah para pemasok mulai menitipkan barang dagangan (produk) mereka. Pukul 07.30 kesepuluh karyawan dengan 2 tenaga  administrasi mulai bergerak menyebar kesegala penjuru kota Sumbawa Besar dengan rute tetap masingmasing yang dilaluinya setiap hari. Segala aktifitasnya berakhir jam satu siang. Sore hari waktu luangnya diisi dengan bersepeda. Sambilan berolah raga, ia menyempatkan diri bersilaturrahim satu persatu para mitra usahanya sambil membicarakan tentang halhal seputar usaha mereka.

Begitulah rutinitas Si Opik penjual sayur keliling.

Opik bazar di bulan ramadhan

 

Baca Juga :


Selama bulan suci ramadhan, Opik membuka jualannya disatu tempat dari jam satu siang sampai jam enam sore. Jumlah pemasoknya pun bertambah menjadi 150 usaha rumah tangga. Untuk bulan suci ramadhan omsetnya tembus mencapai angka 900 juta rupiah. Sangat fantastis!

Satu hal yang patut dicontoh. Opik menerapkan sistem syariah atau bagi hasil bagi karyawannya.  Jadi mereka tidak digaji halnya karyawan biasa.  Biar mereka merasa bertanggungjawab dan tetap punya semangat dan etos kerja yang tinggi ujarnya.

Suka duka telah ia lalui, pahit manis telah ia jadikan sebagai pelajaran berharga  dalam membangun usahanya sampai bisa seperti sekarang ini. Apa yang diraih Opik tidak terjadi dalam sekejap. Perlu waktu yang panjang, ketelatenan dan perencanaan yang tepat. Menurutnya dalam menggeluti usaha jangan setengahsetengah dan setiap keuntungan yang didapatkan jangan dibelanjakan untuk halhal yang tak perlu. Baginya membesarkan usaha adalah hal yang lebih utama dan penting!

Selain itu menambah wawasan dan refrensi tentang usaha yang digeluti lewat membaca ataupun mendapatkan informasi melalui media elektronik juga sangat perlu. Tak heran, ide penggunaan mobil pick up bagi usahanya muncul ketika ia melihat sebuah mobil van dikota Pataya yang dimodifikasi disebuah majalah terbitan luar negeri. Opik juga membaca kisah orangorang terkenal yang meraih kesuksesan. Ilmu tentang pemasaran, manajemen, Public speaking yang ia dapatkan dari menjadi anggota sebuah MLM juga menjadi modal besar dalam memajukan usahanya.

Sesekali Opik juga diminta oleh dinas terkait untuk menjadi pembicara diberbagai tempat. Menjadi motivator dan menyampaikan kisah kesuksesannya.

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan Opik si pedagang sayuran keliling dan aneka kebutuhan lainnya di Kota Sumbawa Besar. Hampir disetiap perkantoran dan perumahan semua mengenal Opik Sayur. Keberadaan Opik telah menciptaakan kebergantungan tersendiri terutama bagi ibu-ibu kantoran yang nota bene juga sebagai ibu rumah tangga. Sangat terasa bagi mereka ketika dia absen berjualan sehari saja,

Berbagai kiat ia terapkan dalam menjalankan usahanya. Selain kerja keras, ketekunan dan keuletan perlu manajemen keuangan yang sehat, perencanaan yang tepat serta menjalin pendekatan personal yang baik kepada pelanggannya. Ia juga melakukan inovasi dan strategi usaha yang jitu ketika melihat peluang agar usahanya  tidak kehilangan pelanggan. Bahkan bila perlu melakukan ekspansi untuk menggaet pelanggan baru. Saat ini Opik juga membuka usaha catering yang diberi nama Opik Catering.

Berkat hasil kerja kerasnya, ia berhasil membangun rumah yang terbilang mewah dikawasan Panto Daeng, salah satu perumahan yang cukup berkelas di Kota Sumbawa Besar. Selain itu ia telah menunaikan ibadah haji bagi kedua orang tuanya serta menyekolahkan anak-anaknya. Anak pertamanya Muhammad Taufan sedang menempuh pendidikan di STIE PERBANAS Surabaya. Anak keduanya Nurul Isna masih bersekolah di SMAN 2 Sumbawa Besar.

Satu keinginan yang belum terpenuhi. Opik berkeinginan membangun pasar ternak. Usaha ini ingin ia jalankan setelah melihat potensi ternak yang dimiliki oleh Kabupaten Sumbawa sangat besar. Ia menganggap bahwa kebijakan pemerintah terhadap pembangunan tol laut sangat tepat dan harus  disikapi serta dimanfaatkan sebaikbaiknya  agar nantinya tidak hanya menjadi penonton tapi ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.

Si Opik sayur telah menginspirasikan orang-orang disekitarnya. Dia adalah branded,dan berhasil menanamkan imej tersebut bagi para pelanggan dan juga masyarakat Sumbawa. Saat ini telah banyak orang lain yang mengikuti jejak usahanya. Namun sebaliknya dia menganggap mereka bukan pesaing tapi justru  sebagai mitra motivasi dalam upaya untuk lebih meningkatkan kualitas usahanya agar tetap survive ditengah persaingan dan deru perubahan waktu yang semakin  cepat serta mampu beradaptasi dengan perubahan selera  yang yang dapat berubah sewaktu-waktu. [] - 01

 



 
KM. Rampak Nulang

KM. Rampak Nulang

KM Rampak Nulang didirikan tanggal 2 Nopember 2011. Mengusung semangat "menyampaikan informasi secara ringan, inspiratif dan edukatif. Email: goranspatisamba@gmail.com

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    30 Agustus, 2014

    semoga kita semua bisa mencontoh semangat yang dimiliki opik, dan semoga akan banyak bermunculan opik-opik baru yang sukes sehingga setahap demi setahap kemiskinan yang mendera bangsa kita selama ini bisa di kurangi dengan cepat.


  • KM LENGGE

    KM LENGGE

    30 Agustus, 2014

    Benar-benar Mengingspirasi kita,,,,,,bahwa hidup itu butuh proses, dari jatu, bangkit, jatuh dan bangkit lagi,,,,,terus berjuang dan berusaha modal keberhasilan.....


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan