logoblog

Cari

Berkah Dari Tumpukan Kertas Bekas

Berkah Dari Tumpukan Kertas Bekas

Diwaktu senggang saat sore sampai malam hari ada sebuah kegiatan berbeda yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga didusun Adeng Desa Jagaraga

Cerita Inspirasi

Abdul Satar
Oleh Abdul Satar
23 Juli, 2014 14:07:24
Cerita Inspirasi
Komentar: 2
Dibaca: 15369 Kali

Diwaktu senggang saat sore sampai malam hari ada sebuah kegiatan berbeda yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga didusun Adeng Desa Jagaraga Induk Kecamatan Kuripan kabupaten Lombok Barat yairtu merapikan tumpukan kertas bekas, menyortirnya, dengan membuang steples, sampul proposal dan lainnya sehingga kertas menjadi rapi.

Dusun Adeng Desa Jagaraga Induk yang berpenduduk sekitar 650 jiwa dengan 200 Kepala Keluarga, dan sekitar setengahnya ibu-ibu rumah tangga didusun tersebut melakukan pekerjaan merapikan kertas bekas untuk menopang ekonomi keluarga sehingga dapat membantu suami mereka.

Meski bukan merupakan pekerjaan tetap karena kertas bekas hanya didatangkan oleh pengusaha 1 kali 2 minggu dan kelompok ibu-ibu didusun tersebut bisa menyelesaikannya dalam waktu 3 sampai 4 hari namun warga disana sudah mulai merasakan manfaat dari kerja musiman yang mereka lakukan.

Ini berawal dari suami mereka yang bekerja ditempat perusahaan pengepul barang bekas yang ada didaerah Selagalas Kota Mataram dan Praya Lombok Tengah, merapikan kertas merupakan pekerjaan ringan namun pengerjaannya agak rumit dan butuh banyak tenaga maka para suami berinisiatip membawa kertas bekas tersebut pulang untuk dikerjakan oleh istri-istri mereka sambil mengisi waktu senggang.

 

Baca Juga :


Hai ini sudah berjalan sekitar 1 tahun lamanya, dan sekarang dalam seminggu para pengepul bisa mendatangkan puluhan ton kertas bekas untuk dirapikan oleh ibu rumah tangga dusun Adeng. Dan rata-rata perorang bisa merapikan  2 sampai 4  kwintal kertas dengan upah Rp. 15.000,- perkwintal. Dan biasanya dikerjakan pada waktu luang dengan tidak mengganggu pekerjaan utama mereka sebagai petani, buruh tani, buruh pasar dan lainnya.

Adalah Inak Nep 50 tahun, seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya sebagai buruh tani merasa sangat senang dengan pekerjaan merapikan kertas itu, karena disamping pekerjaannya ringan juga kertas bekas dia terima dirumahnya dan saat sudah dirapikan maka para pengepul yang mengambilnya lagi. Dan lebih senangnya lagi nenek dari 3 orang cucu ini menceritakan kalau sering mendapatkan kejutan dengan menemukan uang dilipatan kertas yang dirapikan, bahkan dia pernah sekali dapat sebesar Rp. 900.000,-  Demikian juga ibu-ibu yang lain sering sekali menemukan uang dalam lipatan kertas tersebut. [] - 05



 

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    23 Juli, 2014

    ketika para ibu-ibu menemukan uang dalam llipatan kertas yang mereka rapikan, maka itu adalah upah ketekunan mereka dari Tuhan. janji Tuhan tidak akan pernah dipungkiri.


    1. Desa Mekar Sari Narmada

      Desa Mekar Sari Narmada

      24 Juli, 2014

      Tapi ada sebagian dari ibu-ibu tersebut yang bertanya "apakah ini bagian dari hak saya"?


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan