logoblog

Cari

MENIPU TUHAN MASUK SORGA

MENIPU TUHAN MASUK SORGA

Sebuah cerita isnfiratip dari uspuriah kitab kecil namun sarat dengan mauizah hasanah untuk kita yang gemar bertasauf kisah ini memberikan pembelajaran

Cerita Inspirasi

KM. LENDANG  RE
Oleh KM. LENDANG RE
05 Juni, 2014 15:13:36
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 7700 Kali

Sebuah cerita isnfiratip dari uspuriah kitab kecil namun sarat dengan mauizah hasanah untuk kita yang gemar bertasauf kisah ini memberikan pembelajaran kepada kita bagaiman kemaha Adilannya Allah tuhan kita bersama terhadap hambanya yang takut akan siksa, kok ada ya… Penipu masuk surga, tapi yang satu ini tuhan lo yang dia tipu. Berikut kisahnya :

“ Ada seorang laki-laki sebutlah namanya  si TUKANG TIPU, orang ini sesuai nama memang itu namanya itulah pekerjaan setiap harinya, tiada hari tanpa menipu. Si TUKANG TIPU biasa mangkal di terminal pasar mengintip mangsa, kegiatan itu biasa dia lakukan setiap hari sehingga ia cepat sekali mendapatkan mangsa, dalam kitab tersebut hanya menceritakan seorang mangsa dari sekian mangsanya, hari itu dia menghampiri seorang asing yang terlihat kebingungan:

TUKANG TIPU…. Assalamualaikum warahmtullah wabarokatuh !

Mangsa …. Waalaikum salam warahmatullah wabarokatuh

TUKANG TIPU…. ya Allah pak tumben kita ketemu sejak bapak saya meninggal, bagaimana kabar bapak, sehat ?

Mangsa melihat dengan teliti ke TUKANG TIPU sambil bergumam, emmm…. Bapak siapa ya? Tanya mangsa, sambil mengerutkan keningnya berusaha mencari data dalam memori ingatannya.

TUKANG TIPU…. wah bapak saya benar ternyata bapak sahabatnya yang cepat pelupa, kalau begitu mari sebentar kita makan-makan sambil saya membantu bapak mengingat memori bapak tentang bapak saya.

Mangsa ….. oh ya mungkin saya lupa, baiklah, mari…!! Di warung makan yang mana?

TUKANG TIPU…. yang itu saja. Telunjuknya mengarah kesebuah warung makan yang pengunjungnya paling ramai.

Dalam hati si mangsa bergumam wah..lumayan pagi-pagi sudah ada yang nawarin sarapan.

Begitu mereka berdua masuk, pelayan pun datang dengan sambutan ramahnya yang sesekali mensugesti setiap kostemer yang masuk.

Pelayan … yang spesial pak atau yang biasa ? sapa pelayan rumah makan yang memang sudah kerapkali melihat kostemernya yang satu ini.

TUKANG TIPU… oh yang spesial dong.. kali ini saya bersama sahabat lama bapak saya .

Tampa menyodorkan lembaran menu kepada kostemernya pelayan pun langsung pergi untuk menyiapkan hidangan spesial.

Mangsa…. Oh ya pak kalau boleh tahu bapak anda siapa ya..?

 

Baca Juga :


TUKANG TIPU…. sebentar, kita makan dulu pak nanti kalau sudah selesai baru kita ngomong-ngomong.

Tidak beberapa lama pelayan pun datang membawa makanan yang di pesan. TUKANG TIPU mempersilahkan kepada mangsa.

TUKANG TIPU…. ayo pak kita mulai sudah lapar banget nih.

Mangsa …. Silahkan

Keduanya pun mulai makan, benar, TUKANG TIPU memang kelihatan lapar sehingga makannya cepat sekali. Tidak bereselang lama makanan TUKANG TIPU pun sudah habis. Nah mulailah TUKANG TIPU menjalankan tipu muslihatnya, tiba-tiba TUKANG TIPU memegang perutnya…

TUKANG TIPU…Uhh … sakit. Sebentar pak saya mau buang air dulu ke belakang.

Mangsa… O, ya..ya cepat sana.

TUKANG TIPU kemudian bangun sambil memegang perutnya dan mangsa melanjutkan makannya.

Lima menit, tujuh menit, sembilan menit berlalu,  TUKANG TIPU pun tak kunjung datang. Terbesitlah dalam hati si mangsa.. wah.. jangan-jangan aku ditipu nih, wah celaka aku kalau begitu aku harus cepat-cepat pergi dari sini. Begitu mangsa bangun pelayan tadi itupun datang pak ini tagihannya.

Mangsa … aduh ternyata benar aku ditipu. Celaka aku…

Begitulah perjalanan sang TUKANG TIPU setiap hari dia makan dengan menipu. Sehingga dalam riwayat dalam kiab tersebut menceritakan ketika maut sudah akan menjemputnya dia akan menjalankan aksi penipuannya untuk yang terakhir kalinya, kali ini targetnya adalah Allah swt. Ketika dalam keadaan sakit yang dia akan meninggal dunia TUKANG TIPU menyewa dua orang laki-laki dan memberikan mereka uang masing-masing dua dinar dengan syarat ketika aku sudah mati aku ingin kalian berdua berkata di belakang jenazahku :” sebaik-baik laki-laki adalah orang ini dia orang yang soleh dan suka berbuat kebaikan” ulang-ulangi kalimat itu sampai aku dimasukkan kedalam kubur.

Terjadilah apa yang terjadi, ketika malaikat mungkar dan nakir masuk untuk menjalankan tugasnya, kedua malaikat itu mendengar seruan yang mengatakan tinggalkan hamba ku itu, ia hidup dengan tipudaya dan diapun mati dalam keadaan menipu tapi aku mengampuni dosanya dengan sebab kesaksian dua orang laki-laki itu walaupun mereka disewa.

Sumber kisah, Kitab “Mawaizul Uspuriah” Halaman 24. (Abu Walid). - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan