logoblog

Cari

Kerja Keras Membawa Berkah

Kerja Keras Membawa Berkah

sudah hampir 3 tahun aku bersamanya, banyak hal yang berubah dari nasip, sikap dan kehidupannya, dari yang dulu ia hanyalah seorang

Cerita Inspirasi

Jurnal Alfarizi
Oleh Jurnal Alfarizi
21 Mei, 2014 12:41:15
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 12253 Kali

sudah hampir 3 tahun aku bersamanya, banyak hal yang berubah dari nasip, sikap dan kehidupannya, dari yang dulu ia hanyalah seorang anak yang mintak-mintak uang setiap kali meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu dari orang tuanya, kini ia sudah bisa memberikan dan membelikan kebutuhan orang tuanya di kampung, walaupun tak seberapa tapi aku salut dan bangga melihat perkembangannya.

Namanya Agus Salim, di bangku kuliah semester satu aku mulai mengenalnya, hidupnya ribet, penuh kesedihan, serba kekurangan, begitulah yang aku lihat, tapi bagiku dia anak yang baik, dia selalu melayani dan menyuguhkan kami dengan masakan khasnya ketika kami berkunjung ke kosnya, "tumis kangkung tua" dia penurut dan gigih, hingga dengan kegigihannya kehidupannya berubah 100 derajat.

ceritanya begini teman, di sebuah toko penjualan helem dan penempelan stiker, dia diajak salah satu kawannya untuk bantu-bantu di sana, awalnya dia hanya di kasih uang apabila ada penjualan yang di dapatkan hari itu, dan itu tak seberapa dengan kelelahan yang dia keluarkan, tapi dia tak putus asa, dia berkeyakinan jalan ini bisa merubah hidupnya, setiap hari dengan gigih ia manfaatkan waktu dan tempat itu untuk membuktikan bahwa dia orang yang pantas untuk mendapatkan lebih dari yang hari ini ia dapatkan.

beberapa bulan kemudian pemilik toko melihat dia anak yang berbakat dan ulet, lalu diangkatlah ia menjadi karyawan tetap, bukan lagi sebagai pekerja tanpa status, ia mulai di upah perbulannya tak lagi perhari, tentunya perbulan yang sudah pasti berapa uang yang harus di kantongi dalam satu bualn, berbeda dengan per hari yang belum tentu ia dapat dan tak seberapa dari pengeluaran yang harus ia habiskan setiap harinya.

setiap kali ia mengantongi uang ia tak pernah lupa dengan kawan-kawan dekatnya, kalo gak di traktir di kantin belakang kampus, pasti dia bawakan kami sebungkus roti denga air minum di tasnya ke dalam kelas. sungguh kawan yang baik, ia bukan seperti kacang yang lupa akan kulitnya.

beberapa bulan selanjutnya ia kini sudah tidak tinggal di kos yang kumuh itu lagi, kos yang setiap kali hujan WC-nya harus kebanjiran karena tak punya jalan air yang bagus, dapur yang gentengnya pecah pecah dan bolong sana sini membuat kadang nasinya tersebur oleh air hujan.

 

Baca Juga :


tapi kini ia tinggal bersama ayah angkatnya sekaligus pemilik toko tempat ia bekerja di BTN lingkar selatan. saya dapat cerita kalau kemarin dia di mintak tinggal bersama mereka sekaligus menjaga rumah dan anaknya ketika ayah angkatnya tidak sedang berada di rumah.

ia kini sudah tidak masak sendiri lagi, makan tinggal makan, nyuci pun tak seribet dulu, harus mencari sikat cuci dan mebeli deterjen, sekarang tinggal memutar tombol lalu mesin siap untuk membersihkan pakiannya.

begitulah hasil dari kegigihan dan kesabaran dalam mengarungi kehidupan yang keras didunia ini. mengutip dari kata-kata salah satu santri saya yang beru kelas satu tsanawiyah, ia pernah berpesan
"Hidup ini keras kawan, kalau kau tak bekerja, kau bisa tak makan.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan